Sifa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 8 November 2017

Aku Metha. Aku mempunyai adik angkat. Sifa namanya. Entah kenapa mom dan dad mau mengangkatnya. Dia diangkat dari panti asuhan Kasih Bunda. Milik Bunda Arma. Aku sangat sebal kepadanya, kenapa? Dia selalu unjuk kehebatannya kepada mom dan dad. Membuat dia selalu dipuji. Huh! Menyebalkan. Apalagi, saat dia masuk sekolah. Satu sekolah denganku. Pernah bola anak laki laki tersangkut di pohon. Sifa langsung unjuk diri, yaitu memanjat pohon. Sungguh rasanya Sifa merebut segalanya dariku.

Dan suatu kali…
“Metha, kamu lihat kacamata dad?” Tanya mom.
“Nggak, mom!” Jawabku. Aku malas membantu dad waktu itu, karena aku sedang chattingan dengan sahabat lamaku, Aliya.

“Mbok Imah!!” Panggil dad.
“Mbok Imah lagi nyuci, dad, memang ada apa? Insya allah Sifa bisa bantu” Sifa yang menyahut sambil membawa segelas air putih.
“Kacamata dad hilang, mungkin Mbok Imah liat” jelas dad. Sifa langsung beraksi lagi, ia langsung mencari kacamata itu. Hanya dengan hitungan detik kacamata itu ketemu.
“Terima kasih, sayang!” Hanya pujian-pujian dari mom dan dad yang kudengar. Hal itu membuatku muak.

Sudah 2 bulan Sifa tinggal di rumahku. Aku makin makin muak kepadanya. Suatu hari, kekesalanku sudah di tingkat puncak. Aku mengurung diri di kamar, lalu…
“NGESELIIIIN…!!” Teriakku sekencang kencangnya.

Ternyata Sifa mendengar teriakanku.
“Kak Metha kenapa?” Tanya Sifa memasuki kamarku. Aku melihat dia memegang buku. Buku belajar membacaku dulu.
“Kenapa? Ganggu? Udah lo keluar aja!” Aku kesal sekali.
“Aku kan cuma nanya kak”
“Lo banyak tanya, udah sana. KELUAR!!”
“Kakak kok benci aku?” Sifa mulai berkaca-kaca.
“Lo udah ngambil semua milik gua. Lo pikir gua gak muak ngeliat lo selalu dipuji sama mom dan dad, lo tuh udah bikin gua bete. Lo juga udah ngerebut temen-temwn gua. Lo tau, geng persahabatan gua bubar cuma gara-gara mereka tau lo lebih hebat dari gua. Udah lah lo gak usah tau apa masalahnya. Pokoknya lo keluar!!” Jelasku kesal.
“Maafkan Sifa, kak, besok Sifa balik ke panti lagi” ujarnya.
“Sifa kayak giu karena terbiasa di panti, ini buku kakak, makasih ilmunya” dia menaruh buku yang tadi dia pegang, lalu berlari keluar kamarku.
Tiba-tiba ada rasa menyesal di hatiku karena telah membentak Sifa.

Mom masuk ke kamarku. Aku jadi menangis.
“Metha…” panggil mom lembut.
“Metha jahat mom, harusnya Metha gak bentak Sifa tadi. Besok Sifa pulang, mom…” aku menangis di pelukan mom.
“Metha, mom membawa Sifa ke sini karena ia terlihat baik saat di panti, bukan untuk merebut kesenanganmu. Mom yakin masih ada kesempatan untuk meminta maaf”
Aku menghapus air mataku. Masih ada… aku berkata dalam hati.

Aku berlari mencari Sifa. Aku menemukannya di teras sambil menangis.
“Sifa…”
“Aku tau, kakak mau ngusir aku, besok aku pulang kok” ujar Sifa sambil menangis.
“Kakak bukan mau ngusir kamu” Sifa menengok ke arahku.
“Terus?” Aku duduk disamping Sifa.
“Kakak mau minta maaf, Sifa mau kan maafin kakak”
“Iya kak, Sifa maafin”
“Sifa jangan pulang ya, temenin kakak aja di sini”
“Hah? Bener? Cihuuuyy…” Sifa melonjak gembira.
“Nanti temenin kakak main sepeda yuk”
“Ayuuuk!!”

TAMAT

Cerpen Karangan: Naira Khansa Nabila
Thanx buat yg udah baca. Baca cerpenku yg lain ya

Cerpen Sifa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Faiz

Oleh:
Namanya Faiz. Sepupuku yang satu ini sangat aktif. Orangnya juga humoris. Faiz dan aku selalu bermain bersama-sama. Tapi… semenjak aku pindah, aku tak pernah bertemunya lagi. Aku jadi sedih.

Sungguh Sial Hariku ini

Oleh:
“Ah… aku lupa ini, Ini juga. Aduh gimana ini?” kataku dalam hati. Hari ini sedang ulangan harian pelajaran yang tidak aku sukai. Ini adalah pelajaran IPA. Tak tahu mengapa

Nasihat Ibu Tikus

Oleh:
Kerajaan Tikus yang terletak di langit-langit rumah yang gelap dan pengap dihuni oleh banyak keluarga tikus. Salah satunya seekor ibu tikus yang sedang mengandung. Ibu Tikus sudah mempersiapkan nama

Dear Mama Papa

Oleh:
Pagi yang sunyi, di temani rintikan hujan yang membasahi dunia ini, aku termenung di sebuat kursi di depan balkonku. Di temani secangkir teh hangat. Namaku Sasya Angel Salsabil. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *