Si Kembar Go To Paris

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 13 January 2017

“kak, kira kira bisa gak ya kita ke paris?” ucap jaky “bisa kalau ada uangnya” jawab jake. “yahhh aku coba aja gratis” sambung jaky “jaky zaman sekarang itu gak ada yang gratis.. kemana aja juga harus bayar… kecuali kamu berprestasi” jelas jake.

Mereka adalah saudara kembar yang terlahir dalam keluarga miskin ayahnya telah meninggal 2 tahun lalu sekarang ia hanya tinggal dengan ibunya. Walau mereka kembar tapi sifat mereka agak berbeda. Jaky memiliki sifat pantang menyerah sama keras kepala. Kalu jake kalem dan cendrung pendiam. Nah karena sifat pantang menyerahnya jaky tetap ingin pergi keparis tanpa mengeluarkan sepeser uang pun.

Kebetulan di sekolah ada olimpiade matematika sekecamatan. Jika menang akan mendapat piagam dan akan menuju ke olimpiade se DKI. Nah kesempatan ini dimanfaatkan oleh jaky ia ingin mengikuti olimpiade itu. Jaky datang ke kepala sekolah ia meminta izin untuk mengikuti lomba tersebut. Namun sayangnya sudah ada yang mewakili sekolah yaitu rany dan ajeng. “pak.. tapi saya ingin sekali mengikuti lomba tersebut” jaky memohon “tapii jak gak bisa rany sama ajeng sudah dipilih karena mereka menjadi juara kelas”.

Rany dan ajeng memang menjadi juara kelasnya masing masing dan kemarin jaky menjadi juara 4 di kelasnya karena itulah ia tidak diizinkan ikut. “pak saya bisa buktikan bahwa saya mampu menggatikan rany atau ajeng” ucap jaky “memang apa yang ingin kau lakukan?” tanya kepala sekolah “saya bisa mengerjakan soal kelas berapapun walau saya masih kelas 8. Bapak bisa beri saya soal apa saja saya akan berusaha jawab” jelas jaky. “baiklah nanti siang setelah pulang sekolah kamu rany dan ajeng saya tunggu di perpustakaan” ujar sang kepala sekolah.

Bel pulang berdentang dengan cepat jaky datang ke ruang perpustakaan. Ternyata ajeng dan rany sudah ada disana terlebih dulu. Rany, Ajeng dan jaky diberi soal yang bukan sepantasnya dikerjakan oleh anak smp kelas 2. Mereka harus mengerjakan soal soal kelas 1 sma. Mereka bertiga memang benar anak yang terpilih ya guys. Sekedar info sekolah jake dan jaky berbeda walau mereka sama kelasnya.

Ajeng sudah selesai lebih dulu dibanding yang lain jaky dan rany masih terlihat berfikir keras mengerjakannya. Ajeng diperbolehkan pulang sisa rany dan jaky. Jaky terlihat sulit dalam hati ia berkata “aku belum belajar semalam. sepertinya aku hanya bisa mengandalkan logika” Akhirnya setelah 10 menit rany selesai juga bertepatan dengan jaky yang sisa 1 soal. Dan “selesai” ucap jaky.

Rany dan jaky pulang. Ternyata di parkiran kakaknya sudah menunggu jaky. “loh kok tumben kakak jemput?” tanya jaky heran “iya kakak sengaja jemput mau ngasih tau berita bagus” ucap jake dengan senyuman. Jaky semakin heran apa yang sebenarnya yang ingin dikasih tau oleh kakaknya “jaky.. kamu ingin ke paris?” tanya kakaknya “iya, Tapi kan bukan aku yang mau kesana tapi kita” jawab jaky “kita ada kesempatan untuk kesana karena… kakak akan lomba bahasa inggris se jakarta dan hadiah menangnya 2 tiket ke paris” mendengar penjelasan kakaknya ia tersenyum lebar dan segera memeluk kakaknya. Ia tak ingin memberi tau bahwa ia juga bisa ikut olimpiade namun keputusan masih menggantung.

Keesokan harinya jantung jaky terasa berdebar saat ia melihat kertas lembaran hasil tes kemarin sedikit demi sedikit ia bukan… dan ternyata… nama rany dicoret yang akan ikut adalah ajeng dan jacky. Bukan main senangnya saat jaky melihat hasil itu. Namun meski demikian jacky tetap merahasiakan hal ini. Kebetulan jadwal lombanya sama yaitu lusa pukul 09.30 namun di tempat berbeda.

Hari yang ditunggu datang persiapan kakak beradik itu sudah matang layaknya buah mangga yang akan jatuh. Otak mereka penuh dengan rumus bagi jacky dan topik topik bagi jake. Agar tak dicurigain jaky jalan belakangan setelah jake berpamitan pada ibunya barulah jaky pamit dengan alasan kerja kelompok

Jake sudah datang tepat waktu. lomba dimulai dengan soal soal bahasa inggris yang sudah dibuat. Jake diberi waktu setengah jam untuk mengerjakan 75 soal bahasa inggris lumayan cepat ya guys. Meski demikian jake tetap optimis dengan bahasa inggris yang telah dikuasai sepertinya mudah ya mengerjakan 75 soal itu. Berbeda dengan jaky, saat di perjalanan angkot yang ditumpanginya mengalami ban bocor. Jadi ia harus berjalan yang cukup jauh ke tempat olimpiade itu. Membutuhkan waktu kira kira 50 menit ke sana. Padahal jam sudah menunjukan pukul 09.25.

Sesampainya di sana benar jaky sudah telat walau hanya 6 menit. Telat tetaplah telat ya guys. Karena keterlambatannya jaky harus dihukum dengan pengurangan waktu 15 menit. Yang seharusnya 2 jam untuk mengerjakan 100 soal. Namun pengurangan 15 menit bukanlah hambatan besar untuk dihadapinya.

2 jam berlalu jaky pulang saat di rumah terlihat jake menunggu di depan rumah bersama ibunya mereka terlihat cemas menunggu kehadiran jaky. Karena jaky tidak memberi tahu dimana kerja kelompoknya. Padahal sih gak kerja kelompok… Pengumuman olimpiade akan diumumkan seminggu setelah acara jadi jake dan jaky harus menunggu selama 1 minggu.

Sekian lama menunggu hasilnya belum didapat padahal hari ini sudah genap 1 minggu. “kak gimana hasilnya?” tanya jaky “hasil apa?” jake balik bertanya “ish, ituloh lomba kakak olimpiade bahasa inggris, udah ada hasilnya?” kata jaky mengingatkan “oh iya hampir aja lupa pengumuman itu diundur menjadi hari senin besok” kata jake “yah gak sabar nih” “udalah sabar aja”.

Hari berganti sekarangah saat yang ditunggu hasil pengumuman olimpiade kakaknya dan jaky diumumkan. Jaky bangun awal karena sudah tak sabar rasanya mendengar hasil yang selama ini membuat kepo. Setelah sampai di sekolah seperti biasa setiap hari senin untuk mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita diadakan upacara bendera dengan tujuan para siswa dapat menghormati dan menghargai para pahlawan. Upacara berjalan lancar selama setengah jam para peserta hikmat menjalani upacara.

Setelah selesai sang pembawa upacara atau protokol mengumumkan hasil olimpiade yang diselenggarakan dan hasilnya adalah. “pengumuman! Selamat untuk jaky dan ajeng mereka berhasil mengalahkan siswa sekolah lain dalam olimpiade matematika sekecamatan kepada jaky dan ajeng dipersilahkan maju ke depan” mendengar ucapan itu air mata jaky tak terbendung ia mearasa sangat bersyukur bisa melanjutkan perjuangannya ke babak tingkat DKI. Tak lupa jacky melakukan sujud syukur sebagai tanda terima kasih kepada tuhan yang maha esa atas rahmatnya jaky dapat lolos.

Jaky maju ke depan para siswa memberi tepuk tangan. Sang kepala sekolah memberi piagam atas keberhasilan mereka. Tak lupa moment ini diabadikan. Jaky yang telah memenangkan ini teringat akan kakaknya apakah kakaknya berhasil? Atau gagal? Semua ini akan terjawab di rumah nanti.

Bel masuk berbunyi seperti biasa mereka beraktivitas seperti hari lainnya. Tak terasa bel istirahat berbunyi jaky segera ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah demo meminta sesuap makanan. Sampailah ia ke kantin seperti biasa ia dibawakan bekal nasi dengan telur dadar serta sambal goreng kentang. Menurutnya jika membawa bekal ia bisa mengirit uang jajannya untuk ditabung. Patut di contoh ya guys!

Saat ia sedang asyik melahap nasi yang ditemani air teh hangat yang dipesannya tiba tiba ajeng menghampiri jaky dia duduk di depan jaky. “Jak, kata kepala sekolah lomba matematika seDKI akan diselenggarakan lusa” ucap rany. mendengar ucapan ajeng jaky terbujur kaku. Olimpiade itu baru saja dilaksanakan minggu kemarin. Rasanya begitu cepat bila olimpiade kedua akan dilaksanakan lusa. Namun bagi jaky ini adalah hal yang bagus. Karena semakin cepat ia lomba semakin cepat juga impiannya terwujud (itu pun jikalau menang). Jaky hanya menanggukan kepala.

Sekolah hari ini selesai, karena sudah tak sabar mendengar kabar dari kakaknya itu dia pulang menggunakan bus. Karena ia merasa jika menggunakan angkot itu membutuhkan waktu lama karena harus berhenti disaat penumpang sepi.

Saat di rumah ternyata kakaknya belum pulang jadi dia kecewa karena sudah buru buru ternyata kakaknya belum pulang. 1 jam berlalu akhirnya kabar yang ditunggu datang kakaknya pulang diantar temannya. “kak gimana hasilnya, berhasil dong.. secara kakaknya jaky kan yang paling top” ucap jaky pede. “jak, maafin kakak ya kakak gagal membawa kamu ke paris” ucap jake dengan nada sedih. Mendengar kabar dari kakaknya jaky tak dapat membendung air matanya dia hanya dapat merenungi kabar tersebut. Dia hanya bisa berusaha memenangkan lomba matematikanya. Dengan begitulah satu satunya cara untuk mewujudkan impiannya.

Dua hari berlalu saatnya menentukan bisa atau tidaknya mereka ke paris. Sekedar informasi sampai saat ini jake masih belum mengetahui bahwa jaky mengikuti lomba matematika. Lomba ini dimulai di sekolahnya jaky dengan 5 soal walau hanya 5 soal itu bukan soal yang mudah juga bukan soal yang dengan waktu kurang dari 1 jam bisa selesai. Jaky berusaha semampunya sesuai otak dan ingatannya. Setengah jam saja jaky baru bisa menjawab 2 soal karena jawaban harus disertai dengan cara dan penyelesaiannya dan itu yang membuat waktu terbuang.

Lomba selesai karena sudah habis waktunya. Waktu sudah berjalan selama 65 menit untung saja jaky selesai tepat waktu. Hari itu satu sekolah free class karena diadakannya lomba jadi anak anak banyak keluar masuk kelas dan suara mereka sangat bising sehingga tadi saat jaky lomba pikirannnya terganggu. Jam pulang sekolah hari ini dicepatkan karena ada rapat kerja bagi para guru juga ada rapat penentuan lomba matematika yang baru saja dilakukan tadi. Karena hasil sudah harus diumumkan esok hari yang bertepatan dengan hari pendidikan nasional.

Sesampai di rumah jaky ditanya oleh ibunya “jak tumben pulang cepat kenapa? Kamu izin?” tanya ibunya. “enggak bu para guru lagi rapat buat besok hari pendidikan” jawab jaky “ooohhh kirain kamu sakit jadi izin” jawab ibunya percaya. Sama seperti ibunya saat jake pulang dia juga menanyakan hal yang sama kenapa jaky pulang cepat? apa dia sakit? Ataukah dia bolos namun duganya semua salah. Jaky menjelaskan kenapa dia pulang lebih awal.

Keesokan harinya disekolah para siswa sudah di kumpulkan di lapangan karena akan melakukan upacara lagi, kalau kemarin upacara layaknya biasa sekarang upacara memperingati hari pendididkan. Pembina upacara kali ini adalah kepala dinas DKI Jakarta. Dia membawa pesan dari menteri pendidikan tentang betapa pentingnya sekolah serta ilmu. Namun bukan itu yang ingin jaky rasakan tetapi ingin cepatnya waktu berjalan hingga ujung upacara. Karena disitulah letak pengumumannya diucapkan dan sekaranglah saatnya. “ya kita sudah sampai di penghujung acara yaitu pemberitahuan atas lomba kemarin yaitu olimpiade matematika seDKI karena itulah kami sudah mengundang para dinas untuk memberikan hadiah berupa dua tiket penginapan di paris” mendengar penumuman itu para siswa bertepuk tangan namun tidak untuk jaky. Dia hanya bisa diam berdoa tubuhnya keringat dingin karena rasa takut gagalnya impian sudah memuncak bagaimana hasilnya? Apakah impian terwujud? Akan dibacakan sekarang juga…

Dan hasinya adalahhh “selamat kepada Roby pratama putera adam dari smp batu pijar jakarta timur menempati peringkat pertama dalam lomba ini dan mendapatkan uang sebesar 3 juta rupiah dan 5 pesawat tiket ke paris” kesempatan pertama hilang sisa dua kesempatan lagi. “dan yang menempati peringkat kedua adalah alya azzahra lubis dari smp 3 jakarta barat dan mendapatkan 3 tiket pesawat ke paris serta uang sebesar 2 juta rupiah” terdengar tepuk tangan yang kencang mungkin karena banyak siswa smp 3 jakarta barat. Kini kesempatan jaky hanya seperti pungguk merindukan bulan. Tinggal peringkat ketiga. “dan peringkat ketiga adalah… selamat untuk jaky rakha yudha dari smp purnama jakarta barat mendapatkan 2 tiket pesawat ke paris serta uang sebesar 1,5 juta rupiah” mendengar namanya disebut jaky langsung sujud merasa impiannya akan tercapai inilah hal yang ditunggu senangnya bukan main perjuangannya terbalas dengan senyuman “kepada tiga pemenang di persilahkan maju ke depan untuk mengambil hadiah” jaky merasa melayang saat memegang 2 ticket pesawat ke kota impiannya juga memegang uang yang cukup besar nilainya. Moment itu diabadikan oleh para teman yang membawa handphone.

Hari ini mungkin hari yang paling menyenangkan hari yang paling bahagia rasanya jaky ingin segera memberi tahu kakak dan ibunya saat di rumah nanti. Lagi lagu hari ini sekolah dipulangkan segera dan bagi ketiga pemenang akan ada pengumuman dahulu. “selamat siang para pemenang saya selaku ketua panitia olimpiade matematika seDKI mengucapkan selamat bagi kalian. Mungkin kalianlah yang memang pantas memegang tiket tiket tersebut. Saya berdiri di sini bukan hanya mengucapkan selamat saya juga ingin memberi informasi tentang keberangkatan kalian ke paris yang dilaksanakan pada hari minggu petang info lanjutannya akan diberikan oleh kepala sekolah masing masing besok hari” ucap sang ketua panitia. Karena masih belum paham jaky bertanya “maaf kak, masalah biaya hotel serta yang lainnya gimana” tanya jaky. “oh iya hampir lupa, masalah biaya hotel makan dan lainnya di tanggung panitia namun kalau buah tangan dan lainnya ditanggung sendiri” jelas ketua panitia. Karena merasa paham pemberitahuan kali ini diakhiri jaky dan 2 pemenang lainnya diperbolehkan pulang.

Sesampainya di rumah dilihatnya rumah sepi. “sepertinya ibu masih jualan dan kak jake belum pulang” gumamnya dalam hati. Ternyata ibu sudah pulang namun sedang tertidur. “pantas saja sepi ibu sedang tidur” ucapnya dengan suara pelan

Saat melihat ibunya dia baru sadar bahwa dia hanya mendapat 2 tiket pesawat sedangkan keluarganya ada tiga orang yaitu jake jaky dan ibunya. Yang tadinya happy sekarang raut wajah jaky berubah menjadi galau. Dia bingung harus pergi dengan siapa. Apakah dengan ibunya ataukah dengan kakaknya? Akhirnya jaky mengambil keputusan untuk membicarakan ini kepada jake karena jake lebih tua dibandingnya. Jaky merasa bahwa jake bisa memutuskan dengan bijaksana.

Hari sudah mulai malam saatnya jaky berterus terang kepada jake. Diajaknya jake ke dalam kamar dan menguncinya. “hey jangan tarik tarik dong ada apa sih?” ucap jake tidak terima ditarik tangannya. “iya maaf aku mau ngomong kak sebenarnya…” ucapan jaky terputus “ya ampun serius amat kayaknya penting nih” ucap jake sambil mengambil bantal “ish baru mau ngomong di putus” ucap jaky kesal “ya udah maaf sebenarnya apa?” “sebenarnya kemarin aku ikut olimpiade matematika dan aku…” lagi lagi ucapan jaky terputus “olimpiade matematika? kok gak bilang? menang gak?” tanya jake bertubi tubi “ya ampun dari tadi mau ngomong diputus mulu… ah sebel!!!” ucap jaky dengan wajah mayun. “hahaha… iya maaf gimana hasilnya?” ucap jake sambil tertawa melihat kembaranya cemberut. “aku menang kak… sabar jangan diputus dulu omongannya..” jelas jaky “kok menang malah galau bukannya happy” tanya jake lagi. “iya aku menang hadiahnya uang sebesar 1,5 juta sama 2 tiket keparis tapi…” ucapan jaky terputus lagi karena jake teriak histeris. Karena takut ibunya tahu jaky langsung menyumpel mulut jake dengan guling. Teriakan jake terhenti “ishhh dibilang jangan diputus..” ucap jaky yang semakin marah “ya udah lanjut” ucap jake dengan wajah riang.. seriang bulan menyinari bumi yang sedang gelap (wkwkwkwk). “tapi kan ticketnya Cuma 2 sedangkan keluarga kita ada 3… berarti salah satu keluarga kita ada yang gak ikut” ucap jaky menjelaskan perasaan galaunya. Wajah jake yang tadi berseri seri berubah menjadi kebingungan kegalauan kesedihan dan perasaan lainya yang tercampur aduk menjadi satu. Keadaan menjadi sunyi… tiba tiba terbuka pintu terlihat ibu berdiri di depannya
“udah kalian gak usah bingung kalian berdua pergi saja… lagian itu kan impian kalian yang sudah lama.. mau kapan lagi?” ucap ibu “tapi bu kalau kita berdua pergi ibu gimana? Sama siapa? Kita pergi gak sehari atau dua hari loh bu, kita pergi 9 hari” jelas jaky. “udah dibilang pergi aja ibu nanti panggil si abdil suruh di sini temenin ibu” ucap ibu dengan suara lemah lembut. “tapi bu…” kini ucapan jake yang terputus “udah gak usah tapi-tapian lagi ini kesempatan emas kalian mewujudkan mimpi… kalo gak pergi kalian mau mimpi kalian hanya jadi angan angan saja?” jelas ibu “nggg…. nggak bu” jawab jake dan jaky hampir bersamaan.

Akhirnya keputusan sudah bulat jake dan jaky yang akan pergi ke paris. Sedangkan ibunya yang tinggal.. ibunya mengalah demi impian anak anaknya… sunggu besar ya jasanya ibu patut di hargai ya guys.

Cerpen Karangan: Davies Syawalludin Yusuf
Facebook: davies_sawalludinyusuf[-at-]yahoo.com

Cerpen Si Kembar Go To Paris merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kasih Sayang Dalam Gelap

Oleh:
Nisa, begitulah orang-orang memanggilku. Aku lahir sebagai anak ke 2 dari dua bersaudara. Dari sejak aku lahir hingga saat ini semua kebutuhanku selalu terpenuhi, namun satu yang sampai saat

Destiny

Oleh:
Kehidupan yang kita jalani takkan selamanya tetap. Bisa berubah menjadi lebih baik ataupun sebaliknya. Kata kehidupan identik dengan sebuah takdir yang tertulis sebagai sebuah tangan nasib. Takdir seseorang itu

Perjuangan Meraih Mimpi

Oleh:
Sindi gadis cantik dan cerdas, ia terlahir dari keluarga kurang mampu. Ayahnya telah meninggal saat ia masih duduk di bangku SMP kelas 3. Sindi anak pertama dari tiga bersaudara,

Understand

Oleh:
“Fel! Lo sekarang ada di mana?,” tanya Billy saat Felly hendak keluar dari mobilnya. “Kenapa emang?,” tanya Felly sebelum ia menjawab pertanyaan dari Billy. “Lo semalem nggak nginep di

Alhamdulillah

Oleh:
Kehidupan memang terkadang menyedihkan dan terkadang juga menyakitkan untuk direnungi bahkan dijalani, itulah yang dihadapi Aku saat ini. Aku harus banting tulang demi menghidupi kedua Adikku, walaupun sesungguhnya Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *