Terima Kasih Kakak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 14 June 2017

Suatu hari ada kakak beradik yang selalu rukun. Sang Kakak bernama Erlinda yang berumur 20 tahun dan sang adik bernama Riana yang berumur 15 tahun. Riana dan Erlinda memiliki cita cita yang sama, yaitu menjadi Desainer Interior, dan pengusaha furniture, meneruskan usaha dari ayah mereka

Suatu hari Riana melihat kakaknya sedang bergembira sekali, di dalam hati kecil Riana berkata “Ya Tuhan terima kasih kau telah membahagiakannya”. Kakak Riana memang memiliki kekurangan dalam hal berbicara dan mendengar, sehingga Rianalah teman satu-satunya bagi Erlinda.

Kini Riana dan Erlinda telah tumbuh dewasa, tiba saatnya untuk mengejar mimpi mereka. Suatu hari Riana kepikiran untuk mengembangkan usaha ayahnya di luar daerah. Harapan itu terkabul. 4 minggu kemudian Riana dan Erlinda pergi ke luar kota menggunakan kereta api. Di sana Riana dan Erlinda saling bekerja sama. Riana tak pernah merasa malu kepada orang orang dan kliennya akan kondisi kakaknya. Riana tetap menganggap kakaknya itu sebagai kakak yang terbaik dan teman yang terbaik.

Suatu hari hasil pekerjaan Riana dan Erlinda mendapat komplain dari pelanggan, pelanggan itu tidak terima dan memintanya mengganti rugi dengan yang baru. Riana menjadi binggung, apa yang harus dia lakukan, dan kali ini Riana dan Erlinda mengalami banyak kerugian.

Tak tega melihat Riana, sang kakak, Erlinda, mencari pekerjaan sampingan tanpa sepengetahuan Riana. Tapi apa daya kondisinya pun tak memenuhi, akhirnya ada seseorang yang berbaik hati memberikan pekerjaan sampingan untuk Erlinda yaitu sebagai pencuci piring. Hasil dari bekerja sebagai pencuci piring itu, Erlinda gunakan untuk membantu Riana dalam mengganti rugi pekerjaannya. Hasilnya pun lebih bagus dari sebelumnya, dan pelanggan pun juga bertambah banyak. Akhirnya Riana tau bahwa selama ini ia dibantu oleh kakaknya, dimana sang kakak rela menjadi seorang pencuci piring. Kini usahanya sudah sukses berkat Erliinda.

Suatu hari Riana dan Erlinda mengunjungi orangtuanya. Orangtuanya pun bangga denga Riana dan Erlinda. Setelah mengunjunjungi orangtua mereka Riana mengajak Erlinda pergi ke pantai untuk menikmati senja di sore hari. Matahari perlahan-lahan mulai tenggelam saat itu Riana berkata kepada kakaknya “Kakakku, kau telah berjuang untukku dan untuk semua juga, terima kasih, apapun yang terjadi aku akan selalu menemanimu, aku akan selalu membantumu hingga akhir hayatku… Terima Kasih kakak… Terima Kasih Tuhan…”

Cerpen Karangan: Andriana Dwi
Facebook: Andriana Dwi
Suka menulis cerpen sejak berumur 9 tahum

Cerpen Terima Kasih Kakak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Padun

Oleh:
“Dun, mau kemana kamu?” tanya mbak Ayu sambil menarik tanganku. “Merantau, aku ora tahan nak kaya gini terus. Hidup dalam kemiskinan bukan tujuanku mbak” ketusku sambil melepas gegaman tanganya.

Tersadar

Oleh:
Nama ku Hisanah aku terlahir dari keluarga yang bahagia dan berkecukupan, memiliki ibu nan lembut, ayah yang bijaksana, aku merupakan anak tertua dari 3 bersaudara, Hasnah dan Hasyim nama

Oppa, Mianhae

Oleh:
Jingga matahari terbit seakan tak nampak tertutup gumpalan awan yang redup. Gemuruh guntur di langit terdengar samar dari kejauhan Kota Seoul. Udara sekitar menghembus gigil beku, menghempas tubuh seorang

Keluarga Ku Motivasiku

Oleh:
Aku adalah anak yang manja dan selalu mengandalkan orang-orang di sekelilingku. Aku sangat menyayangi ibu dan bapakku. Mereka selalu memberikan yang terbaik dan paling baik untuk ku. Sekilas aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Terima Kasih Kakak”

  1. dinbel says:

    Ichhhh soswitssssss bangetsssss.
    Gooddddssssss jobs dech, buat si pengarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *