Wanita Pendiam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 6 April 2013

Dia berjalan ditengah keramaian orang yang berada di pasar. Tampak terlihat ada beberapa orang yang membicarakan wanita itu, salah satu dari mereka berkata, “Lihat wanita itu, dia putih dan cantik tapi sayang dia mempunyai badan yang tidak sehat alias gemuk”. Mereka tertawa terbahak-bahak saat membicarakan wanita cantik tersebut. Di sisi lain, wanita tersebut tampak dengan percaya diri berjalan dan menebarkan senyum kepada semua orang disekelilingnya. Karena sifat ramah dan sopan yang ia miliki, banyak orang yang menyukai dan menghargai dia. Dia juga wanita yang sangat pekerja keras. Ketika dia sampai di rumah, dia tidak langsung beristirahat. Dia melakukan pekerjaan rumah lainnya seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci baju, dan membantu ibunya untuk memasak.

Setelah selesai melakukan pekerjaan rumah, saatnya dia untuk bersantai sambil menonton acara tv favoritnya yaitu kartun. Karena keasyikan menonton, dia tidak tahu kalau ibunya memanggil untuk membuatkan dia teh. Hal itu membuat ibunya kesal dan marah lalu menghampiri Yuanita dengan berkata, “Kamu ini sudah 25 tahun, nontonya kartun aja, sampai-sampai di panggil dari tadi tidak terdengar,” sambil mematikan tv yang sedang ditonton Yuanita. Dia hanya menunduk dan meminta maaf pada ibunya. “Kamu ini sudah besar tapi tidak pernah mau berubah, sudah sana buatkan ibu teh hangat”, kata ibunya. Yuanita pun menjawab, “Iya Ibu” sambil berjalan ke dapur.

Kejadian itu membuat Yuanita sedih dan kesal kepada ibunya. Karena dia tidak pernah memberikan cukup waktu untuk menonton kartun favoritnya. Dia pun pergi ke kamar dengan muka cemberut, senyum ramahnya pun hilang seketika, dan air mata pun membasahai pipinya yang putih. Dalam kesedihannya, dia teringat kejadian yang sama beberapa tahun lalu. Pada saat itu, Yuanita sudah menyusun strategi untuk mengatur beberapa kegiatan yang harus dia lakukan agar tetap bisa menonton kartun favoritnya. Semua berjalan dengan lancar di awal. Tapi saat 30 menit setelah kartun mulai, ibunya menyuruh dia untuk membantu dia yang sedang masak. Yuanita yang sedang asik menonton tv mengabaikan perintah ibunya, karena dia sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawabnya. Hal itu membuat ibunya marah dan mematikan tv yang sedang di tonton Yuanita. Dia pun terpaksa harus menuruti perintah ibunya untuk membantu masak di dapur. Karena jika tidak, dia akan di marahi dan benar-benar dilarang menonton kartun favoritnya. Kejadian itu masih terus terjadi sampai sekarang yang menyebabkan Yuanita meratapi nasibnya yang malang. Hanya untuk menonton kartun saja susah dan penuh perjuangan.

Christy adalah adik kandung Yuanita. Dia lebih muda 5 tahun dari kakaknya. Dia mempunyai badan langsing dimana hal itu berbeda dengan kakaknya yang gemuk. Christy selalu mendapatkan apapun yang ia mau dari orang tuanya dengan cepat dan tanpa perlu pengorbanan. Dia juga bisa melakukan apa saja yang ia mau tanpa harus ada larangan apapun dari ibunya. Maka dari itu, Yuanita merasa bahwa ibunya memperlakukan dia berbeda dan tidak adil. Namun, dia hanya bisa diam menanggapi semua perlakuan ibunya. Karena dia tidak cerewet seperti adiknya yang selalu mengutarakan apa yang dia pikirkan. Semua kejadian itu membuat Yuanita menjadi anak yang pendiam, suka menyendiri, dan tertutup.

Saat Yuanita kuliah dia tinggal bersama pamannya. Dia terbebas dari belenggu ibunya yang selalu memberikan perintah ini dan perintah itu. Dia bisa melakukan apapun yang dia mau. Dia pun bisa menonton kartun sepuasnya tanpa sepengetahuan ibunya. Hal tersebut dia lakukan sekitar 4,5 tahun. Saat kuliah, dia mulai berpacaran dengan pria, john, dari kampus lain yang 1 tahun lebih tua darinya. Dia sudah bekerja di pabrik sebagai buruh. Dia mempunyai pengetahuan agama yang sangat kuat dan mengerti ilmu ghaib. Karena pengetahuannya itu, dia melakukan hal yang tidak baik, santet, terhadap Yuanita dengan tujuan menguras harta keluarga Yuanita. Namun, apa yang John lakukan tanpa sepengetahuan Yuanita. Waktu demi waktu, uang yang dimiliki Yuanita habis terpakai oleh john untuk membayar rumah kontrakan, membayar kredit motor, membayar utang, dan lainnya. Dan dia pun tidak merasakan hal-hal aneh tersebut. Karena Yuanita sangat mencintai John, dia melakukan apapun yang john minta darinya tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Setelah Yuanita lulus, dia mulai bekerja dan tinggal kembali dengan ibunya. Seiring berjalannya waktu, Miss Alya mulai memperlakukan Yuanita dengan baik. Dia bisa melakukan apa saja dan menonton kartun sepuasnya tidak hanya saat di rumah pamannya tapi juga dirumah orang tuanya. Yuanita sangat senang dengan perubahan sikap dari ibunya. Namun, dia masih tetap tertutup kepada keluarganya khususnya Miss Alya.

Waktu demi waktu, ibunya semakin memperlakukan yuanita dengan sangat baik. Dia sering membelikan perhiasan emas kepada Yuanita untuk menghiasi tubuhnya yang cantik dan putih agar terlihat lebih menawan dan elegan. Namun, setiap kali Miss Alya membelikan perhiasan emas kepada Yuanita, sesering itu juga perhiasan emasnya hilang. Yuanita selalu memberikan alasan bahwa perhiasan emasnya hilang di jalan ketika Miss Alya menanyakannya. Dia juga sering mengambil uang orang tuanya tanpa sepengetahuan mereka. Karena hal tersebut, Miss Alya mulai curiga ada yang tidak beres dengan anaknya. Dia mulai menyelidiki bagaimana kehidupan anaknya diluar rumah. Karena kegigihannya, dia dapat mengetahui apa yang terjadi pada anaknya.

Miss Alya menyuruh Yuanita untuk tidak berhubungan dengan John. Yuanita pun menyanggupinya dan tidak berhubungan dengan John pada saat itu. Namun, beberapa hari kemudian perhiasan emasnya pun hilang lagi dan membuat ibunya geram dan kesal. Sehinnga Miss Alya berinisisatif untuk pergi ke ustadz dan paranormal untuk menyembuhkan anaknya. Namun, hal tersebut tidak dapat merubah kebiasaan buruk Yuanita yang selalu mengambil uang dan memberikan perhiasannya kepada John. Miss Alya pun menyerah untuk menyadarkan menyembuhkan Yuanita yang tidak kunjung sembuh. Karena melihat ibunya yang sakit parah, Yuanita pun sadar dan mulai merubah sifat buruknya.

Beberapa tahun kemudian, Yuanita bertemu dengan seorang pria yang tampan, putih, pekerja keras, dan baik. Pria itu bernama Michael. Yuanita memendam rasa suka kepadanya. Setelah beberapa lama berkenalan, Michael ternyata memendam rasa yang sama dengan Yuanita. Dia pun melamar dan mengajak Yuanita untuk menikah. Mereka pun hidup senang selamanya.

Cerpen Karangan: Tri Septiarini
Facebook: fivers.rini[-at-]gmail.com / Tri Septiarini

Cerpen Wanita Pendiam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hingga Akhir Waktu (Part 1)

Oleh:
Merakit tujuan hidup ini memang tak semudah kita mengedipkan mata. Yang hanya satu kedipan tak dapat memakan waktu satu detik untuk kita lakukan. Namun apa daya Tuhan yang maha

Kesuksesan Tuhan Yang Atur

Oleh:
Kisah ini saya angkat berawal saya masih SD, kejadian ini terjadi pada daerah saya sendiri, yaitu di Sulawesi Tengah (Masadian). Rumahnya tak jauh dari rumahku, sebelum mereka sukses seperti

Dalam Genggaman

Oleh:
Deru mobil avanza berjam-jam tak membuatnya tertidur. Kantuk pun tak dirasakannya. Dia terus terjaga. Bahkan ketika semua terlelap. Kecuali 2 laki-laki yang terus bergantian mengemudi mobil. Dilihatnya, setiap inchi

Senyuman Kakakku

Oleh:
Di sebuah Kota Metropolitan terdapat sebuah keluarga yang terkenal sangat harmonis. Keluarga itu terdiri dari Ayah, Bunda, Kak Shania, dan Rana. Dalam keluarga itu, Ayah adalah orang yang taat

Impian Yang Hilang

Oleh:
Hujan menyisakan gerimis membasahi bumi, cuaca semakin dingin di pagi ini. sementara jarum jam baru menunjukkan angka 04:30 itu tandanya kegelapan masih menyelimuti desaku tapi itu takkan lama, karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *