Subuh Kepagian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 31 March 2017

Waktu masih menunjukkan pukul 01.00 Pagi, tetapi ibu Lian sudah terbangun dari tidurnya. Ia segera bergegas mengambil air wudhu, seperti biasanya ia membangunkan Lian untuk segera mengambil air wudhu dan Sholat.
Jam 01.00 Pagi sudah sholat subuh? Apa nggak salah?

Kemudian Ibu Lian pun sholat disamping ranjang tempat tidur Lian. Setelah salesai Ia pun kembali membangunkan Lian lagi, “Bangun… Bangun… udah pagi, katanya mau Lomba, nanti kalau telat gimana?.”, ucap ibu Lian.
Lian pun hanya terdiam dan bingung, lalu Lian pun kembali melanjutkan tidur nyenyaknya.

Setelah itu, Ibu Lian menuju ke dapur untuk memask nasi seperti biasanya. Tapi, semua serba kebetulan, gas dan korek api sudah habis. Ibu Lian pun ke luar dari rumah dan meminjam korek api ke rumah Nenek Lian. Tetapi, Nenek dan Kakek Lian belum bangun.

Ibu Lian pun segera menuju ke warung untuk membeli sayur-sayuran dan tentu saja korek api. Sesampainya di sana Ibu Lian berpikir-pikir dan bertanya-tanya sendiri, “Kok, sepi banget ya…? Kok belum ada orang…?”, pikir Ibu Lian.

Ibu Lian kembali pulang dan kembali membangunkan Nenek Lian untuk meminjam korek api untuk memasak. “Ibu… Ibu.”, ucap Ibu Lian dengan keras. Lalu Nenek Lian pun terbangun dan bertanya, “Ada apa?”, “Pinjam korek api…”, “Buat apa?”, Tanya Nenek Lian dengan serba kebingunan. “Buat masak lah”, “Masak?, Jam segini mau masak, ini jam berapa?”, “Jam segini?, ini udah Pagi, udah Adzan Subuh kok…”, “Lihat.”, tunjuk Nenek Lian kepada Ibu Lian ke arah jam, “kok masih jam 01.00, perasaan udah dengar Adzan Subuh”, “Walah, Walahhh, ngelindur tho…, ya udah sana sambung tidur lagi.”.

Ibu Lian pun pulang ke rumah dan masuk ke kamar, Ayah Lian pun bertanya kepada Ibu Lian. Tak lama kemudian, Ayah Lian tertawa twrbahak-bahak sambil mencibir Ibu Lian.

Keesokan harinya, Lian menanyakan kejadian semalam, sebenarnya apa yang terjadi. Yang membuat Lian tertawa adalah Ibunya jadi dobel Sholat Subuhnya, padahal dalam waktu sehari.

Setelah siap-siap, mobil yang mengantar Lian untuk Lomba telah di depan rumah. Tak lupa Lian berpamitan kepada kedua orangtuanya. Setelah di dalam mobil Lian pun ketawa-ketiwi sendiri dengan cerita Ibunya. Teman-teman Lian pun terheran-heran ada apa gerangan dengan diri Lian. Lalu Lian pun bercerita kepada teman-temannya tentang kejadian yang menimpa Ibunya.

Di sepanjang perjalanan teman-teman Lian pun tak kuat menahan tawa, dengan apa yang telah mereka dengar.

TAMAT

Cerpen Karangan: Nuzulia Siti Fatimah
Facebook: Nuzuli Siti Fatimah
Alamat: Watupenganten Cabeankunti, Cepogo, Boyolali.

Cerpen Subuh Kepagian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kebahagiaan Jessy

Oleh:
Siang ini, Jessy sedang membantu Ibunya membuat Cake di Toko Ibunya. “Klinting….” suara bel tanda pelanggan masuk. “Jessy.. Bantu Ibu melayani pelanggan!” teriak Ibu. “Baik Bu.” kata Jessy lesu.

Toga Buat Ibu

Oleh:
Malam semakin larut, rintik hujan perlahan membasahi kaca jendela yang sedari tadi terus ku pandangi. “Ara..” tiba-tiba ibu mengagetkan lamunanku. “Iya Bu, ada apa?” jawabku sembari menoleh ke arah

Ujung Dua Sahabat

Oleh:
Datang, duduk, diam itulah yang selalu ku kerjakan selagi pelajaran berlangsung, ku lirik lagi arloji yang melingkar di lenganku pukul 13.00 ku hela lagi napas dalam-dalam rasanya menunggu satu

Allah Itu Adil

Oleh:
Terdengar suara riuh rendah di lokal Aqira, yaitu IV-D. Pak guru sedang membagikan hasil ulangan Matematika. Semuanya takut dan agak deg-degan sambil menelan ludah. Menurut mereka, matematika adalah mata

Cinta Sepotong Donat

Oleh:
Tring… tring… “Selamat sore, selamat datang di Dunkin Donuts. Silahkan mas, mau pesan apa?” sapa seorang perempuan muda pelayan toko donat yang sore itu sedang bertugas. Pelanggan yang disapanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *