Untuk Kesempatan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 18 April 2017

Membuka buku *Hanya memandang langit bagaikan melihat wajahmu, Karena setiap lekukan wajahmu semakin berarti dalam hidupku. Walau kau jauh di sana tetapi aku selalu merasa kau ada di sampingku*.
“Ayo ken ke perpus, Jangan nulis melulu!” tanya temanku seraya mengagetkanku dan menarik tanganku.
“Iya-iya bentar dy.” sambil menaruh buku ke dalam tas.

Rendy adalah sahabatku saat ku tinggal di Bandung 3 tahun ini. Dia selalu bersamaku, sekamar bareng, kemana-mana kita selalu berdua, dia juga sama sepertiku mendapatkan beasisiwa karena Rendy menjadi tulang pungung keluarganya sama sepertiku tetapi aku dan Kagi yang membantu keperluan ibu dan ayahku sudah lebih dulu meninggalkan kita. Kuliah satu universitas yang sama, tetapi beda jurusan. Dia mengambil musik sedangkan aku mengambil jurusan arsitektur.

Tiba-tiba, teleponku berdering.
“Hallo, bu kenapa nelpon?” tanya ku, mengangkat telepon.
“Kapan kamu mau ke Bengkulu, ibu udah kangen” jawab mengharapkan ku.
“Iya, bu, sabar Keno belum ada libur kuliah sama kerja bu” jawabku.
“Kagi udah ke Bengkulu kemarin kapan kamu mau ke Bengkulu Keno?” Tanyanya.
“Kan beda ibu kalau kagi tidak harus bekerja di sana semua kebutuhan sudah ditanggung dari sekolahnya” dengan sedikit kesal.
“Ya sudah, nanti kalau libur datang ke Bengkulu. Ibu udah kangen sama kamu.” mengharapkan ku.
“Iya bu udah dulu ya, ken mau masuk kelas” sambil menutup telepon.

Karena aku belum pernah ke rumah semenjak aku tinggal di Bandung Dan Kagi saudara kembarku ia pun ikut pergi sekolah karena beasiswa di Jakarta. Sebelum aku pergi ke Bandung. Kagi mendapatkan beasiswa sampai sarjana dan keperluan pribadinya ditanggung yayasan di sana sedangkan ku beasiswa sekolah dan kebutuhanku tidak ditanggung dari yayasanku harus cari uang di Bandung. Paginya ku kuliah dan sorenya ku kerja sebagai pelayan di restoran di Bandung. Hari hariku selalu sibuk dengan kuliah dan kerja.

“Dy gua masuk kelas duluan ada pelajaran” memasukkan buku ke dalam tas.
“Okee, ntar selesai pelajaran ke kantin, gua mau ngomong sma lu?”.
“Iya gua duluan” buru-buru.

Sorenya sebelum pulang Rendy menemui ku di kantin. Aku tidak tahu Rendy mau ngomong apa, wajahnya serius sekali.
“Kenapa dy, mau ngomong apa kayanya serius banget” tanya ku bingung
“ken gua mau ngomong” wajah serius
“Iya ngomomg aja dy, kaya sama siapa aja” bercanda sedikit
“Gua boleh pinjam uang lu lagi tidak buat ibu gua di kampung, ibu gua sakit parah di sana tetapi gua gak punya uang buat ibu gua, uang gua udah abis buat bayar sekolah adik-adik gua” dengan memelas
“Iya, tenang aja gua masih ada uang kok” tersenyum
“Tapi lu kan mau ke Bengkulu, gimana?” tanyanya
“Udah tidak apa apa, gua bisa tahun depan lagi kok ke Bengkulunya”
“Gua udah dua kali ngerepotin lu, maaf banget ya, gua udah 2 tahun minjam ke lu sekarang gua minjem lagi ke lu juga” sedih
“Udah gak papa santai aja kita kan sahabat, susah senang bersama” menyemangati
“Makasih banget ken, emang lu sahabat terbaik gua” menarik tangan dan berpelukan

Setibanya di kos aku langsung memberikan kan uang yang ada di dalam lemariku kepada Rendy semua uang yang kukumpulkan untuk ke Bengkulu, niatnya aku mau ke Bengkulu semester ini yang ku kumpulkan setahun lalu tetapi kuberikan semua uang yang kukumpulkan untuk ke Bengkulu kepada rendy karena dia yang lebih membutuhkan dari pada aku.

“Halo, ada apa gi?” Tanyaku
“Lu jadikan semester ini ke Bengkulu, gua semester Ini mau ke Bengkulu lagi, udah 3 tahun kita tidak bertemu?” mengharapkanku
“Maaf gua tidak bisa ke Bengkulu lagi, gua kerja, dan kuliah gua juga lagi berantakan” jawabku berbohong
“Ah lu alasannya itu mulu dari 2 tahun lalu, bilang aja lu tidak mau ke bengkulu kan, gua kan ingin betemu sama lu juga udah 3 tahun ini kan tidak betemu, ibu juga udah kangen sekali sama lu, udah gua kecewa sama lu” nada kesal langsung menutup telepon
“maaf gi gua bukannya tidak mau ke rumah, gua lagi tidak ada uang buat ke sana, uang gua abis buat bantu ibunya rendy” dalam hati

Setahun sudah semenjak aku tidak pergi ke Bengkulu, sekarang aku sudah menabung untuk ke Bengkulu karena 1 minggu lagi liburan semester dan cuti kerja. Sorenya setelah sepulang kuliah aku ke perpus bareng rendy sebelum berangkat kerja.
“Ken, maaf ya gua baru ngembaliin sekarang” memelas dan memberikan uangnya
“Iya gak papa lagi dy, kaya sama siapa aja” tersenyum sambil menepuk pundak
“Gua udah janji sebelum gua pergi gua mau ngembaliin uang lu” bersemangat
“Tidak apa apa santai aja, tidak balikin juga tidak apa apa kok, emang lu mau pergi ke mana?” tertawa
“Gak ah gua harus balikin uang lu, ada deh, kepo ya?” berpegang teguh
“Iya deh terserah lu, ya udah gua mau kerja dulu ya, lu baik-baik ya” bersalaman, dan berjalan
“Okee” melambaikan tangan.

Keesokan harinya aku mendapatkan berita bahwa Rendy masuk rumah sakit, karena ketabrakan, dan yang menabrak tidak mau bertanggung jawab, ku langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan Rendy. Akhirnya aku yang membayar pengobatan Rendy dengan uang yang kemarin rendy memberikan kepada aku, tetapi itu tidak cukup untuk membayar operasi Rendy dan akhirnya kuputuskan untuk memakai uang yang selama setahun ini aku nabung untuk pergi ke Bengkulu.

“Maaf, lu rela tidak jadi ke Bengkulu karena gua” meneteskan air mata
“Udah tidak apa apa, lu udah gua anggap seperti keluarga gua sendiri” memeluk Rendy yang sedang berbaring di tempat tidur
“Ken jangan bilang ke ibu gua kalau gua di rumah sakit”
Tiba–tiba bergetar hpku ternyata dari saudara kembarku.
“Dy gua ngangkat telepon dulu ya” tanya ku
“Iya angkat aja” jawabnya
“Maaf gi gua tidak bisa ke Bengkulu lagi, gua ada urusan di sini, nanti kalau gua udah selesai gua secepatnya ke Bengkulu”
“Kenapa ken gua udah di Bengkulu, kasihan ibu Ken udah kangen sekali sama lu, gua udah tidak ada waktu lagi untuk ketemu sama lu” menutup teleponnya
“Kagi kebiasaan langsung menutup teleponnya” sedikit kesal

Malam harinya ku ingin menginap di rumah sakit untuk menemani Rendy, saat ku pulang ke kosan untuk mengambil baju dan aku mendapat informasi dari rumah sakit. Ternyata Rendy meninggal dunia. Aku sedih dan terpukul sekali karena sahabatku pergi begitu saja tanpaku aku ada di sampingnya untuk terakhir kali. Dan mobil yang menabrak Rendy akhirnya diketahui dan dia ingin menebus dengan cara menafkahi keluarga Rendy dan membiayai sekolah adiknya Rendy. Dan setiap hari aku sendiri tanpa ada Rendy aku kesepian kan aku ingin ke Bengkulu. Saat ku ingin berangkat untuk kerja, aku melihat seseorang sedang di rampok segera ku menolongnya

“Terima kasih nak, ini buat kamu?” memberikan uang
“Iya pak, tidak usah pak saya iklas nolong bapak” menolaknya
“Tidak apa-apa, kamu sekarang membutuhkan uang ini kan?, cepat ambil?” memaksakan, memberi uang
“Iya pak saya ambil, terima kasih pak” mengmbil uang
“Iya sama-sama” tersenyum
Perasaan ku tidak enak soal kagi, ku langsung ke Bengkulu dengan uang yang tadi diberikan oleh bapak yang kutolong, untuk menemui saudara kembarku dan ibuku, aku sangat senang sekali. Saat sampai di rumah, ku langsung mengetuk pintu dan memeluk ibuku.

“Ibu, ken kangen sama ibu” memeluk erat
“Iya ibu kangen banget sama Keno” meneteskan air mata
“Oiya bu kagi mana? Kok tidak keliatan dia udah pergi ke Jakarta ya bu?”
“Kagi…” hanya meneteskan air mata
“Kagi kenapa bu? dia baik-baik aja kan?” mencemaskan
“Kagi udah meninggal ken” menangis tersedu-sedu
“Tidak mungkin kagi secepat itu meninggalkan kita bu” meneteskan air mata
“Dia meninggal karena sakit ginjal” memelukku
“Tidak mungkin Kagi pasti masih hidup, dia tidak mungkin meninggal, Keno kangen sekali sama Kagi udah hampir 4 tahun tidak bertemu, dia meninggalkan Keno begitu aja, ini TIDAK ADIL!!! Kenapa dia tidak memberi tahuku bu, aku bisa mendonorkan ginjalku satu untuknya” menangis tersedu sedu di pelukan ibunya.

Setiap hari ku selalu merasa menyesal dan sangat menyesal, aku selau ingat masa kecil selalu bersamanya dan tidak bisa kulupakan walau sekecil kenangan itu.

Malam itu aku bertemu kagi.
“Jangan besedih Ken, kalau kamu terus bersedih aku juga ikut sedih, jangan menyesali dirimu sendiri, aku sudah bahagia” mengusapkan air mata Keno
“Aku menyesal Kagi, aku kangen sekali sama kamu aku ingin ketemu sama kamu” menangis berpelukan
“Kamu sekarang sudah ketemu aku walau lewat mimpi, dan aku selalu bersamamu di sampingmu setiap saat” tersenyum.

Ku langsung terbangun dari tidurku, dan ku ceritakan kepada ibuku tentang mimpiku bertemu bersama Kagi dan kutuliskan ke dalam bukuku yang belum sempat kulanjutkan. Tetapi aku masih merasa sedih dan kecewa karena aku tidak bisa betemu secara langsung di dunia nyata dengan Kagi saudara kembarku dan aku juga menyesal karena tidak tahu kalau Kagi mempunyai penyakit, tetapi aku senang kesempatanku untuk bertemu Kagi walupun hanya dalam mimpi.

*Kamu selalu di sampingku walau ragamu tak lagi bersamaku, wajahmu selalu ada di hati dan pikiranku walau ku tak bisa lihat wajahmu, akan ku selalu ingat setiap kejadian yang kita lalui bersama, karena setiap kenangan sekecil apapun itu sangat berarti dalam hidupku*. menutup buku.

Cerpen Karangan: Fitri Dwiyanti
Facebook: Fitri Dwiyanti

Cerpen Untuk Kesempatan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setitik Kenyataan Dalam Sebuah Mimpi

Oleh:
Ku jatuhkan tas besarku ke lantai. Ku rebahkan tubuhku di sofa ruang tengah. Punggung terasa pegal seperti habis membawa berkilo kilo batu. Sore ini aku benar-benar di gembleng dalam

Cinta yang Kembali Hadir!

Oleh:
“tuuut tuuut tuut”,,handphoneku berdering menandakan tanda pesan masuk,ku lihat nama kontak yang tertera ,,hati berdebar ada perasaan yang merasuk di dada, ku takut perasaan itu muncul kembali… merusak apa

Hari Yang Bersamaan (Part 2)

Oleh:
Tiga jam berlalu aku buang sia-sia untuk melamun, mondar-mandir kesana kemari tak punyai tujuan tertentu, memandang atap yang tertutup esbes berwarna putih ternyata dapat memberiku ide, “Dina”. Iya aku

Seekor Anjing Peliharaan dan Seorang Pencuri

Oleh:
Seekor anjing peliharaan yang telah dikebiri lantas kehilangan hasrat dan naluri liarnya, dibelai dengan kasih sayang dan dibuai oleh kesenangan dalam berbagai permainan, karena ia telah menjadi milik seseorang.

Gerhana Matahari Total

Oleh:
Sekitar satu minggu lagi akan terjadi gerhana matahari total, dan banyak provinsi di indonesia menjadi lintasan gerhana matahari termasuk provinsi sumsel di kota palembang tak jauh dari kediaman rumah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *