Terimakasih Atas Dukunganmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 18 May 2013

Aku terdiam, tertunduk dan memejamkan mata. Dan tiba-tiba aku menitikan air mata yang membasahi jilbabku. Hati ini tersakiti, hati ini membengkak dan hati ini menahan amarah. Sungguh kesalahan yang tak bisa kumaafkan. Kesalahanku yang membuat kedua orangtuaku selalu mengelap keringatnya, selalu tidak mengenal letih, selalu memperjuangkan pendidikan untuk anak–anaknya.

Ku siapkan mentalku untuk berbicara kepada kedua orangtuaku. Aku takut orangtuaku merasa keberatan atas keputusanku ini. Keputasanku ini adalah mendaftar di SMKN 1 KARAWANG yang ternyata kebanyakan muridnya laki-laki. Tak sanggup ku mendengar amarah yang akan ku dengar dari kedua orangtuaku. Tapi mereka mengerti keinginanku dan mereka mengizinkanku untuk bersekolah di sana.

Aku mencari semua informasi tentang pendaftarannya. Dan salah satu persyaratannya memakai biaya. Dan itu cukup besar untuk golongan keluargaku yang sederhana. Aku tak sanggup untuk berbicara tentang salah satu persyaratan ini. Tapi aku yakin bahwa untuk menuju sukses harus ada pengorabanan. Meskipun itu menyakitkan… Kuceritakan semua persyaratannya kepada orangtuaku. Dan kedua orangtuaku siap untuk membiayaiku.

Betapa terharunya aku melihat kesanggupan mereka meskipun mereka harus bekerja keras untuk pendidikanku. Untuk menjadi siswa SMKN 1 KARAWANG, aku harus mengikuti test yang diadakan di sekolah SMKN 1 KARAWANG.

Sebelum aku berangkat untuk mengikuti test. Aku meminta restu kepada kedua orangtuaku. Apalagi ibuku, aku meminta mendoakanku saat test nanti. Ku jalani test demi test dan saatnya telah tiba untuk hasil kelulusan. Aku berdo’a setelah shalat. Agar aku lulus dan membahagiakan orangtuaku yang telah siap untuk membiayaiku.

Test yang terakhir membuatku sedih. Sedih karena harus melibatkan orangtuaku untuk mengikuti test wawancara. Test wawancara itu merupakan kesiapan orangtuaku dalam membiayaiku nanti. Hatiku tertegun melihat jawaban orangtuaku dengan tegas mengatakan “SIAP”.

Aku termenung dan memikirkan betapa siapnya orangtuaku dalam mendukung pendidikanku. Sedangkan aku? Aku yang selalu sedih karena orangtuaku yang selalu siap meskipun pahit untuknya tetapi manis untuk anaknya. Dari situlah aku berusaha untuk menjadi yang terbaik dan berjuang untuk membuktikan usaha kedua orangtuaku yang telah mendukungku.

Tibalah untuk hasil kelulusan test. Aku berbaris menunggu pembagian surat kelulusan. Dan setelah mendapatkan surat kelulusan. Hatiku berdebar-debar untuk membukanya. Aku takut jika aku tidak di terima, bagaimana perasaan kedua orangtuaku? Tapi aku yakin, aku telah berusaha dan berjuang untuk melihat mereka tersenyum jika aku di terima di sekolah yang aku inginkan.

Ku buka surat itu sedikit demi sedikit dan tertulis kata “LULUS”. Akhirnya.. “AKU DITERIMA”. Tidak sia-sianya kedua orangtuaku mendukungku dan berjuang untuk pendidikanku. Hatiku senang bercampur sedih karena untuk kedepannya orangtuaku harus mengeluarkan uang berjuta-juta untuk pendidikanku.

Aku segera pulang dan memberitahu ibuku yang sedang di rumah. Sesampainya di rumah, ternyata di rumah tidak ada orang. Biasanya ibuku mengantarkan adikku ke sekolah taman kanak-kanak. Ku susul ibuku dan aku bertemu dengannya. Aku ingin menangis karena terharu jika nanti ibuku sangat senang mendengar kabar ini.

Ku berikan surat kelulusanku. Ibuku membacanya dan ia sangat senang dan langsung memelukku. Ku lihat matanya menitikan air mata. Ku sadari betapa ibuku menginginkan aku di terima di sekolah yang aku inginkan.

Saat malam hari ayahku pulang. Ku beri tahu kelulusanku. Dan ia juga sangat senang. Ayahku puas dengan perjuangannya yang siap untuk membiayaiku.

Aku bersyukur karena ALLAH SWT telah mendengar do’aku dan mendengar do’a ibuku yang setiap shalatnya dia mendoakanku. Tetapi semua ini adalah ujian untukku dan keluargaku kedepannya.

Hatiku mulai menangis untuk kedua orangtuaku yang telah bekerja keras, mendoakanku, merasa pahit meskipun manis untuk anaknya, merasa letih untuk mencari uang. Dan juga aku berterimakasih untuk kedua orangtuaku yang telah mengeluarkan uang berjuta-juta mungkin bermiliyar-miliyaran dari aku kecil sampai besar. Aku hanya mengucapakan TERIMAKASIH untuk kedua orangtuaku yang selalu mendukungku, membesarkanku, dan selalu ada untukku. Aku akan membalas semua untukMU. Ayah ibu aku selalu menyayangimu.

Cerpen Karangan: Nurannisa Widiawati
Facebook: nurannisa.widiawati.56[-at-]facebook.com

Cerpen Terimakasih Atas Dukunganmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Radit dan Pak Toto

Oleh:
Suatu hari tinggalah seorang anak bernama Radit. Ketika umur anak itu menginjaki usianya yang ketujuh tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan. Saat itu Radit masih berada di bangku

Surat ini Kuberikan Untuk Ibu

Oleh:
Andi duduk di kursi, Seorang dokter ahli jiwa terlihat sedang mengecek kertas-kertas. Suasana begitu tenang, Andi yang terlihat biasa saja bahkan tidak tahu apa yang terjadi mencoba melirik surat

Jendela Kesayangan

Oleh:
Cuaca malam ini begitu tak mendukung. Bukan lagi gerimis, derasnya hujan disertai suara dari cahaya-cahaya yang menghiasi langit malam begitu menggelegar, membuat tubuh semakin gemetar. Sayup-sayup terdengar suara hentakan

Kakak Sayangi Aku

Oleh:
Suara dentingan sendok makan mewarnai suasana pagi ini, menjelang berangkat ke sekolah aku telah terbiasa selalu sarapan. “Ibu, aku berangkat.” Itu suara kak Indra membuatku harus cepat-cepat menyelesaikan sarapanku.

Different (Part 1)

Oleh:
Embun itu terus membuat tatapan Keyzie kosong, French toast yang dilapisi selai cokelat hazeulnut impor yang dibeli Papa-nya ketika berkunjung ke Australia tak kunjung habis, angin yang memakan kehangatan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *