Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Me and My Beloved

Aku tidak henti-hentinya memainkan pulpen yang ada di tangan kanannya. Mataku menerawang, dia tidak sedang fokus kepada pulpen itu. Lalu cerita 23 jam yang lalu kembali terputar di otakku. “Cukup! Aku sudah lelah pa,...

Mengenang Sebuah Mimpi

Semalam aku bermimpi. Dan kuanggap itu mimpi indah. Mimpi namun terasa nyata. 7 tahun lalu, aku mengenal seorang gadis. Berwajah indo, bertubuh tinggi dan langsing bak model catwalk. Kita sama-sama menjalani masa ospek kampus....

Pagi yang Tak Cerah

Pagi ini tak begitu cerah. Aku berdiri tak jauh dari ranjangku sambil melihat tubuhku yang terbaring koma di atas ranjang rumah sakit itu. Kulihat juga mama yang duduk di samping tubuhku sambil menggenggam tangan kananku...

Cinta Pertama yang Berujung Dusta

Awal mula perkenalan kita berdua berawal dari se orang sahabat yang membrikan nomer tlpn wanita pada ku, awalnya aku menghiraukannya, tapi karna penasaran aku coba sms nomer itu & sms ku pun ia balas dgn sambutan hangat,...

Aku Ibu dan Piano

Januari 1996 Alunan suara piano menyejukkan hati pendengarnya. Para juri menutup kedua matanya. Senyuman tersungging di bibir mereka. Gerakan jemari sang pianis bergerak dengan serasi dan lembut. Chopin – Etude Op 10 Number...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply