Ulang Tahun Bunga yang Ke-12


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 22 April 2013

Besok adalah ulang tahun Bunga yang ke-12 tepatnya pada tanggal 21 April. Setiap ulang tahunku aku ingin orang tuaku merayakannya, karena sejak masih kecil ulang tahun itu tidak dirayakan aku merasa iri kepada teman-temanku yang lain. Aku selalu bertanya kepada ayah “Yah, apakah boleh kalo Bunga merayakan ulang tahun di rumah dengan mewah?” kataku kepada ayah.
“Kamu mau ulang tahunmu dirayakan Bung?” ibu langsung menjawab.
“Tentu yah, bun!” kata Bunga kepada orang tuanya.
“Tapi sayangnya ayah dan bunda masih belum dapat uang Bung untuk merayakan Ulang Tahunmu yang meriah” ibu selalu menjawab seperti itu kalo aku menanyakan tentang ulang tahunku. “Ibu, selalu menjawab seperti itu…” kata Bunga dan langsung menuju ke kamarnya dengan membanting pintu sekeras mungkin.

Lalu ayah dan ibu mendiskusikan tentang rencana ulang tahun Bunga tersebut, Bunga masih mendekam di kamarnya. “Yah, bagaimana dong ini? Bunga sudah terlalu ingin merayakan ulang tahunnya yang ke-12 ini” kata bunda kepada ayah dengan nada cemas.
“Tapi kitakan sudah gak punya uang lagi” kata ayah dengan serius.
“Apa salahnya jika kita menggunakan uang yang sebenarnya digunakan untuk naik haji, yah?” kata ibu.
“Tapi bun..” kata ayah dengan tidak setuju.
“Apakah ayah akan membiarkan Bunga dengan keinginannya itu, kasihan dia” kata ibu membela Bunga.
“Baiklah kita akan merayakan ulang tahun Bunga besok” kata ayah dengan pasrah demi Bunga anaknya.
“Kita harus membuat kejutan kepada Bunga besok” kata ayah.
“Ide bagus kita harus memesan kue yang indah, dekorasi dan hiburan” kata ibu.
“Sebaiknya kita memesan kue dan dekorasinya saja hiburan tidak perlu, sudah cukup menghibur untuk Bunga jika kita kasih kejutan seperti ini” kata ayah.
“Ya sudah lah terserah ayah saja” kata ibu dengan pasrah.

Ayah dan bunda setuju akan mengabulkan permintaan Bungan yang merayakan ulang tahunnya ke-12. Keesokan harinya Ayah dan ibu Bungan sengaja untuk bangun lebih awal dari Bunga takut kalo nanti bukan menjadi kejutan (surprise). Ayah dan ibu Bunga sudah mengundang teman-teman Bunga. Teman-teman BUnga juga membantu persiapan kejutan utnuk Bunga.

Bunga akhirnya terbangun dari kamarnya dan menuju ke ruang keluarga untuk emncari ayah dan ibu. “Yah, bun” kata BUnga dengan ketakutan tiba-tiba Bunga kaget dengan adanya teriakan “happy Birthday” dengan diselingi menyalanya lampu ayah dan ibu mendekati Bunga
“Oh, ayah, bunda” kata Bunga dengan senang
“Apakah kamu bangga nak?” kata ayah kepada Bunga
“Bangga sekali yah, terimakasih ya yah, bun” memeluk ayah dan bunda. Bunga ikut dengan selingan anak anak seumuran Bunga. Dan sejak itulah akhirnya impian Bunga tercapai.

—SELESAI—

Cerpen Karangan: Nurfanni Irmala
Facebook: Nurfanni Irmala

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Anak Cerpen Keluarga

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply