Spesial Hari Mama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 10 July 2017

Aku melirik jam. Pukul 20.09. Lalu aku berjalan lambat sambil menguap ke arah kipas angin bermaksud untuk mematikan kipas angin. Pandanganku tertuju pada sebuah kalender 2016 ke angka 22. Aku teringat! Kalau Esok adalah hari ibu.

Aku mengambil kalender dan sebuah celengan ayam. Lalu duduk di jendela, melihat bintang bintang bertaburan. Aku memikirkan hadiah apa yang cocok untuk mama. Aku pecahkan celengan ayam yang telah berbulan bulan aku tabung tanpa sepengetahuan mama. Mamaku adalah seorang wanita karir, tapi dia masih sempat meluangkan waktu buatku. Kuhitung berapa jumlahnya. Jumlahnya sangat besar yaitu 253 ribu. Aku mengambil 53 ribu dan sisanya aku akan belikan celengan lagi.

Aku pergi ke kamar adik di lantai 1. Saat aku ingin sampai ke kamar adik, aku melihat mama dan papa yang sedang meminum teh dan kopi di ruang keluarga.
“Lika, mari sini, minum teh bareng mama papa” ajak mama
“Gak ma. Aku mau ke kamar adik” jawabku
“Oh, ya sudah” ucapnya. Aku tak menghiraukan.

Tiba saat di kamar adik.
Kulihat adikku sedang menghitung uang, sepertinya ia punya maksud yang sama sepertiku. “Putri, kamu mau kasih hadiah ya buat mama?” Tanyaku sembari mendekati Putri, adikku. “Ya, aku mau beri hadiah kesukaan mama” Jawabnya mantap.
“Kalau boleh tahu, apa hadiah yang kau maksud?” Tanyaku. “Hadiah yang kumaksud yaitu MP3 kesukaan mama” Jawabnya. Aku terkejut, aku baru teringat impian mama yaitu MP3 Magdalena, mamaku sangat menyukai itu. “Kak Lika, hadiahnya gak boleh sama ya” Ujarnya
“Ih, siapa juga yang mau ngikutin kamu” Kataku beranjak dari kamar Putri, dan segera ke kamarku di lantai dua.

Aku mulai ke meja belajarku. Dan membuka laci di meja belajar, lalu aku mengambil origami bermotif, origami polos, gunting, spidol, dan lem. Aku mulai menbuat puisi. Puisi yang tak tentu arah. Aku menulis puisi puisi tersebut di origami bermotif yang dilapisi origami polos. Menulisnya dengan spidol, selesai sudah puisi acak-acakanku lalu kutambahkan hiasan, love-love dan kupu kupu melalui origami yang digunting.
Lalu diam-diam aku ke kamar mama dan membuka tasnya lalu memasukkan puisiku yang tak sehebat karya Chairul Anwar -mungkin- Lalu aku beranjak ke kamar dan tidur.

Esokannya kulihat adikku sedang membungkus MP3 kesukaan mama dengan kertas kado di ruang keluarga. “Put, mama mana? Kok gak buatin sarapan? Papa juga mana? Kamu udah makan belum? Kok kakak gak diajak?” Pertanyaan pertanyaan itu terlontar dari mulutuku, dengan santai Putri menjawab.
“Mama sama papa lagi ke restoran mau makan ke luar nanti abis makan langsung ke kantor. Aku belum makan. Kata mama kakak disuruh masak nasi goreng buat aku sama kakak sarapan” Jawaban Putri yang santai membuatku cemberut. Siapa si yang gak cemberut kalo disuruh buatin nasgor buat adik yang nyebelin kayak Putri.
Cling! Satu Ide muncul di pikiran Lika untuk mengerjai Putri. Ia memasak nasi goreng dicampur garam sebungkus. Lalu “PUTRII!!! NASGORNYA UDAH MATEEENG” Teriakku
“IYA KAKAK” Suaranya lebih keras dariku. Lalu aku ke kamar. Sebelum ke kamar aku membuat roti coklat terlebih dahulu untukku. Aku melahapnya sembari menaiki anak tangga. Selesai itu aku ketiduran di jam 07.04.

Suara bising membuatku bangun. Kulihat jam menunjukan pukul 07.10. Berarti aku hanya tidur 6 menit, pikirku. Kulihat ke jendela, ada mobil papa, kemungkinan papa dan mama sudah pulang. Aku ke luar. Kulihat Mama sedang di dapur hendak memakan… NASI GORENG ASIN BUATANKU!!! Aku panik bukan kepalang. “MAH TUNGGU!” Teriakku. “Loh? Kenapa? Mama mau makan aja kok gak boleh? Oh iya mama sangat bangga sama kamu, terimakasih ya atas puisinya, Mom Very Very Like” Ucapan mama tak membuatku senang. “Iya, Mah, Sama-Sama, ta… tapi ja…jangan makan nasi goreng itu” Cegahku.
“Memangnya kenapa?” Tanya mama yang membuatku bingung mau jawab apa.
“Anu mah… Nasi Gorengnya…”
“Nasi Gorengnya kenapa?”
“Itu… Ada…”
“Ada Racunnya?”
“Bukan”
“Udah ah mama makan aja” Mama tetap makan nasi gorengnya itu. Aku menutup mata ketika sesendok nasi goreng siap dilahap di mulut mama. Dalam hatiku berkata “Tiiiidaaaaak”

Mama benar-benar melahapnya. “Lezat sekali, Kamu yang buat ya? Kamu memang berbakat. Hari ibu kali ini sungguh menyenangkan. Sudah dapat nasgor lezat ditambah lagi puisinya duuh… mama bangga sekali” Puji mama. Aku tersenyum. Tapi… tunggu dulu bukankah aku menaruh garam satu bungkus di nasi goreng itu? Tapi kenapa mama malah bilang lezat? Bukannya mama harus bilang Asin sekali?, pikirku.

Aku membuka Rak dapur, kulihat 1 bungkus garam di rak dapur sedang berdiri. Oalah aku baru inget! Kalo aku lupa ngasih garam ke nasgor nya, Syukurlah.

Cerpen Karangan: Fadiyah
Facebook: Fadiyah
Thanks For Reading
Ceritanya kurang bagus ya? Hehe. Maklum baru pemula.
Tolong beri Kritik dan Saran nya ya.
Thank you my friends

Cerpen Spesial Hari Mama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pancake and Milkshake

Oleh:
Alexa sedang berjalan-jalan bersama mom dan dad-nya di sebuah mall di Los Angeles, As. “Mom, aku mau beli ini” kata Alexa manja. “Ya ambil saja” balas Mom. Alexa mengambil

Ketika Sapu Penyihir Jahat Patah

Oleh:
Di pulau Saman terdapat panti asuhan yang bernama Panti asuhan kurcica, dinamakan kurcica karena, pulau saman ditinggalkan oleh Kurcaci. Anak-anak di panti asuhan kurcica diantaranya adalah, Razen, seorang kurcaci

Kapsul Cita-Cita

Oleh:
Matahari mulai terbit dari ufuk timur dan mulai menyelinap masuk menerobos jendela kamar Nia. Tak lama kemudian terdengar seseorang membuka pintu kamar Nia perlahan dan dengan suara lembutnya membangunkan

Sekolah Angker Misterius

Oleh:
“Huft..” Rania mengusap keningnya yang penuh keringat. Ia melihat kedua temannya yang sudah tertidur pulas di sebelahnya. “Bangun, Gunjan! Martha!” seru Rania membangunkan ke dua temannya. Akhirnya, Gunjan dan

Kado Ulang Tahun Spesial

Oleh:
Besok ulang tahun Fani, sahabat Intan. Tetapi, Intan masih bingung apa yang harus diberikan pada Fani. Intan memang anak yang kurang mampu. “Bu, besok ulang tahun Fani. Intan bingung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Spesial Hari Mama”

  1. Nindya Tarasari says:

    Bagus

  2. Nindya Tarasari says:

    Bagus sekali ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *