Titip Rindu buat Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 January 2021

Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik

Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah

Aku hanya memanggilmu ayah
Disaat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku t’lah jauh darimu

Suara band Seventeen mengalun indah di kamarku. Menemani diriku yang sibuk melamun. Menghela nafas. Tersenyum kecut. Ayah? Aku terkadang lupa bahwa kita terlahir ke dunia ini karena orangtua. Maksudku aku lupa bahwa orangtua kita bukan hanya Ibu tapi juga Ayah. Namun yang menjadi masalahku adalah aku tidak tau siapa Ayahku. Sejak kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah. Bagaimana aku bisa merasakannya jika aku saja sebagai anaknya tak pernah bertemu?

TOK.. TOK… TOK…
“Sayang, kamu ada di dalam?”
Ketukan pintu disambung dengan pertanyaan itu membuyarkan lamunanku. Itu Ibuku. “Kenapa Bu?” Tanyaku setelah membuka pintu. Tersenyum pada Ibu. “Ibu mau mengajakmu ke suatu tempat. Ibu tunggu ya.” Ibu mengusap kepalaku sejenak, tersenyum. Lalu melangkah menjauh. Aku menatap punggung Ibu. Entah hanya perasaanku saja atau memang begitu adanya, setiap Ibu mengunjungi kamarku saat aku sedang menyetel lagu yang berkaitan dengan Ayah, wajahnya meredup. Walau aku tau Ibu berusaha menutupinya dengan senyuman.

Mengingat tadi Ibu menggunakan pakaian berwarna putih, aku pun juga. Kurasa kali ini Ibu tidak akan mengajakku ke Mall atau pusat perbelanjaan, namun ke suatu tempat yaitu…
“Pemakaman?”
Ibu menoleh ke arahku, dengan hati-hati memarkirkan kendaraan kami. “Ayo turun, Sayang.”
Dengan kaki gemetar dan jantung berdegup kencang, aku mengikuti langkah Ibu.

“Ayah kamu meninggal dalam kecelakaan tunggal. Waktu itu Ibu ada di rumah sakit, melahirkan kamu. Kata saksi mata, mobil Ayah melaju dengan kecepatan tinggi. Itu adalah kebiasaan Ayahmu saat dia merasa senang atau bahagia. Buru-buru memang berakibat buruk. Saking buru-burunya Ayah, dia sampai kecelakaan. Ayah sempat dibawa ke rumah sakit namun di perjalanan kehabisan darah. Dan meninggal dunia.”

Aku terpaku mendengar cerita Ibu. Ibu memang tidak menangis namun ku tau matanya berkaca-kaca.

“Selama 18 tahun ini, Ibu coba melupakan kejadian itu. Kamu yang baru lahir belum disentuh oleh Ayah, belum dicium pipinya atau dikumandangkan adzan. Ibu salah, Ibu hanya menunggu sampai kamu mengerti. Sebentar lagi kamu dewasa. Sudah semestinya kamu kenal dengan Ayah. Maaf…”

Aku memeluk Ibu erat, Ibu terisak. Aku terisak. “Hai Ayah. Ini aku putrimu. Putrimu sudah besar. Walau aku tak pernah bertemu langsung, aku senang. Aku tetap memiliki seorang Ayah. Semoga Ayah tenang disana. Selamat jalan Ayah.”

Ayah dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan

Lagu itu mengalun indah. Aku tersenyum manis. Setidaknya aku bisa mengunjungi makam Ayah dan mendoakannya.

Cerpen Karangan: Hafida Nurfa
Biasa dipanggil Da. Semoga cerpenku ini bisa dimuat. Temui aku di Wattpad: Daa_zure

Cerpen Titip Rindu buat Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Why Did You Leave Me?

Oleh:
Hai, namaku Milaya Amalia Zakila. Aku bisa dipanggil oleh keluarga, dan teman-temanku Kila. Aku tinggal di Bogor, Jawa Barat. Aku bersekolah di SD At-Taufiq. Aku punya 4 sahabat. Mereka

Takdir Dibalik Pengkhianatan

Oleh:
Malam ini Elsa duduk terdiam, di bawah malam tak berbintang. Ia mengharapkan hujan datang menemani hatinya yang sedang berduka. Ditemani sebuah buku diary hadiah ulang tahunnya yang ke 17,

Arti Sebuah Nama

Oleh:
Berawal dari hidupku yang teramat membosankan dan tidak akan bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. Aku terlahir pada malam sabtu pahing dan ditakdirkan menjadi seorang anak. Konon katanya menurut penanggalan

Misteri Kematianku

Oleh:
Namaku Dara Allison. Aku sebuah jasad yang belum ditemukan. Umurku 17 tahun saat kematianku. Saat ini aku berada dalam alam yang berbeda. Tapi aku masih heran tentang kematianku. Banyak

Sahabat Adalah Jiwaku

Oleh:
Hai teman! Namaku catherine ariany mamaku orang bandung papaku orang pakistan. Hari ini adalah hari pertama aku sekolah aku sekolah di sekolah permata bakti mulyo (nama sekolahnya karangan) sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *