Walaupun Bukan Adik Kandung Bukan Berarti Ririn Bukan Adikku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 25 July 2013

“ririn lagi, ririn lagi” seruku, sambil mengeluh. Aku rina, kakaknya ririn. “ririn kan cuma anak pungut!
Masa dia selalu jadi kebanggaan sih?” gerutuku.

“hai kak!” sapa ririn, saat sarapan. Aku hanya diam dan buang muka pada ririn. “kakak kenapa?” tanyanya, cemas. Aku masih terdiam dan buang muka padanya.
“rina! Jaga adekmu ya!” perintah mama. Aku hanya diam dan berlari ke bus sekolah. Mama masih bingung kenapa rina tak menjawab sapaan dan tanyaan adiknya. Bahkan perintah mama.

Di sekolah, dia tetap gaul. Tapi, melihat adiknya, ia tak selera untuk ceria. Hari ini aku sangattt sebal. Belum lagi cassie, sahabatku tiba-tiba tak jelas marah sama aku. “huh!” gerutuku.

Saat pulang sekolah, rina langsung berlari menuju ke kamar dan mengunci pintu. Ia menulis di buku diary nya:

“dear diary…
Aku gak ngerti sama ririn deh! Dia hobinya tuh ngambil bagian orang! Dia kan cuma anak pungut! Ngapain sih dibanggain!!! Mama juga! Apa-apa aku!”

Tiba-tiba, ada orang yang mengetuk pintu kamarnya.
“kak! Buka dong! Aku mau masuk!” serunya. Aku membuka pintu kamarku. “apa?” tanyaku. “enggak.. Aku pengen curhat sama kakak aja…” “oh…” jawabku.
“kak… Sebenernya, aku itu anak kandung mama bukan sih?” tanyanya. “kok kamu ngomong gitu?” tanyaku kembali. “abis, kakak marah terus sama aku!” serunya.
“jujur aja… Kamu memang anak adopsi… Tapi, kamu tetep disayang kok! Buktinya, mama lebih sayang kamu daripada kakak.” jawabku. Ia langsung menangis dan masuk ke dalam kamarnya.

Keesokan harinya
“ririn!” seruku. Tak ada yang menjawab. Akhirnya, kucoba lihat kamarnya. “hah?!” teriakku. Mama langsung datang. “kenapa?” tanya mama panik. “ririn ma! Ririn pergi!” “hah?” tanya mama. “ini ma… Suratnya” beginilah suratnya:

“maaf merepotkan tante, ririn tau, ririn bukan anak tante. Jadi, ririn memutuskan untuk pergi. Karena sudah terlalu lama tinggal disini. Aku berharap, kak rina senang karena aku pergi.”

Salam,
Ririn

Aku mencari ririn kemana-mana. Sampai akhirnya menemukannya di danau. “ririn!” seruku. “kak rina?” tanyanya, kepadaku sambil menghapus air matanya. “kamu kenapa pergi?” tanyaku. “aku gak mau merepotkan, katanya. Setelah di bujuk-bujuk, ririn pun mau pulang

“ririn…” kata mama sambil memeluknya. “maaf ya ma.. Ririn pergi…” jawab ririn. “iya… Jawab mama”

Mulai sekarang, aku akan mencoba menyayangi adikku walaupun dia bukan adik kandungku.

Akhirnya, mereka pun hidup dengan bahagia

– the end –

Cerpen Karangan: Giselle Iona Rachel Tuelah
Facebook: Giselle Tuelah

Cerpen Walaupun Bukan Adik Kandung Bukan Berarti Ririn Bukan Adikku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi

Oleh:
“Yah, karena kejadian itu, aku hilang ingatan dan hanya mengingat Anggia, Mama dan Papa.” Aku bisa melihat jelas jika di jaketnya terukir nama ‘Aldebaran’ yang indah dengan benang. Satu

Tempe Goreng

Oleh:
Hah? Di mana aku? Kukerdipkan mataku beberapa kali, berusaha memulihkan kesadaranku. Oh, aku baru ingat, aku sedang berada di asrama. Mimpi barusan benar benar terasa nyata, membuatku sempat lupa

Air Mataku Kekuatanku

Oleh:
19 tahun silam lahirlah bayi perempuan yang memiliki berat 3,5 kg, seluruh keluarga sorak sorai bergembira menyambutnya, karena bayi mungil ini lahir pada malam hari, maka ia diberi nama

Cinta Yang Berakhir Tragis

Oleh:
Perkenalkan dulu, kenalkan Shinta temen sebangku Ayu mereka bersekolah di SMA Harapan Jaya Jakarta Selatan kelas XI-IPA/3, dan temennya atau cowok yang Ayu yaitu Tian yang bersekolah di SMA

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Walaupun Bukan Adik Kandung Bukan Berarti Ririn Bukan Adikku”

  1. Yacinta Artha Prasanti says:

    Kurang panjang cerpen nya tapi bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *