This Is a Dream or Real

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 19 August 2017

Pagi yang kurang cerah. Awan mendung menyelimuti kota. Gemuruh petir terus menyambar bersautan. Kilat menjilat-jilat. Hawa dingin menusuk tulang. Angin malam menyerbu kamarku.

Tepatnya pukul 06.00, aku masih enggan membuka mata. Kutarik selimut kembali. Oh tidak. Aku belum salat subuh. Segera kuambil air wudhu. Kutunaikan salat. Hanya 5 menit. ingin ku tidur kembali. Tapi, apa yang dilakukan Mama di pojok TV?. Dia mengerang kesakitan.

“Apa yang dilakukan Mama di situ?” seruku
“Tidak, Mama tidak melakukan apaun” jawab Mama terlihat bohong.
“Hah, kenapa Mama menyayat tangan Mama sendiri? tanyaku terkejut.” Kenapa Mama meminum darah itu?. Apa yang Mama lakukan?” seruku kembali
“Hem, apa kamu mau?. Ini hanya sebuah sirup dengan rasa soda. Cobalah”
“Hei Mama minum miras?, nark*ba juga Mama konsumsi?”
“Bukan, jangan bilang nark*ba. Itu tidak sopan. Ini hanya sebuah pil yang akan membawa kita terbang.”
“Kita??, aku tidak mau. Jadi, ini Mama yang aku anggap pahlawan?. Apakah ini pelampiasan Mama atas perceraian kemarin? Tak kusangka Mama tega melakukan ini.”
“Tidak, sayang. Ayolah minum ini. Ini sangat menyenangkan.”
“Tidak Mama jahat”
“Kamu bilang apa, heh? Jahat?. Kalau mama jahat mama tak akan biarkan kamu bernafas”
“Apa mama sudah gila?”

PYAAAAAR
Mama membanting sebuah gelas. Wajahnya begitu mengerikan. Pucat pasi. Matanya merah. Bibirnya kering mengelupas. Giginya kuning, tangannya penuh dengan sayatan. Apa yang dilakukan mama disaat aku membutuhkan kasih sayang. Papa sudah pergi entah ke mana.

“Kamu mau tahu jahatnya mama? Iya?”
“Kumohon mama sadar”
“Sudah telat” ia malah menggenggam gelas yang sudah pecah tadi. Alhasil tangannya memancar darah segar. Aku sendiri tak tega melihatnya.
“Hentikan, ma!”
“Mama mengerti kamu belum puas. Mama tahu jika mama mati mungkin kamu akan senang.”
JLEEEEB
“Awwww” erangku
“Tapi, kamu anak yang terlalu susah diatur”

Entah apa yang terjadi tapi perutku sakit sekali. Sepeti ada sebuah pisau yang menancap. Tapi ini memang pisau. Tak lama pandanganku kabur dan semua menjadi hitam.
“Awwww. Tidak. Apa yang terjadi?. Ini semua mimpi?”
Kuharap ini semua mimpi.

Kulihat di ruang makan, mama sedang menyiapkan sarapan. Dia melihatku dan tersenyum. Tiba-tiba aku teringat papa. Bagaimana jika semua ini terjadi pada papa. Aku takut apa yang harus kulakukan? Iya aku harus bangun dari tidurku. Mandi dan segera berpakaian.

Tok Tok Tok
“Papa!!, Mama ada papa”

Kini, keluargaku kembali utuh. Ini semua berkat kehendaknya yang begitu luar biasa. Mimpi bukan hanya tempat menaruh ekspresi. Mimpi yang sebenarnya adalah mimpi yang mampu memberi kebahagiaan yang nyata. Dialah Sang Maha Pengasih, pengatur bunga tidur yang sempurna.

Cerpen Karangan: Dini Tessa Saputri
Facebook: Dinie Dinie

Cerpen This Is a Dream or Real merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hati Seorang Ayah

Oleh:
Tengah tersandar dari lelah yang menguras semua tenaganya, juga tetesan peluh rela ia buang, bersama hari-hari yang dipenuhi sandaran doa di setiap langkahnya.. Begitulah ratapan hidup seorang lelaki tua

Ayo Kejar Mimpimu! (Part 2)

Oleh:
Selesai les… “Aku duluan ya Sal! Udah dijemput soalnya,” pamit Wulan. “Oke, daaahh… sampai jumpa besok,” Salwa pun melambaikan tangannya, Wulan pun membalasnya dengan lambaian juga. “Huuhh! Mama mana

Cempaka

Oleh:
Dengan buru-buru cempaka memakai sepatu bututnya yang sudah rusak dan dekil itu, sambil memekai sepatu cempaka melirik emaknya yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya. Sementara itu bapaknya sedang

Si Bungsu

Oleh:
Sedari tadi perhatianku tertuju pada kursi yang sedang diduduki Ibu. Kursi lusuh, tua, dengan debu yang menempel itu adalah pemberian mendiang nenek buyutku dan menjadi satu-satunya kursi yang berada

Kenapa Harus Aku

Oleh:
Perkenalkan namaku Xica (panggil: sica). aku mempunyai seorang kakak. Ia bernama Xico (panggil: sico. Papa dan mamaku sedang ada di luar negeri. Jadi, aku di rumah hanya bersama kakakku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *