The Twins Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 30 September 2018

Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang bernama Raziya Fatimah. Dia sangat suka dengan segala sesuatu yang berbau kembar dan dia juga memiliki 3 orang teman yang kembar. Mereka bernama Tania Fatimah, Adifa Fatimah, Azrina Fatimah. Mereka memiliki Keunikan Yaitu Kesamaan Tanggal Lahir dan Waktu Kelahiran Yang Berdekatan. Mereka Lahir Pada Tanggal 6 Oktober 2002. Raziya Lahir Pada Pukul 04.30 WIB, Tania Lahir Pada Pukul 04.32 WIB, Adifa Lahir Pada Pukul 04.33 WIB, Dan Azrina Lahir Pada Pukul 04.34 WIB. Raziya Pernah Menanyakan Tentang Temannya kepada ibunya. Namun ibunya marah dan Memberitahu Kepada Raziya Untuk Jangan menanyakan hal tersebut lagi. Hingga pada suatu siang hari, Raziya sedang beristirahat bersama temannya di suatu taman.

“Siang begini, apa ya kegiatan yang bagus dilakukan untuk kita?”. Tanya Adifa “Lebih baik kita berjalan-jalan keliling kota. Sekaligus mencari ilmu.”. Jawab Raziya “Ide yang sangat bagus”. Azrina Menimpali Mereka menyetujui rencana Alya dan mereka pun menaiki mobil yang dikemudikan oleh Pak Hendro, supir kepercayaan Keluarga Raziya.

Selama perjalanan. Mereka sangat menikmati perjalanannya. Saat sedang menikmati perjalanan, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan mobil yang mereka tumpangi mengerem mendadak. “Kenapa hal ini terjadi?”. Tanya Raziya “Anu… Sepertinya ada yang tertabrak nak Raziya”. Jawab Pak Hendro Alya terkejut mendengar jawaban dari Pak Hendro.

Tanpa buang-buang waktu, Raziya dan Sahabatnya langsung keluar dari mobil untuk mengecek korban. Pikiran Raziya pun tidak enak. Benar saja, Alya amat terkejut melihat orang yang ditabrak Pak Hendro. “Perasaan aku kenal dia, tetapi di mana ya”. Tanya Raziya dalam hati Belum sempat Alya memeriksa kondisi korban. Korban tersebut telah tidak sadarkan diri. Dan akhirnya Raziya menyuruh Pak Hendro untuk membawa korban ke Rumah Sakit.

Di Rumah Sakit…
“Di mana aku?. Kenapa bisa aku bisa berada di ruangan ini?”. Tanya Si Korban “Kamu berada di Rumah Sakit. Anu… Sebenarnya kamu tadi ditabrak oleh supir aku. Aku minta maaf ya. Aku hampir lupa, siapa nama kamu?” Jawab Raziya “Nama aku Aderald Assyraaf. Biasa dipanggil Aderald”. Jawab Aderald ‘Aderald Assyraaf?. Perasaan aku ingat. Dia kan saudara aku yang sudah lama hilang. Jadi sebenarnya…’ Kata Raziya dalam hati.

Setelah Alya berkenalan dengan Aderald. Tiba-tiba muncul suara yang tidak asing didengar Raziya. Ya, suara Adifa. Namun Adifa tidak sendiri. Dia bersama Bapak, Ibu, Azrina, dan Tania. “Maafkan Ibu dan Bapak nak, Ibu tidak memberitahu bahwa kamu itu punya saudara kandung. Dan sebenarnya Azrina, Adifa dan Tania itu saudara kamu. Dan akhirnya kita menjadi satu keluarga yang utuh”. Ibu menjelaskan panjang lebar. Raziya pun menangis setelah mendengar penjelasan dari ibu dan berpelukan dengan Aderald, Adiva, Azrina dan Tania. “Aku akan berusaha menjadi kakak yang baik bagi adik sekaligus saudara kandung serta sahabat”. Janji Raziya dalam hati

Cerpen Karangan: Assyifa Ramadhani
Blog / Facebook: Muhammad Akhdan Syamil Raditya

Cerpen The Twins Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bocah Penjual Es Batu

Oleh:
Di persimpangan jalan yang sempit, seorang bocah lelaki berteduh di bawah pohon mahoni rindang yang ada di pinggir jalan itu. Hari ini hujan deras sekali. Bocah itu membawa sebuah

Jangan Bohong Kak

Oleh:
Aku punya kakak. Dia tinggi dan tampan. Dia segalanya bagiku. Sejak orangtuaku meninggal, aku hanya bergantung padanya. Dia selalu melakukan hal yang benar. Dia sempurna. Kadang, jika aku punya

Bunga Yang Aneh

Oleh:
Pagi itu embun masih terlihat di mataku. Embun itu membasahi setiap dedaunan yang berada di depan rumahku. Mataku terpancar saat aku melihat indahnya bunga mawar yang sedang mekar itu.

Kupu Kupu Taman

Oleh:
Feby duduk melamun di bangku taman, dia memandang kupu-kupu taman yang terbang tinggi, kadang kala kupu-kupu itu hinggap di atas bunga yang bermekaran. Suara teguran seseorang mengagetkan Feby. “Feby,

The Power Of Aisa

Oleh:
“Bu, aisa pergi sekolah dulu ya”, aku mencium tangan ibuku, “ya” sahut ibuku, begitulah setiap hari, ibuku bukan perempuan yang banyak bicara, ia sangat pendiam, aku selalu berpikir bahwa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *