Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Bunga Terakhir Dari Surga IBTABU

Lihatlah ke arah pohon besar yang menancap di tanah itu, di sana terdapat bocah yang sedang memainkan seruling bambu dengan lambaian angin sepoi. Tanah yang disinggahi bocah berusia tidak lebih dari 20 tahun ini dikenal sebagai...

Emmiline

Burung gagak mulai melantunkan suara menjengkelkannya di kala senja. Tunggu, kenapa ada suara burung gagak di sini? Perasaanku tidak enak. Kenapa Ayana, sahabat dekatku meninggal tragis secara tiba-tiba, Aku takut. Ini sangat...

Dinda – makam dan kenangan

tanah merah basah… kuresapi rinai hujan yg perlahan mulai meluap dari daratan bumi.. sementara Aku masih bertahan di tempatku berpijak sejak sejam yang lalu.. Nenek Aida, “Kepada-Nyalah kita semua akan kembali”...

Persahabatan Chintya dan Sisca

Siang yang panas, sepanjang perjalanan pulang ramai kendaraan berlalu lalang. Chintya segera merapat ke punggung mamanya yang sedang menyetir sepeda motor. Namun hawa panas masih terasa menyengat tubuh Chintya. Sepanas hati...

Rumah Tak Berdinding

Malam minggu itu, bulan bersinar terang, cahaya di bawah pohon rimbun tampak remang-remang. Suara jangkrik seakan ikut bernyanyi menikmati suasana malam itu. Di atas bale-bale depan rumah, aku, ayah, ibu dan kedua adikku...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Titip Rindu Buat Ayah

  1. kusnita sari 19 August, 2014 at 3:09 pm | | Reply

    SeDiH bNgEt…
    BkIn NaNgIsZs…
    Eeee

Leave a Reply