Wrong Answer

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 14 February 2017

Hay, namaku Olivia. Aku anak tunggal dari keluarga yang harmonis dan kaya raya. Aku bersekolah di Legacy High school duduk di kelas 9. Banyak yang bilang, kalau sekolahku hanya orang yang kaya raya saja. Namun kenyataannya ada banyak orang miskin yang masuk di sekolah ini karena beasiswa yang mudah didapat.

Suatu hari
“Livia! Sini deh, jangan dekat-dekat dengan anak itu! Dia anak miskin yang lusuh dan kumuh” panggil Diyra, anak yang sombong dan memilih-milih teman
“Emang kenapa sih? Anisa itu emang miskin, tapi hatinya kaya ya! Jaga ucapanmu!” belaku dan duduk di samping Anisa, ia terus menundukkan kepalanya dan menangis. Diyra dan teman-temannya menatapku sinis dan pergi berlalu. Ia tersenyum tipis “terima kasih, Olivia” katanya pelan dan tersenyum manis. Aku mengangguk dan memeluknya ‘coba saja, Dia Adikku. Aku pasti memeluknya lebih erat sebagai adik’ batinku.

Saat pulang sekolah, Anisa terburu-buru keluar dari dalam kelas. Aku mengejarnya “Hoy Anisa! Kamu kok tergesa-gesa seperti itu?” tanyaku kencang, ia berhenti berlari.
“aku takut dibully lagi Liv. Ibuku sudah menunggu di rumah, aku pulang dulu” jawab Anisa pelan sekali seperti berbisik
“oohh… ya sudah, sampai ketemu esok!” sahutku ceria membuatnya tersenyum manis di hadapanku dan berlari ke luar dari lapangan.

Di rumah
“Hhmm… mama masak apa nih?” tanyaku sambil mengikuti harum masakan yang membuatku kembali lapar
“eh, Olivia udah pulang. Ini, mama buat Ayam Panggang kesukaanmu. Untung-untung, mama dikasih cuti 2 hari. Jadi, kita bisa vacation deh” jawab mama sambil memelukku erat.
Mama membawa sepiring ayam panggang ke atas meja. Aku langsung duduk, memakai serbet dan mengambil ayam panggang “Ma, kita ke Giant Mall yuk. Katanya ada diskon baju matahari di sana” ajakku selesai makan
“boleh, kamu ganti baju gih. Mama cuci piring dulu” kata Mama, aku mengangguk cepat dan langsung ke kamarku.

Setelah dari Mall
“Hhfft… capeknya, mama masuk ke kamar dulu ya” keluh Mama sambil menaiki anak tangga
“Ya, ma. Olivia nungguin temen Dulu” jawabku.

Ting… tong…. aku membuka pintu dan Anisa ada di hadapanku
“Wahh… Anisa, ayo duduk. Aku buatkan teh ya” Sahutku menyambut Anisa, ia hanya tersenyum tipis dan duduk di sofa

“Ini tehnya, eummm… jadi kamu mau ngapain ya ke rumahku?” tanyaku sambil menarih teh di meja tamu, ia menghela nafas
“aku ingin membicarakan tentang keluargaku. Hhhhfft… apakah ada ibumu?” Tutur Anisa serius sekali, aku menelan ludah dan memanggil mama.

Mama turun dengan kaget dan hampir pingsan “Ekhmm… Kamu mau ada apa di sini?” tanya Mama, Anisa tertawa pelan
“Apakah Nyonya tidak menganggapku lagi? Baiklah, beri tahu dia Nyonya. Tentang apa yang sebenarnya terjadi!” jawab Anisa Keras
Mama menghela nafas panjang “Begini Olivia, saat mama melahirkan kamu. Waktu itu, mama melahirkan kembar. Sayangnya, kembaranmu sudah dibuang oleh ayah kamu karena diramalkan anak kedua dari kembar adalah pembawa sial. Kamu tumbuh begitu cepat dan ayah lebih menyayangimu dibandingkan kembaranmu. Kembaranmu kini diasuh oleh sepasang suami istri yang tinggal di gubuk tua. Jadi, kembaranmu adalah anisa” jelas Mama, aku menangis sejadi-jadinya. Aku memeluk erat Anisa, Adik kembarku yang jauh dariku. Memang dari kukecil aku ingin punya adik, sayangnya. Mama kini mandul dan tak bisa memberikanku adik. Anisa kini menjadi Alivia. Alivia hidup bebas sepertiku, sayangnya. Papa masih terus membandingkanku dengannya, Alivia.

Cerpen Karangan: Hanania Andini Falihah
Eummm, namaku Fally. Aku sekolah di SDIT Gembira, bekasi-jatibening 2 kelas 4.

Cerpen Wrong Answer merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Ujung Pelangi

Oleh:
“Zilna, cepat bangun” Teriak mamanya zilna “Ini kan hari minggu mah, jadi, aku bisa tidur seharian” Jawab zilna, “Zilna, kamu kan belum sholat subuh, nanti tuhan marah lho!” Balas

Bobby Yang Hilang

Oleh:
Nama ku Dinda Ayu pratiwi aku duduk dikelas 4 SD, pada hari minggu mama sangat sibuk jadi akhirnya mama menyuruh ku untuk menjaga adikku yang bernama Bobby. Adikku ini

Terima Kasih Kakak

Oleh:
Suatu hari ada kakak beradik yang selalu rukun. Sang Kakak bernama Erlinda yang berumur 20 tahun dan sang adik bernama Riana yang berumur 15 tahun. Riana dan Erlinda memiliki

6 BFF

Oleh:
Hai perkenalkan namaku agatha, aku mempunyai 6 sahabat yang bernama Zefanya, Ayu, yoel, Alvesa dan Ester. Kami selalu bermain bersama tidak peduli dalam suka ataupun duka. Ketika kami sedang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *