Terima Kasih Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 April 2016

Namaku Olivia temanku biasa memanggilku dengan nama Oliv, sekarang aku menyukai hobi menulis cerita semenjak diberi tugas buat bikin cerpen aku semakin bersemangat menulis cerita itu, umurku 12 tahun, waktu kelas 5 aku sangat membenci yang namanya menulis cerita tapi sekarang aku kelas 6 aku malah menyukainya. Haha dasar hukum karma asalnya gak suka jadi suka. Di kamarku selalu berserakan dengan kertas yang berisi cerpen.

Hari ini adalah hari minggu aku mengajak ayah dan ibu untuk pergi ke suatu tempat yang sangat indah, ibu dan ayah mengajakku ke suatu tempat yang sangat indah. Kami sekeluarga menikmati pemandangan yang sangat bagus dan juga indah yang membuat mataku terus memandangnya. Setelah itu aku harus pulang ke rumah karena waktu sudah mulai malam. Saat aku di rumah aku meminjam laptop milik ayah, aku langsung kepikiran dengan sebuah cerita aku menulis cerita itu lalu menyimpannya. Ayahku adalah seorang direktur utama di sebuah perusahaan penerbit buku. Suatu hari ayah menanyakan sesuatu tentang cerita yang aku tulis di laptopnya.

“Oliv apa yang kamu tulis di laptop ayah?” tanya ayah.
“Aku menulis sebuah cerpen,” kataku sambil menonton tv.
“Oh, apa cita-citamu sayang?” sambil duduk denganku di sofa.
“Aku ingin menjadi penulis terkenal, yang bisa membahagiakan orangtua.”
Ayah hanya tersenyum dan memelukku.

Pada suatu saat, sepulang sekolah aku melihat buku di meja belajar yang ternyata itu adalah buku cerita milikku, aku sangat gembira aku berlari menuju ibu lalu memeluknya.

“Ada apa ini sayang?” kata ibu.
“Ibu, seseorang telah menerbitkan buku ceritaku,” kataku.
“Oyah? Selamat ya Nak kamu emang anak yang berbakat.” kata ibu sambil mencium keningku.

Telepon rumahku berbunyi dan ternyata itu telepon dari rumah sakit yang ternyata ayahku dilarikan ke rumah sakit karena mobil yang dikendarainya jatuh ke dalam jurang. Aku dan ibu pergi ke sana. Ayah mengucap kata terakhirnya, “Olivia jaga Ibumu, bagaimana bukunya sudah diterbitkan bukan? Ayah akan mendoakanmu supaya kamu menjadi penulis terkenal.” kata ayah sambil menutup mata untuk selamanya. Ternyata ayah yang menerbitkan buku itu, aku menangis di pelukan ibu. 2 tahun setelah ayah meninggal aku sudah menjadi penulis remaja yang terkenal. Sekarang aku sudah memiliki buku sekitar 150 lebih. Aku sangat bahagia ini berkat ayah yang menerbitkan sebuah cerita milikku. Terima kasih ayah.

Sekian

Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Facebook: Khoirotunnisa Nisa

Cerpen Terima Kasih Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Raka, My Love My Bestfriend

Oleh:
Aku mempunyai seorang Sahabat bernama Raka, Aku sangat-sangat menyayanginya. Angin berhembus kencang, Ku buka mataku perlahan, kemudian aku bergegas wudhu dan menunaikan sholat subuh. Selesai itu, aku mandi dan

Bloody Wounds

Oleh:
Di sebuah perkampungan kecil, tempat dimana Aryan dan ibunya tinggal dalam sebuah rumah tak layak huni. Aryan, anak lelaki berusia 15 tahun yang tak pernah mendapat kehidupan dan pendidikan

Maafkan Aku Bunda

Oleh:
Aku berada di sebuah taman hijau yang indah dipenuhi dengan bunga-bunga merah yang bermekaran, di tengahnya ada kolam air bundar yang penuh dengan susu coklat yang sangat menggiurkan, di

Demi Ayahku

Oleh:
Dinginnya pagi bersama terpaan embun yang menuntun langkahku untuk menuntut ilmu, sesuatu yang wajib kulakukan sebagai pelajar. Tidak seperti biasanya, pagi ini dinginnya udara sampai menembus pori pori kulitku

Sorry, Mom

Oleh:
Sudah tiga tahun lamanya, sejak ayah dan ibu berpisah. Hari itu tanggal 20 Agustus 1998 bertepatan dengan ulang tahunku. Ayah pergi meninggalkan aku dan ibu setelah pertengkaran dashyat pada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *