Tragedi Teh Obeng

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 14 December 2016

Pada liburan semester, Jenifa, Bu Jenna (Ibunya Jenifa), Ayah Jeffry (Ayahnya Jenifa), dan Jenita (kakak kandung Jenifa), Berlibur ke Malang, Jawa timur.
Mereka Pertama naik pesawat menuju bandara Juanda, Sesampainya, sambil menunggu Taksi pesanan Ayah Jeffry, Mereka makan Rawon dan minumnya teh Hangat. Mereka makan di tempat makan yang terletak di bandara Juanda. Usai makan, pesanan Taksi sudah datang, mereka menuju Hotel yang dipesan oleh Ibu Jenna dan ayah Jeffry.

Setelah sampai mereka menuju kamarnya, nomor 203. Setelah masuk ke kamar, mereka menyusun barang-barang mereka. Setelahnya, Jenifa mengganti baju dengan Piyama warna merah jambu gambar bunga-bunga, sikat gigi, dan tidur. Karena hari semakin malam.

“Dek Jenifa, Jenifa, bangun, Sholat subuh dulu!” Jenita membangunkan adiknya yang masih tertidur. “Ah! lima menit lagi! masih ngantuk, nih,” Ucap Jenifa malas. “Ya udah, nanti gak diajak jalan-jalan lah, Jenifa,” goda kakaknya. Jenifa yang suka jalan-jalan itu, segera bangun. “Ayo sholat, kak! nanti waktunya habis,” ujar Jenifa Semangat. Jenita hanya tersenyum geli melihat tingkah laku adik semata wayangnya.

Usai wudhu, mereka menggelar sajadah dan memakai mukenanya. Lalu Sholat subuh yang diimami oleh Ayah Jeffry. Usai Sholat, Jenifa melipat mukena dan Sajadah, Jenifa mandi dengan air hangat. Kalau air dingin, Jenifa gak tahan, karena cuaca Kota malang itu sejuk dan dingin. Usai mandi, Jenifa, memakai celana dalam (Sorry kalau jorok), Celana Jeans semata kaki warna biru gambar Buah Apel, Baju panjang warna Hijau muda selutut, bergambar 2 kupu-kupu mengitari taman bunga, Kaus kaki warna merah motif polkadot warna ungu, dan Jilbab warna putih (segiempat), berhiaskan mutiara dan Glitter. Ia menunggu orangtuanya dan Jenita sembari menonton televisi. Jenit sudah siap. Ia bergabung sama Jenifa.

Jam 9 pagi, keluarga Jenifa akan pergi jalan-jalan. Semua sudah siap. Mereka turun ke bawah untuk sarapan. Di hotel tersebut, disediakan sarapan gratis. Jenifa Sarapan bubur dan minumannya milo hangat. Usai sarapan, mereka naik lagi untuk ke kamar. “Nif, Nit, Ayah dan ibu pergi sebentar. Nanti kami Sms untuk jemput kalian. kita ke alun-alun,” jelas ayah Jeffry. “Siap ayah!” seru sikembar, Jenifa dan jenita. Mereka menunggu orangtuanya di kamar. Jenifa bermain Game Di Tabnya, sedangkan Jenita, Chattingan sama sahabatnya, Riley. Ting tung, ting tung! bunyi Sms dari ayah. Isinya:

Kalian cepat ke lobi! ayah dan ibu sudah menunggu kalian. jangan lupa bawa kuncinya dan kunci kamarnya!. Jenifa membawa Tas ransel berukuran sedang berwarna Hijau agak muda bergambar Bunga warna-warni, dan memakai sepatu warna putih berhiaskan bunga merah yang besar, dan tali warna putih untuk mengitari pergelangan kaki Jenifa. Lalu menuju lobi. Mereka berangkat menuju Alun-Alun.

Perjalanan mereka agak Jauh. Akhirnya mereka sampai di alun-alun. mereka Main-main di Alun-alun. Juga berfoto dengan badut Doraemon. Jam sholat Duhur berbunyi. Mereka sholat di masjid depan alun-alun. Usai sholat, mereka makan siang dengan bebek bakar dan teh hangat. Rupanya, Ayah Jeffry dan Ibu Jenna membeli bebek bakar.

Mereka makan malam di warung makan bebek bakar yang ibu Jenna beli untuk makan di alun-alun. “Kalian pesan apa?” tanya pegawainya. “Saya pesan 4 piring nasi, 2 bebek bakar,” pesan Ayah Jeffry. “minumannya?” tanya pegawai itu lagi. “Hmm… 2 gelas jeruk hangat,” jawab Ibu Jenna. “Jenifa, Jenita,” “Aku pesan 1 teh hangat,” ujar Jenita. “Kalau aku teh Obeng,” ujar polos Jenifa. Pegawai itu bingung. “Dek, disini bilangnya es teh, bukan teh obeng!” bisik Jenita di depan telinga kiri Jenifa. “Hmm… maksudku es teh,” ulang Jenifa. Pegawai itu segera membuatkan pesanan Mereka. Yap! di tempat tinggal Jenifa, kota Batam Kepulauan Riau, kalau bilang Es teh itu, teh obeng. ya, walau namanya unik. “Dek lain kali, kalau mau Teh obeng, bilangnya es teh. Kalau teh Obeng mereka gak ngerti, dikira nanti teh dikasih obeng,” nasihat Ibu Jenna. Jenifa mengangguk sembari tersenyum malu. Pengalaman lucu ini tak kan dilupakan oleh Jenifa. Pengalaman ini, malah dibuat cerpen oleh Jenifa. Alasannya, agar tak lupa kejadian ini.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza

Cerpen Tragedi Teh Obeng merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penyesalan Dodi

Oleh:
Di siang yang panas, di mana matahari bersinar dengan teriknya. Di saat Dodi akan pulang dari sekolah menuju rumahnya yang tak jauh dari sekolahnya itu. Sambil berjalan Dodi mengeluh

Sahabat Yang Sebenarnya

Oleh:
Tessa adalah anak yang terlahir dari sebuah keluarga miskin. Ia ada kesalahan tulang di kakinya dan tidak bisa berlari. Tidak ada yang mau berteman dengan Tessa. Ia mendapatkan beasiswa

Penderitaan Sebuah Gelas Air Minum

Oleh:
Aku adalah sebuah gelas air minum.Namaku Danone aku berasal dari mata air gunung semeru.Aku dikirim kemojokerto untuk dijual,Namun sayang nasibku.Inilah ceritaku Aku sebenarnya tidak ingin menjadi air minum,aku ingin

Ini Sudah Terjadi

Oleh:
Apakah ia tidak berpikir bahwa sebenarnya itu salah? Mungkin begitu. Tetapi mungkin juga tidak. Tidak setiap saat, kecuali jika suasana sedang mendukung. Memang itu sangat berguna untuk kebaikkanku maupun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *