Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Tinta Merah

Darah mengalir dengan perlahan dari luka yang terbuka. Kau tersenyum padaku seakan menjahit mili demi mili luka ini. Perih menjalar ke urat sarafku menyadarkan otakku, aku mulai memutar lagi rekaman tadi, apa yang terjadi...

Fur Elise

Malam tahun baru yang sunyi, aku menghabiskannya bersama Piano kesayanganku dan memainkan Für Elise, yah! setidaknya itu bisa membuat hatiku tenang. Oh iya, namaku Fawne Elisabeth, aku terlahir dari keluarga yang cukup mapan....

Rindu Sahabat Lama Ku

Iseng-iseng bongkar lemari buku, aku menemukan sebuah kotak berwarna merah dan bermotif bunga-bunga kecil di sudut kanan rak buku paling bawah. “Masih cantik nih kotak” gumamku, sambil tersenyum. Hasratku sudah tak sabar...

Dentingan Bersayap

Dunia telah bersaksi, tiada yang abadi. Rambut indah juga akan rontok, pakaian mahal tak juga dibawa mati. Perbuatanku yang akan menentukan, Surga atau Neraka? Jika harus memilih, pastilah aku memilih surga. Jika esok adalah...

Impian Kayra

Halo! Namaku Kayra. Aku lahir dalam keluarga kurang berada. Aku tidak bisa sekolah karena tidak bisa membayar buku-buku sekolah. Kehidupan ini tidak akan berlangsung lama, kok. Pagi itu, aku bersiap-siap sambil membawa keranjang...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Titip Rindu Buat Ayah

  1. kusnita sari 19 August, 2014 at 3:09 pm | | Reply

    SeDiH bNgEt…
    BkIn NaNgIsZs…
    Eeee

Leave a Reply