Who You?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 1 October 2016

Hujan turun sangat lebat, aku masih berdiri mematung di depan jendela kamar. air mata mewakili dan menemaniku saat ini, entah apa yang aku rasakan hati ini begitu hancur. Rintikan hujan terlihat jelas di depan mataku. Hujan itu.. mewakili bagaimana perasaanku.

Air mata terus mengalir dan mengalir. Sosok kedua orang yang masih terbayang dalam ingatanku membuat air mataku semakin terjatuh… Sosok kedua orang pria yang sudah membuat hidupku dan hidup ibuku hancur berantakan.. Namun beberapa saat kemudian, Seseorang mencoba mengetuk pintu kamarku. Aku segera menghapus air mataku mencoba tetap terlihat tegar meski jauh dari kenyataannya aku sangat rapuh.

Perempuan paruh baya itu berhasil membuka pintu dan membuatku tersenyum dalam lukaku. Iya, dia ibuku sosok malaikatku kekuatanku senyumanku she id my everything for me. ibu melangkah dekat ke arahku, tersenyum menatapku. aku mencoba tersenyum kembali memastikan agar ibu aku tetap terlihat baik di hadapannya.
“ada apa bu?” senyumku
“kau sangat cantik hari ini?”
“apa yang ingin ibu katakan, ayolah apa ada hal penting yang ingin ibu katakan. Dan sepertinya ibu sangat begitu senang hari ini ada apa bu?”
“ada seseorang yang ingin bertemu denganmu?”
“benarkah? Siapa dia? boleh aku bertemu dengannya?”
“dia orang yang sangat spesial untukmu. tunggu sebentar, tutup matamu dulu…”
“oh yah? ibuuu ayolah jangan membuatku penasaran seperti ini?”
“ssst.. sebentar saja kau harus menutup matamu. setelah ibu katakan buka kau baru boleh membuka matamu”
“baiklah kalau begitu…” senyumku
Perlakuan ibu yang membuatku semakin penasaran membuatku tak sabar ingin melihatnya.

“masuklah…” Ucap ibu pada seseorang yang katanya orang spesial untukku.

Kedua orang itu masuk dan tepat berdiri di hadapanku, aku dapat merasakannya kedua orang itu tepat berdiri, di hadapanku.
“ibuuu? bisakah aku membuka mataku saat ini?”
“bukalah, secara perlahan…”
Aku membuka mataku, kutatap kedua pria itu di hadapanku. pria dengan yang mungkin sudah terlihat tua dan pria yang masih terlihat muda.
Aku menyergit heran menatap keduanya,
“Who you?” batinku terucap
Siapakah mereka, ibu mengatakan mereka orang yang sangat spesial namun aku tak merasakan bahwa mereka orang yang special untukku siapa mereka?
Aku masih mematung dengan penutup mataku tadi, mereka masih menatapku dengan air mata yang mungkin sudah terjatuh di pipi mereka. Aku tak paham, ada apa dengan mereka mengapa menangis saat menatapku?

“ibu? siapa merekaa?”
Ibu pun ikut menangis saat tau aku tak mampu mengingat kedua pria itu.
Aku semakin heran ada apa ini? mengapa semua menangis disaat yang bersamaan. apa yang salah saat aku mengatakan “siapa mereka?”
“ibu? katakan siapa mereka? mengapa diam?” tanyaku kembali.
“tak ingatkah kepadaku?” ucap pria yang mungkin masih lebih terlihat muda dari pria di sebelahnya.
“tidak, kau siapa?”
“Apakah kau tidak ingat sama sekali dengan kakakmu dan ayahmu?”
Aku yang sejak tadi terheran, kini terdiam membisu. menatap keduanya kedua orang yang mungkin sangat spesial untukku.
“mengapa aku tidak bisa mengingat mereka? Kedua orang yang mungkin baru saja beberapa saat berada dalam bayanganku tadi.. Sosok kedua orang yang mungkin berarti untukku sekaligus meninggalkanku setelah 12 tahun lamanya. membuatku ingin lari dan pergi jauh dari mereka saat mengetahui hal bodoh ini. kedua orang yang sudah, meninggalkanku dan ibuku lalu kini kembali apa bisa aku menerimanya kembali?..”

Langkahku perlahan mundur,
Posisiku yang tadinya dekat kini semakin lama perlahan menjauh dan menjauh. air mata mereka semakin menjadi. genggaman tangan mereka, yang ingin memelukku membuat mereka takut untuk memelukku,

“apa yang kalian lakukan disini. prgilah dan tak usah kembali lagi?”
“Firaa! apa yang kau katakan? mereka ayah dan kakakmu fira… cobalah untuk mengerti firaa” ucap ibu padaku.
“apa yang harus kumengerti buu? sosok kedua pria yang kembali dan meminta maaf setelah lamanya sudah meninggalkanku dan dirimu?”
“fira adikku? maafkan kakakmu.” langkahnya pun mencoba mendekat ke arahku namun belum sempat melangkah lebih jauh aku sudah memperingatkannya untuk tidak mendekat padaku.
“DIAM DISITU!!!!” bentakku
“firaa?”
“jangan mendekat padaku. aku tidak ingin terluka kembali karena harus dengan bodohnya menerima kalian kembali ke hidupku!!”
“fira, tak bisakah kau memberikan kesempatan pada ayahmu fira?”
“kesempatan? untuk apa? untuk merusak kembali masa indah yang kini kupunya menerimamu, dan membiarkan hidupku berantakan kembali?”
“fira?” tangisan ibu semakin menyesak.

Aku tau yang aku lakukan ini salah. aku melakukan ini pun untuk demi menjaga hati ibu agar tak terluka kembali.

“dengan bodohnya aku membiarkan kalian kembali kehidupku?”
“fira kumohon, kakakmu menyayangimu…”
“berhenti dan diamlah mengatakan soal rasa sayang kau tak mengerti apapun tentang itu!!”
“fira, cobalah untuk mengerti sayang, ibu tau kau sangat terluka. tapi biarkan mereka memperbaiki kesalahan mereka biarkan mereka menebus kesalahan mereka”
“fira kakak dan ayah berjanji tak akan meninggalkanmu kembali fira” tangisnya

Pikiranku semakin kacau,
Air mataku rasa sakitmku, tertumpah semua kini.
Aku memang sangat menyayangi mereka, tapi aku tidak ingin rasa sakit kehilangan luka dan hancur kembali menghantuiku dan ibuku. aku tak mampu berpikir jernih.

Pandanganku kabur, kepalaku terasa berat entah apa rasanya ini…
Darah segar mengalir dari hidungku, pandangan mata yang semakin buram hingga lama kelamaan pandanganku hilang dan lenyap.

Aku terbangun menatap langit langit yang mungkin asing saat aku tatap, aku mencoba melihat semua ruangan yang berada di sekitarku..
Ibu sudah berada di sampingku dengan air matanya yang mengalir. kedua pria itu pun tepat berada di samping ibu.

“fira” tangis rio
“fira untunglah kau sadar nak” ucap ayah
“mengapa masih berada di hadapanku?” ucapku dingin
“fira…” ucap ibuuu yang mencoba membujukku
“kumohon fira, maafkan kakakmu ini yang sudah bersalah karena meninggalkanmu firaa” tangisnya

Air mataku tak tertahankan lagi aku menangis sejadi jadinya. aku tau aku sudah egois dalam hal ini, membiarkan ereka terus menerus memohon padaku. tanpa memberikannya kesempatan kembali.
Akhirnya aku mencoba merubah pikiranku,
Aku mencoba memaafkan dan menerima mereka kembali dalam hidupku,
“kaa rio?” tangisku
“firaaaa?” rio mendekat ke arah fira menggenggam tanganku menangis sejadi jadinya di hadapanku meminta maaf kesekian kalinya.
“ayah?” senyumku
“firaa anakku?”
Ayah dan kak rio memelukku mencoba memastika bahwa mereka benar benar ingin menebus kesalahannya.
“maafkan fira karena tidak memberikan kalian harapan, fira hanya mencoba memastikan bahwa kalian tidak akan pergi kembali meninggalkan ibuuu”
“tidak akan fira kami tidak akan meninggalkan kamu dan ibu kembali…”

Aku tersenyum bahagia, paling tidak kini sudah ada yang menjaga ibu. aku tersenyum lega karena ada yang membuat hari hari ibu kembali terisi meski tanpaku.
“kak rio, ayah?”
“iya firaa?”
“bisakah aku membuat permintaan sederhana?”
“katakanlah firaa? kami akan mengabulkannya?”
“tolong jaga ibu ketika penjagaku tak akan lagi bisa menjaganya buatlah ia tetap tersenyum disetiap harinya jaga ia, bahagiakan dia. maafkan fira yang tidak bisa terlalu lama disini menjaga dan bersama kalian. berbahagialah semoga kalian tetap mengenangku meski aku sudah tidak ada. aku menyayangi kalian semua. kak rio? aku menyayangimu kaaak..” Kata kata terakhir yang terucap oleh fira membuat kakak dan ayahnya merasa terpukul.
“firaaaaa bangunlah, kakakmu masih membutuhkanmu deee!” tangisnya yang begitu menjerit rasa bersalah yang terus menyelimutinya hingga akhir ujung pemakaman fira.

Ibu, ayah dan rio menangis saat tau putri dan adik kecilnya harus meninggalkan mereka semua.

Rio Menatap batu nisan fira dengan senyumnya berharap adik kecilnya akan tenang disana.
“yang tenang disana ya fira kami disini merindukanmu.”
Air mata mengalir di pipi rio. rio mencoba kuat atas kepergian fira meyakinkan diri bahwa ia bisa tanpa fira.
“adik kecilku, yang tenang disana aku sangat menyayangimu firaa” senyum rio…

Cerpen Karangan: Mutyaa Zulmyy
Facebook: Mutyaa Zulmyy
Mau tau lebih jelas tentang gue ?
bisa look disini guys 🙂
Ig; Naneun_mutyazulmi_imnida
Facebook; Mutyaa zulmyy
Thanks for reading:)

Cerpen Who You? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Laila

Oleh:
Hujan rintik-rintik. “Laila, bangun! Jangan tidur terus kamu! Cari duit!” Bentak seorang Ibu dari ruang depan rumah. “Pagi ya?” Laila masih sedikit ngantuk sambil mengucak matanya. Laila seorang gadis

Semua Ini Terjadi Secara Tiba Tiba

Oleh:
UASBN hampir tiba. Aku belajar dengan bersungguh-sungguh. Aku ingin menunaikan harapan ayah terhadapku, menjadi orang yang berjaya dalam hidup. Bagiku, UASBN adalah langkah pertama untuk mencapai kejayaan. Aku hanya

Renungan “NASIB”

Oleh:
25 tahun yang lalu, Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun

Kafe Kafein (Part 1)

Oleh:
Betapa banyaknya ketidakyakinan di dunia ini. Kita tidak yakin akan nasib kita hari esok, atau kita tidak yakin betapa besarnya seluruh alam semesta ini. Kita tidak yakin dengan potensi

Yang Kuinginkan

Oleh:
Aku termenung sendirian. Ruangan remang-remang membuatku terus terfikir atas apa yang kualami hari ini. Suara azan berkumandang seiring mega yang berwarna jingga. Sisa-sisa rasa gugupku sayup-sayup masih kurasakan. Satu-persatu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *