The Hidden Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 7 December 2017

Kita sedarah tapi kita tidak menyatu, mungkin itulah kalimat yang cocok untukku dan kakakku. Selama ini rasanya aku hidup seperti anak tunggal yang tak mempunyai saudara. Hal ini terjadi semenjak kakakku tumbuh remaja, dia berubah dan tak pernah peduli denganku. Entah apa yang membuatnya berubah seperti itu.

Itulah yang membuatku ingin kembali ke masa kecil, dimana kita masih bisa bermain bersama, dia yang menjagaku, dan dia yang masih peduli denganku. Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, “aku salah apa sih sama dia?”, “apa dia masih menganggapku adik?”. Untungnya ketika aku masuk SMA, aku mempunyai seorang kekasih yang bisa menjadi sosok kakak untukku. Sehingga aku sedikit melupakan sikap kakakku itu.

“kamu tau nggak, kalo kamu itu adalah anugerah yang dikirim buatku” itulah kata-kata yang sering aku katakan pada Andi, pacarku.
“Iya aku tau, karena kamu itu sering banget ngomongin itu, Nana sayang” ejek dia sambil mencubit pipiku .
“Emm iya iya” balasku dan sambil bersandar ke pelukannya.
“Tapi kamu itu harus baikan sama kakakmu, kalian itu kan saudara. Aku tahu pasti kakakmu itu peduli kok sama kamu, nggak ada seorang kakak yang nggak sayang sama adiknya. Aku juga seorang kakak, jadi aku tahu.”
“Tapi kakakku itu beda sama kamu Ndi, udahlah nggak usah bahas masalah itu.”

Selama ini aku jarang menghabiskan waktu di rumah karena kalau aku di rumah pasti aku hanya akan memikirkan tentang sikap kakakku itu. Entahlah mungkin dia punya perempuan yang dia suka, sehingga dia melupakanku. Ketika di rumah pun kita nggak pernah komunikasi. Kalaupun komunikasi itu pun cuma secuil kalimat.
“Kak, punya pensil nggak?” Tanyaku baik-baik.
“Nggak ada.” Dan jawabnya ketus.

Suatu hari aku menerima telepon dari adiknya Andi, dia bilang Andi kecelakaan dan kondisinya kritis. Aku segera menuju ke rumah sakit namun ketika sampai di sana, kulihat keluarganya menangis histeris. Kuhampiri mereka perlahan.

“Kak Andi udah pergi kak” ucap Nisa sambil sesegukan.
Aku pun hanya bisa tertunduk lemah dan menangis. Aku merasa separuh hidupku ikut meninggalkanku. Karena dialah penyemangat hidupku selama ini, orang yang memberiku banyak warna kehidupan.

Sudah sebulan sejak kepergiannya, namun aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dia meninggalkanku. Perasaanku benar benar hancur dan kosong.

“Udah sebulan kamu masih kayak gini” ketus kakakku.
“Kakak itu nggak tau apa-apa, lagian kakak ngapain sok peduli sama aku” balasku dengan nada tinggi.
“Aku itu kakakmu, wajar lah kalau aku peduli sama adik sendiri”
“Oh yaa, selama ini aku nggak ngerasa kalau kakak itu peduli, selama ini aku cuma ngerasa kalau kakak itu sama sekali nggak nganggep aku adek” kemarahanku yang selama ini aku tahan akhirnya meledak hingga aku tak sadar dengan apa yang aku ucapkan.

Hingga suatu saat, aku tersadar dan aku sudah berada di rumah sakit. Aku tak sadarkan diri selama beberapa hari, dokter bilang ini karena aku terlalu capek dan jarang makan. Ya selama kepergian Andi, aku tak memiliki semangat lagi. Lalu orangtuaku bilang bahwa selama ini kakakku lah yang merawatku ketika aku di rumah sakit. Mereka bilang bahwa kakakku itu sangat peduli denganku, namun dia terlalu gengsi untuk menunjukkannya. Akhirnya aku teringat dengan perkataan Andi bahwa nggak ada seorang kakak yang tidak peduli dengan adiknya sendiri.

Cerpen Karangan: Nisfi Syahriyah
Facebook: Nisfi Syahriyah

Cerpen The Hidden Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


6 Desember

Oleh:
“Ya ampun.. Kakak belum bangun juga!” Terdengar suara Viza sedikit kesal karena melihat tempat tidur kami yang masih berantakan. Ditambah dengan sekujur tubuh yang tergeletak masih terlelap di atasnya.

Kesempatan Kedua (Part 1)

Oleh:
“..allah huakbar allah huakbar…” adzan subuh yang terdengar keras dari masjid kecil di dekat rumah sunarto langsung membangunkan si sunarto yang merupakan duda dengan satu orang anak ini dari

Ketika Kau pun Menjagaku

Oleh:
Malam itu ada yang aneh dengan mata saya, entah kenapa tapi air matanya selalu saja keluar. Padahal tidak kemasukan benda sekecil apapun. Saya lihat di cermin pun tidak kelihatan

Titik

Oleh:
Langkah buram sudah kumulai saat aku terlahirkan di dunia, kalian mungkin tidak menyangka bagaimana aku bisa hidup tanpa kedua tangan, wajahku tidak setampan lelaki yang kau temui sepanjang langkah,

Tuhan Kenapa Kau Berikanku Sedikit Waktu

Oleh:
Di sebuah Desa terdapat sebuah keluarga yang hidup miskin. Karena sedikitnya gaji yang diterima sang suami, Mereka selalu berhutang dan telat membayar pajak maupun Kos-kosan. Suatu hari karena mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *