Terimakasih Nenek

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 November 2018

Selama liburan musim panas, aku menginap di rumah nenekku. Karena, nenek hanya tinggal sendiri di sana.

“Fika, ini rotinya!” nenek memberikanku sebuah roti berselai cokelat.
“Terimakasih nek!” kami pun makan pagi bersama.

Saat itu, cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan turun dengan deras ditambah dengan suara petir. Aku hanya bisa berdiam diri di kamar sambil menulis diary. Sedangkan, nenek sedang menjahit.

“Nenek, sebentar lagi Fika udah pulang lho, balik ke kota lagi deh!” kataku saat makan malam.
“Iya Fika, nenek kesepian lagi nih” jawab nenek dengan suara yang serak. Maklum, nenekku ini sudah berumur 83 tahun. Kami pun melanjutkan makan malam.

Jam menunjukan pukul 8 pagi. Aku sudah dijemput oleh kedua orangtua dan adikku yang bernama Fia. Umurnya masih 4 setengah tahun.
“Fika, ini untukmu. Sebuah sweater untuk musim dingin besok” nenek memberikan ku sebuah sweater jahitannya sendiri. Sungguh bagus sweater tersebut. Warnanya biru, dan terasa hangat jika dipakai.
“Wah, makasih ya nek!” aku memeluk nenek.
“Dada nekkk!!! maaf ya, Fika udah ngerepotin nenek. Kalau liburan, pasti Fika ke sini lagi” aku melambaikan tangan dari kaca mobil.
“Iya, sama sama cucuku!”

Ketika musim dingin, aku selalu mengenakan sweater pemberian nenekku. Nyaman dan hangat.

“Hikss.. hiksss” aku mendengar suara isakan tangis. Aku pergi ke kamar mama.
“Mama kenapa nangis?” aku panik.
“Nenek meninggal!!!”
“APA?!” aku ikut menangis.

Di kamar nenek, aku melihat tubuh nenek yang terbujur kaku. “Nenekkkk!!!” aku memeluknya. Jasad nenek memancarkan senyuman hangat.

“Terimakasih ya nek” bisikku

Malam harinya, aku bermimpi melihat nenek dengan senyuman yang terpancar.
“Jadi anak yang baik ya, Fika” lalu menghilang begitu saja.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Terimakasih Nenek merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Pelangi

Oleh:
Hari ini aku pergi bareng kedua sahabat yang palng aku sayangi, yaitu JIHAN dan PHELSCHA. Sebenarnya sih, gak hari ini saja aku pergi bareng mereka, tapi hampir tiap hari

Dua Sahabat (Part 2)

Oleh:
“Apa Bel?” Tanya Enna dan Ella berbarengan. “Kompak amat!, Oh ya! Aku punya rencana, kalian setuju ngak?” Tanya Amabel. “Gimana mau setuju Bel, kamu belum kasih tau rencananya!” Ucap

Fara Adik Ku

Oleh:
Aku terbangun dari tidurku mencari-cari handphone (hp) ku yang sebelumnya aku taruh dengan asal di atas ranjang tadi. Aku tak menemukannya, aku melirik jam dinding di atas meja belajarku

Selamat Jalan Bun

Oleh:
Hai! Namaku Zharine Dyllana Aika. Panggilanku Ana. Suatu sore yang indah, sehabis pulang sekolah, aku mendengar ayah dan bunda sedang membicarakan sesuatu yang serius. Aku mengupingnya dari balik pintu

Pelangi Yang Hilang

Oleh:
Jam berdetak cepat secepat detak jantung keyla. ia melangkah kesana-kemari layaknya setrika yang sedang menyetrika pakaian. ia tidak memikirkan apa-apa kecuali adiknya reyhan yang sedang operasi. keyla tidak bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *