Who is…?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 27 May 2017

Kini jam sudah menunjukkan pukul 15.25. Hanya menunggu 5 menit lagi, semua anak-anakku pasti akan tiba. Ah, rasanya tidak sabar untuk melihat senyum mereka sore ini.

Aku sudah bersiap diri. Kurias wajahku dengan polesan make up yang sederhana dan terkesan natural. Aku juga mengenakan pakaian layaknya seorang guru. Aku sengaja tidak mengikat rambutku karena ingin terlihat tampil beda di hadapan mereka semua.
Tak lupa, aku juga mempersiapkan ruang tamu yang akan dipakai nanti. Aku semprotkan pengharum ruangan di sekitarnya. Aku menarik napasku dalam-dalam, Hmmm ahh, wanginya sangat segar sekali. Aku menyukainya.

Rumahku tidak terlalu besar, ya bisa dibilang sederhana. Ruang tamu dan kamar anak-anakku tidak terlalu jauh jaraknya. Aku sengaja membuka lebar kedua pintu kamar anakku agar tidak terkesan mengerikan. Aku sangat rindu mereka.
Aku tinggal bersama suamiku. Sudah lama aku dan suamiku tinggal di sini. Hampir 11 tahunan.

“Ting tong”
‘Nah, bel sudah berbunyi. Itu pasti mereka’ aku bergegas membukakan pintu untuk mereka.
“Ah, akhirnya kalian datang..”
“Selamat sore bu guru” ujar salah seorang anak
“Selamat sore, sayang.. Ayo masuk” aku melebarkan pintu. Aku menyambut mereka semua dengan senyuman. Anak-anak biasanya tidak datang sendiri, ia selalu diantar ataupun ditemani oleh Ibu mereka masing-masing. Terutama Jessie, Ibunya selalu setia menunggunya. Anak-anak sore ini sangat sumringah sekali. Aku senang melihatnya.

“Carol, kau bisa menunggu anakmu di sini. Ini makanan ringan dan segelas minuman untukmu, semoga kau tidak bosan ya, hehe” aku menggodanya sedikit. Ia tersenyum lebar sambil menduduki sofa yang telah kusediakan.
“Terimakasih, Dean. Kau memang Guru yang paling baik. Aku titip anakku ya” aku membalasnya dengan senyuman dan berjalan menuju tempat mengajarku.

“Ibu, hari ini kita belajar apa?” tanya seorang anak laki-laki yang memakai kacamata.
“Hari ini, kita belajar matematika dulu ya sayang, mari kita lanjutkan. Sampai mana kita kemarin?”

Beberapa menit kemudian, datanglah tiga orang anak yang terlambat. Aku langsung menyuruh mereka untuk bergabung. Kini total mereka semua sekitar 8 orang.
Ketika aku sedang memperhatikan anak-anak yang menulis, aku melihat Carol tersenyum manis ke arah kamar anakku. Aku ingin lekas bangkit dan ingin menghampirinya.
“Ibu, aku tidak mengerti soal yang ini” ah, gagal. Aku tidak bisa bertanya kepada Carol. Sebab Jessie, butuh bantuanku.
Akhirnya aku duduk kembali dan membantu Jessie yang kesulitan. Tapi aku sesekali melirik Carol yang masih tersenyum tapi bukan ke arah kamar, melainkan ke arahku.
Disaat seperti ini, aku merasa tidak kesepian. Aku merasa seperti memiliki anak kecil kembali. Menyenangkan bukan?

Waktu pun berlalu, akhirnya selesai sudah pengajaranku hari ini. Tak lupa, aku pesankan kepada anak-anak agar tidak malas belajar dan membaca. Aku mengantar mereka semua sampai pintu pagar. Mereka semua berpamitan dan melambaikan tangan ke arahku. Terkecuali Carol.
“Dean, sepertinya rasanya menyenangkan ya, jika mempunyai anak perempuan yang sudah beranjak remaja”
“Hm, yaa seperti itulah, kelak kau akan merasakannya nanti jika Jessie tumbuh besar” aku merangkul tubuh Jessie yang mungil.
“Rasanya, aku sudah lama tidak melihat Taka ya, dia sudah semakin besar. Badannya semakin tinggi. Bahkan, tinggi badanku saja sepertinya kalah ya, hehe. Dan rambutnya, cepat sekali tumbuhnya. Bukannya bulan kemarin dia habis potong rambut ya?”
“Ahaha, Carol.., kau ini terlalu berlebihan. Iya memang benar, bulan lalu ketika ia kembali dari asrama ia memotong rambut. Aku yang memotongnya. Sepertinya ia mengalami puberty yang cukup cepat, sehingga rambutnya juga cepat panjang” aku tertawa kecil mendengar ungkapan Carol.
“Ohya, wajah Taka sangat pucat sekali dan memiliki kantung mata yang tebal. Apa dia sedang sakit?” tanya Carol sambil mengernyitkan dahinya.
“Oh, tidak. Dia baik-baik saja”
“Oke baiklah kalau begitu, aku pamitnya. Jaga dirimu baik-baik. Jessie, ayo berpamitan”
“Ibu guru, aku pulang dulu ya, terima kasih ibu. Dadahh” ucapnya sambil melambaikan tangan ke arahku. Aku membalas lambaian tangan Jessie. Beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai Carol melaju dan sudah tidak terlihat dari jangkauanku.

Aku menutup pagar lalu meraih ponsel yang ada di saku celanaku.
“Sayang, kau sedang apa? Aku sudah selesai mengajar anak-anak. Kau cepat pulang ya, sebelum malam” baru selesai aku mengetikkan pesan ke suamiku dan ingin memasukkan ponselnya kembali. Tiba-tiba, ponselku berbunyi. Ada pesan masuk rupanya
“Ibu, ini aku, Taka. Aku menggunakan ponsel teman sekamarku, bu. Ponselku rusak dan aku tidak bisa memberi kabar kepada Ibu. Aku minta maaf, sepertinya minggu depan aku tidak bisa pulang, ada tugas kelompok yang harus kuselesaikan, i miss you. Love you, mom” ternyata pesan itu dari anakku. Anak perempuan yang satu-satunya kumiliki.
“Iya, tidak apa-apa sayang. Jaga dirimu baik-baik ya, ibu juga rindu kepadamu. Love you too my daugther” aku lalu membalasnya dan tiba-tiba aku teringat ucapan Carol.

“Rasanya, aku sudah lama tidak melihat Taka ya, dia sudah semakin besar. Badannya semakin tinggi. Bahkan, tinggi badanku saja sepertinya kalah ya, hehe. Dan rambutnya, cepat sekali tumbuhnya. Bukannya bulan kemarin dia habis potong rambut ya?”
“Ohya, wajah Taka sangat pucat sekali dan memiliki kantung mata yang tebal. Apa dia sedang sakit?”

“Taka…”

Cerpen Karangan: Itsen. F
Facebook: Aulia Nur Fathia
Happy reading
Please comment and like

Cerpen Who is…? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salah (Part 1)

Oleh:
Yeeesss!!!! Akhirnya pulang sekolah juga. Setelah 5 jam aku bergelut dengan pelajaran di sekolah, akhirnya aku bisa pulang juga. Seperti biasa, bi ani yang sering menjemputku. Kadang kalau bi

Takdir

Oleh:
Aninditha citra, gadis yang biasa dipanggil citra, seorang gadis cantik, pintar dan manis ini bersekolah di sma cendrawasih. Citra memiliki kakak perempuan yang bernama cindy. Orang tua citra adalah

Aku Selalu Menyayangimu

Oleh:
Flash Back On “Sayang terima kasih kamu sudah mau menikahiku” Ujarku pada seorang lelaki yang ada di hadapanku, lelaki itu adalah seorang yang telah berkorban padaku, seorang yang telah

Pernikahan Yang Memisahkan

Oleh:
Lalu apakah arti pernikahan itu? Apakah Ia laksana sebuah daun yang tertahan oleh ranting ketika menyusuri sungai? Yang kapanpun bisa lepas bila arus air sedang derasnya. Jika demikian maka

Tidur Nyenyak, Mikha

Oleh:
Hari ini cuaca sangat dingin. Seorang bocah perempuan yang mungil berada di kamar, meringkuk dalam selimut sambil mendengar lagu-lagu kesayangannya. Baru saja ibunya beranjak dari speaker di atas meja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Who is…?”

  1. anisa ayu says:

    Kak cerpennya bagus tapi ga tuntas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *