Takdir dan Impian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 1 January 2018

Saat ini sang surya masih sanggup memancarkan sinarnya di ufuk timur. Jam wekerku menunjukkan pukul 16.16 WIB. Aku sedang duduk di teras ditemani laptop mungilku, segelas orange juice, dan sebuah novel Harry Potter karya J.K.Rowling. Tanganku yang sedang sibuk mengetik sebuah cerita yang akan dibuatnya, berjudul “Takdir dan Impian”.

Eshter Leena Olivia. Biasa dipanggil Eshter, adalah seorang remaja berasal dari Surakarta, Solo yang saat ini berusia 11 tahun. Eshter adalah seorang gadis remaja yang berketurunan dari keluarga yang sederhana, ayahnya bekerja sebagai buruh tani, dan ibunya bekerja sebagai pelayan toko, sedangkan Eshter juga memiliki dua orang adik perempuan yaitu Tarra dan Rachel yang keduanya masih sekolah di sekolah dasar. Sejak kecil Eshter mempunyai impian menjadi dokter ahli bedah di London.

Perjalanan ini dimulai sejak ia berusia 14 tahun, yang nasibnya malang sekarang ini. Saat itu, Eshter beserta keluarganya akan pulang ke kampung halamannya di Bontang, Kalimantan Timur untuk berlibur di sana. Perjalanan dari Solo hingga dapat tiba di Kalimantan Timur mereka tempuh dengan menumpangi bus dan kemudian dilanjutkan menyeberangi Laut Jawa dengan menggunakan kapal feri. Berbagai rangkaian acara yang menyenangkan untuk mengisi liburan telah mereka siapkan jika sudah tiba di Kalimantan, namun takdir merubah segalanya.

Kapal yang mereka tumpangi terbakar yang hanya tinggal puing-puing kapal yang tersisa. Korban yang hilang dan belum ditemukan saat itu mencapai 183 penumpang, termasuk kedua orangtua Eshter, dan juga kedua saudaranya, Tarra dan Rachel. Sementara Eshter, ia selamat dari peristiwa terbakarnya kapal feri itu. Namun Eshter masih terbaring lemas di posko perawatan dari tim SAR, ada sedikit luka bakar dan lebam di kulitnya.

2 minggu setelah peristiwa mengenaskan tersebut, keluarga Eshter ditemukan dalam keadaan yang sudah tak bernyawa. Mengetahui keluarganya sudah tiada, Eshter tetap tabah dan ikhlas menerima takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan kepadanya dan keluarganya. Salah satu petugas dari tim SAR merasa iba dengan keadaan Eshter saat itu, ia memutuskan untuk menitipkan Eshter ke Panti Asuhan Bunda Kasih di Jawa Barat.

3 tahun berlalu, kehidupan Eshter berubah menjadi lebih baik. Ia diasuh oleh pasangan suami-istri yang berketurunan dari keluarga yang sangat kaya yang bertempat tinggal di Jakarta. Karena mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan. Eshter bersekolah di sekolah sangat favorit di Jakarta dan setiap harinya diantar jemput oleh seorang sopir pribadi ayah angkatnya, Pak Dedi.

Suatu hari, ia bermimpi bertemu dengan keluarganya yang sedang bermain bersenang-senang tetapi tidak dengan Eshter. Ibunya memberi pesan kepadanya, “Nak, jangan bersedih. Suatu hari nanti kita akan bertemu kembali ke dunia yang lebih kekal. Teruskan langkahmu, raihlah cita-citamu setinggi impianmu menggapai langit, sayang. Ayah dan ibu akan selalu ada di sini, tepat di hati kecilmu. We love you, Eshter.”

Sejak saat itu, Eshter terus berjuang serta berusaha dan disertai dengan do’a untuk menggapai cita-citanya. 4 tahun kemudian, berkat kegigihan Eshter ia mendapatkan beasiswa kedokteran dan berhasil meraih cita-citanya untuk menjadi seorang dokter ahli di London.

Cerpen Karangan: Dhea Nadhilah Rizquni S
Facebook: Dheaa Nadilahh

Cerpen Takdir dan Impian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tinta Hitam

Oleh:
Pepohonan mengibas-ngibaskan ranting seraya mengamatiku tajam. Aku termenung dalam dekapan kesengsaraan yang kini menderaku. Dedaunan berjatuhan pelan, kadangkala mengenai kepalaku yang sedang semrawut. Di bawah pohon beringin ini yang

Dear Mama Papa

Oleh:
Pagi yang sunyi, di temani rintikan hujan yang membasahi dunia ini, aku termenung di sebuat kursi di depan balkonku. Di temani secangkir teh hangat. Namaku Sasya Angel Salsabil. Aku

Nana

Oleh:
Nana adalah seorang anak kelas 4 SD yang tinggal di belakang sebuah garasi di rumah yang besar. Dia tinggal dengan Ibu dan Bapaknya yang menyewa kamar belakang garasi rumah

Aku Ingin Sekolah

Oleh:
“Ibu, Mila ingin sekali bisa sekolah kaya temen temen Mila yang lain” keluh Mila kepada Ibu nya. “iya Mila, ibu tau kamu mau sekolah. tapi mau diapain lagi, ibu

Akhirnya ibu Sadar

Oleh:
Kata orang, Ibu adalah malaikat dalam hidupnya. Tapi, aku tidak percaya. Karena, itu tidak terjadi denganku. “Zara!! Di mana kamu!? Dasar anak br*ngsek!!”, teriak Ibu. Aku hanya bisa terdiam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *