Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Rania

Aku masih di sini. Bersama dengan Rania di sudut kantin sekolah. Tampak sekali sekitar kami sudah sepi. Yang memastikan bahwa hampir semua siswa SMA Pramudya Aksara sudah pulang ke rumah. “Aku tak bisa, Dai.”...

Jantung Yang Terukir

Siang itu pak Rendi sedang mengukir sebuah patung yang sudah dipesan pelanggannya minggu lalu, terlihat seorang bocah berumur 8 tahun menghampirinya, dan bocah itu adalah anaknya sendiri, dia anak semata wayangnya. Anak itu...

Blackforest Untuk Bunda

“Bunda berangkat ya nak!” seru Bunda. “Iya Bunda! Hati-hati di jalan, ya!” seru Ara dan Hanny. Pagi itu, Bunda Ara dan Hanny pergi ke keluar kota. Tepatnya Jakarta. Ia pergi kesana karena ada reuni dengan teman-teman...

Penyesalan

Senja itu aku duduk berdua dengannya, menatap awan yang telah memerah, sesungguhnya ada yang ingin aku utarakan kepada laki laki yang ada di sampingku ini, tapi aku tak mampu, aku takut membuatnya terluka “ya ALLAH...

Es Kelapa Umi

Suara nada dering telpon genggam umi berbunyi… Ketika dilihat ternyata dari abi. “Assalamu’alaikum umi… Sedang apa?” Abi memulai pembicaraan. “wa’alaikumsalam warohmatullahi wa barakatu… Habis...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply