Tree House and Memories

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 3 December 2021

Sinar matahari dari jendela begitu cerah, mengusik tidur Alexa. Dia enggan membuka matanya, namun sinarnya terus menyinari Alexa.

“Alexa … Ayo turun dan sarapan, sayang” Panggil ibu Alexa dengan keras, yang membuat Alexa membuka matanya
“Iya, mahhh, Alexa turun”. Alexa bergegas turun dan menuju meja makan. Di meja makan sudah ada ibu dan ayah alexa yang sudah menunggu

“Alexa ingin melakukan apa hari ini?” tanya sang ayah
“Alexa ingin ke rumah pohon dengan kanya yah…”
“Alexa di rumah saja yah dengan kanya tidak usah ke rumah pohon, alexa tidak boleh kecapekan…”
“Tidak yah, Alexa tidak apa apa, Alexa ingin ke rumah pohon, Alexa ingin bermain disana”

Siang ini Alexa menghabiskan waktunya dengan bermain di rumah pohon dengan kanya.
Matahari sudah tepat diatas kepala yang menujukkan sudah siang, Alexa diharuskan untuk kembali pulang dan beristirahat. Kondisi jantung Alexa yang lemah membuat Alexa tidak bisa melakukan banyak aktivitas.

Pagi hari berikutnya Alexa terbangun karena suara bising dari perbincangan ayah dan ibunya, Alexa pun turun kebawah untuk mengetahui apa yang sedang dibicarakan.
“Mah.. rumah pohon itu sudah lama, emang sudah seharusnya ditebang” ucap sang ayah
“tapi yahh.. itu kesayanganya Alexa, Alexa sedih jika ditebang”
“NGGAK, AYAH nggak BOLEH TEBANG RUMAH POHON ITU!! RUMAH POHON ITU PUNYAALEXA!!” Sahut Alexa dengan nada marah dan tegas
“Alexa sayangg, nanti ayah cari rumah pohon lagi yaa, atau ayah ganti dengan barang lain”
“Ngak yahh, Alexa cuma mau rumah pohon itu, di rumah pohon itulah semua cerita alexa POKOKNYA RUMAH POHON ITU nggak BOLEH DITEBANG” Ucap Alexa dengan nada penekanan di akhir kalimatnya, ia pun bergegas pergi ke kamarnya dan menangis. Ibu Alexa pun mencoba menenangkan alexa yang sedang menangis di kamarnya.

Namun tiba tiba Alexa merasakan sakit di dadanya
“Mahh… dada Alexa sakit…” ucap Alexa dengan suara lirih
“Alexa kenapa sayangg?, ayoo kita ke rumah sakit”
Alexa pun segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Penyakit jantung Alexa kambuh lagi namun tidak parah namun Alexa tetap berakhir dengan ia dirawat inap

Setelah dua hari di rawat inap kondisi alexa mulai membaik namun masih belum boleh untuk pulang, Alexa dijaga oleh kedua orangtuanya secara bergantian.
Kini ayah Alexa sedang di rumah untuk mengambil beberapa baju lagi untuk alexa di rumah sakit.
‘tok.. tok.. tok..’ suara ketukan pintu “Alexaaa… Alexaaa…” Suara anak kecil
Ayah alexa yang mendengarnya bergegas untuk membuka pintu dan mencari tahu siapa yang datang
“Kanya.. ada apa ?” tanya ayah alexa
“Alexanya ada om, udah lama alexa nggak main”
“Alexa lagi sakit, jadi nggak bisa main dulu” jawab ayah alexa dan dibalas dengan anggukan Kanya
“Kanya mau pulang? ayo om anterin”
“nggak om, kanya mau ke rumah pohon mau naruh bunga sama photo” ucap kanya sembari menunjukan setangkai bunga dan sebuah foto yang ada di tanganya
“yaudah ayo om antarkan”
Ayah Alexa pun segera mengantarkan Kanya ke rumah pohon.

Sesampainya disana ayah Alexa terkejut dengan banyaknya bunga di bawah rumah pohon dan juga terangnya lampu yang mengelilingi rumah pohon. Wajar ayah Alexa terkejut karena orangtua Alexa sudah lama sekali tidak mengunjungi rumah pohon.

Ayah Alexa pun mencoba melihat dalam dari rumah pohon betapa terkejutnya ia. Dia melihat banyak sekali foto Alexa, Kanya dan orangtua Alexa dan rangkaian tulisan rapi yang tertempel di tembok kayu. Tulisan yang berbunyi
‘I LOVE FAMILY’, ‘ALEXA SAYANG BANGET SAMA AYAH DAN MAMAH’, ‘KANYA SAHABAT TERBAIK ALEXA’ dan tulisan tulisan lainnya. Dan terdapat salah satu surat yang bertuliskan
‘dear Alexa, To ayah dan mamah’.
Dia pun membuka suratnya dan membacanya
‘Ayah, mamah, Alexa sayang banget sama ayah dan mamah. Ayah dan mamah yang selalu ada ketika Alexa sakit, Alexa dan mamah yang selalu kasih tau Alexa kalau Alexa pasti bisa untuk pergi dari rumah sakit, makasih ya ayah, mamah. ALEXA SAYANG BANGET SAMA AYAH DAN MAMAH’

Tak kuasa ayah alexa meneteskan air matanya mengingat betapa berjuang sosok anaknya terhadap penyakitnya

“Kanya, alexa yang buat ini semua sama kamu?” Tanya ayah alexa
“iyaa, alexa yang buat semuanya, kata alexa ‘alexa pengen buat penghargaan yang BESAR banget buat ayah, mamah dan kanya. Yang isinya foto dan ucapan dari Alexa’ Alexa senang dan bangga banget om waktu buat ginian” jawab kanya dengan semangat menirukan kata kata alexa
“hahahah.. emang kanya dan alexa pinter, om ke rumah sakit dulu ya mau anterin baju untuk alexa”
“okayy om”

Sesampainya di kamar inap alexa, ayah Alexa disambut dengan senyum alexa yang senang akan cerita yang diceritakan oleh ibunya
“ayah dah sampai, mana baju Alexa?” tanya Alexa yang masih tersenyum senang, ayah Alexa pun menujukkan tas yang berisi baju lalu menaruhnya di samping meja
“Alexa, ayah nggak bakal lagi untuk tebang rumah pohon Alexa dengan syarat Alexa harus tetap sehat dan juga nurut sama ayah dan mamah”
“YEYYYY…. Siap yahh mahh alexa bakal selalu nurut sama ayah dan mamah” Jawab alexa dengan semangat dan bahagia

Setelah beberapa hari dirawat dan kondisi Alexa yang sudah baik, Alexa diperbolehkan untuk pulang dan beristirahat di rumah.
Setelah keluar dari rumah sakit Alexa selalu menuruti orangtuanya, dia juga berusaha untuk selalu sehat dan tak lupa dia selalu merawat rumah pohonnya dan segala cerita yang ada di dalamnya

Cerpen Karangan: Najwa Nur

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 3 Desember 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Tree House and Memories merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mozart

Oleh:
Ya, sepuluh tahun lalu dia lahir. Aku sangat bahagia. Anugerah Tuhan yang sangat luar biasa. Seketika hidupku terasa lengkap, penuh dan istimewa. Namanya Mozart. Benar, dia adalah obsesiku sebagai

Sun

Oleh:
Ayus berjalan tergopoh-gopoh menghampiri rumahnya. Keadaannya sungguh mengenaskan. Luka lebam menghiasi sekujur tubuhnya, bahkan setetes darah keluar dari sudut bibir tipisnya. Pakaiannya hampir tak terlihat seperti pakaian mahal bermerk

Sepotong Kue untuk Kakak

Oleh:
Munculnya sang fajar selalu menemani langkahku setiap pagi, termasuk langkah pagi ini. Serasa pagiku ini kujalankan penuh semangat. Semangat karena aku akan mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan baru dan

Maaf Mama

Oleh:
“Kalau pulang sekarang pasti gak ada lagi angkot, tapi kalau gak pulang mama pasti marah. Tapi mau naik apa, aduh…” langkah Dita tergangu karena lubang besar di jalannya. Karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *