Sister, I Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 25 February 2014

“Cengeng!”
Kakakku dengan wajah murka, pergi meninggalkanku. Aku masih terisak-isak, jongkok di sudut kamar.
Memang sudah sifatnya memarahi aku terus. Dan… Ia sering mengataiku cengeng! Tapi memang kenyataannya aku cengeng.
Aku berdiri, lalu duduk di kasur. Aku mengusap air mataku. Tiba-tiba semua air mataku berubah menjadi air mata benci. Aku benci Kak Dira! Kata hatiku tanpa berdosa.

Asal muasal keributan ini, seperti biasa hanya gara-gara hal sepele. Sore itu aku bermain laptop. Kakak masuk ke kamar, menyuruhku berhenti main laptop.
“Sebentar lagi,” jawabku sekenanya.
“Tidak! Ayo… Kamu sudah lama mainnya!” kata Kakak. Tiba-tiba gerakan kakak berhenti, karena ia menginjak KERTAS UJIANKU! Kertas ujianku yang nilainya 60! Celaka, aku lupa menyembunyikannya. Ia pasti marah.
“APA?! Nilai ujianmu… 60!” Kakak menatapku. Alisnya menyatu.
“Tuh, kan! Gara-gara banyak main laptop!”
Beberapa kata tajam keluar, dan aku mulai terisak-isak.

Ah… Sudahlah.
Aku memutuskan untuk tidur. Sayup-sayup kudengar suara ribut.
“Bukankah kamu juga salah, Dira,”
“Tapi muasalnya, kan, dari Fira, Ma.”
Aku kembali tidur. Paling itu Mama dan Kakak yang berdebat soal keributan tadi. Tunggu, darimana Mama tahu?

Pada suatu siang yang aku lupa tepatnya kapan, saat pulang sekolah, aku memasuki rumah. Kok tak ada orang?
Mama sih, memang tak ada. Pekerjaannya sebagai dokter mengharuskan beliau pulang pukul lima sore.
Tapi Kakak… ya, Kakak! Kemana dia? Aku cemas. Jangan-jangan ia… Sekolah Kakak jam pulangnya sama dengan sekolahku. Tapi karena sekolahnya lebih dekat, harusnya ia pulang duluan! Ah, tidak boleh berpikir yang tidak-tidak, Fira!
Aku pun pergi ke kamar.

Biasanya, siang bolong begini aku langsung main laptop. Tapi kali ini BEDA.
Aku hanya duduk memeluk guling di atas kasur. Memikirkan Kakak. Ya, aku memikirkan Kakak karena cemasku sudah terlanjur berdarah-darah. Bagaimana tidak, sekarang sudah pukul 3, biasanya Kakak pulang paling lambat pukul 1!
Aku teringat saat ia mengatakan ini: “Dasar cengeng! Anak bodoh sepertimu hanya bisa menangis saja!” Ia pastilah mengutip (dengan sedikit perubahan) buku komik Naruto miliknya.
Bahkan saat Mama pulang, Kakak juga belum kembali! Saat Mama menanyakan dimana Kakak, aku menjawab dengan semua yang kutahu, dengan intonasi panik.

Tok… Tok…
Ah! Aku langsung mengikuti Mama yang membuka pintu. Siapa tau itu Kakak.
Oh, rupanya itu Guru Kelas Kakak, Bu Vena.
“Permisi, apa ini ibunya Dira?” Tanya Bu Vena. “Ya.” Jawab Mama. “Begini,” kata Bu Vena dengan serius, dalam dan hati-hati. “Anak anda kecelakaan. Dia dirawat di Rumah Sakit Greenland.”
Mama mengamit lenganku kuat-kuat. “Bisakah kami kesana, SEKARANG?” kata Mama panik. “Sayang sekali.” Bu Vena tersenyum kecut. “Anak anda sudah meninggal.”
BRUKK… Aku jatuh, pingsan.

Anak bodoh seperti aku hanya bisa menangis…
Ya, tapi aku tetap CINTA Kakak…

Cerpen Karangan: Fathiya Inayah
Facebook: Fathiya Inayah
Twitter: @FathiyaInayah
Blog: www.fathiyaartwork.blogspot.com

Moga suka cerpennya.

Cerpen Sister, I Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Friend and Boyfriend (Part 1)

Oleh:
Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di SMA Darmawangsa. Di sinilah ia, dengan dandanan super norak, yaa seperti MOS biasanya. Rambut dikepang empat, memakai pita berwarna kuning, menggendong tas

Amabel

Oleh:
“Ha-hantuuu.. Ibu rumah itu ada hantunya! Rumah itu ada hantunya!!!” Lelaki kecil berusia sekitar 9 tahun berlari ketakutan ketika melewati rumah megah di ujung gang Redrose tersebut. Ia melihat

Ayah

Oleh:
Seperti biasa ketika liburan sudah mulai tiba aku selalu menginap di rumah nenekku, kebetulan ketika itu aku sedang kesal kepada ayahku karena ayah tidak mengizinkanku pergi ke dunia fantasi

Keluarga? Not Bad

Oleh:
Aku hidup dengan keluarga yang sederhana. Hampir setiap pagi, sejak dua tahun lalu aku selalu mendengar perdebatan antara mereka, orang tua ku. Aku bersikap tidak tahu apa-apa penyebab mereka

My Ending

Oleh:
Braak! Aku membanting pintu kamarku Tanpa menghiraukan teriakan mamaku. Aku sangat kesal karena pacarku yang bernama Angel itu selingkuh sama sahabatku sendiri, Storm. Yah gimana lagi Masa sih aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *