You’re The Only Pride Sister!


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 12 September 2013

“Putriii!!” suara mama memanggil. “Ya ma sebentar”. Putri segera turun ke bawah untuk menemui mama, papa, serta kakaknya di meja makan. “Hari ini apa menunya Ma?” ujar Kakaknya Gigih. “Ikan bakar asam pedas”. “Wahh, enak nih kayaknya” timpal Putri. “Yee Siput ngikut aja!”. “Apaan sih kak? Siput siput! Jelek tau” gerutu Putri. “Yah disyukurin aja ya?” ucapnya dengan muka lucunya. “Kak? Ajarin Putri fisika yaa?”. “Loh? Kok minta ajarin kakak? Emang tadi kamu gak dengerin waktu diterangin guru?”. “Yahh kakak! Pelit banget sih! Kakak kan juara olimpiade fisika?”. “Ya emang kenapa kalo juara? Ngiri?”. “Sudah sudah, ayo makan dulu” ujar papa melerai. Mereka pun melanjutkan makan malam bersama.
“Gih”. “Ya Pa? Ada apa?” ucap Gigih. “Ajari adikmu! Jangan pelit-pelit dong sama adik sendiri” ucap Papa menasehati. “Iya iya Pa”.

Gigih langsung berjalan menuju kamar Putri. *ceklekk* Putri mengalihkan pandangannya ke pintu kamar. “Ada apa Kakak kesini?” celetuknya. “Katanya tadi minta diajarin fisika? Gak mau? Ya sudah Kakak turun lagi” balasnya santai. “Ehh Kakak, jangan ngambek dong :D ajarin Putri yaa?” ucapku merayu. Gigih pun tak mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya, Ia langsung saja masuk ke dalam kamar Putri dan membaca soal fisikanya. “Hoaaaam” Putri menguap. “Jadi gini dek, ini dikaliin sama yang atas terus ditambah habis itu baru dijumlah semuanya” jelasnya. Gigih terus menjelaskan soal demi soal dan menuliskannya di buku pekerjaan Putri. “Sudah mengerti kan dek?” tanya Gigih pada Putri. Putri diam dan tak menjawab pertanyaannya. “Put? Put?” ucap Gigih sambil perlahan melihat ke arah Putri yang berada tepat di belakangnya. Ternyata Putri tertidur dan tak mendengarkan selama Gigih menjelaskan soal-soal fisika itu. “Semprull! Sipuuuttt! Gak enak banget sih!” teriak Gigih di depan mukanya. Tapi Putri tetap tak memperdulikan teriakannya yang seperti macan itu. “Ada apa sih Gih? Kok teriak-teriak?” ucap Mama menghampiri. “Tuh Mah! Siput malah tidur waktu aku jelasin. Gimana gak enek coba?” jelas Gigih kesal. “Ohh.. mungkin adikmu lelah Gih, seharian dia ngurusin majalah sekolahnya” ujar Mama menenangkan. Gigih tak mengatakan sepatah kata pun, dan langsung meninggalkan Mama dan Putri di kamar.

“Putrii, ayo bangun sholat subuh dulu nak” ucap Mama pelan membangunkan. Putri mulai membuka matanya perlahan-lahan. “Ma! Kakak mana? Lalu fisikaku bagaimana” ucapku berteriak histeris. “Sudah sudah! Sholat dulu Put”. “Iya iya Ma”. Putri segera bangkit dari tempat tidurnya dan segera mengambil air wudhu.

Setelah selesai sholat, Putri segera ke kamar Kakak. *Toktoktok* “Assalamu’alaikum Kak”. Dan Ia tak mendapati sebuah jawaban dari dalam. Ia menyesal karena tadi malam sudah tertidur di saat Kakaknya menjelaskan. “Pasti Kakak marah sama aku” batinnya menyesal. Putri membalikkan badannya dan segera melangkahkan kakinya. *Ceklek* “Wa’alaikumsalam”. Putri mendengar suara itu, segera saja Ia membalikkan badannya kembali dan memberikan senyuman pada Kakaknya. “Mau apa kamu? Belum puas ngerjain Kakak?”. “Maafin Putri Kak, Putri salah.. tadi malam Putri udah ngantuk banget Kak.. Maaf yaa?” ucapnya merengek. “Sudah sudah! Sana pergii!! Kakak enek ngeliatnya!” balasnya kasar. Saat itu pula, Putri menitikkan air mata di depan Kakaknya. “Gak usah cengeng deh” bentak Kakaknya kembali. Putri segera lari dan mencari Mamanya. “Mamaa”. “Putri? Kenapa nangis?”. “Kakak marahin Putri Maa” ucapnya mengadu. “Omongin aja semuanya ke Mama! Dasar tukang wadul” teriak Gigih dari dalam kamarnya. Putri hanya bisa menangis lebih kencang dan segera berlari ke dalam kamar.

“Putrii! Ayo sarapan dulu nak” teriak Mama. Putri segera menuruni tangga, dan dilihatnya sudah ada sosok kakaknya disana. “Ma, Pa Putri pamit, Assalamu’alaikum” ucap Putri sambil mencium tangan Mama dan Papa. “Loh Put? Gak sarapan dulu?”. “Biarin aja kenapa sih Ma! Orang kayak Dia kan gak butuh makan!” ucap Kakak menimpali. Putri tak kuasa menahan tangisnya dan Putri segera pergi dari hadapan mereka semua. “Gigih!” bentak Mama. “Kenapa Ma? Marah sama Gigih?” ucapnya renyah. “Kamu gak seharusnya bilang gitu sama adik kamu Gih! Dia juga punya hati yang sangat peka! Dia pasti sakit Gih” ujar Papa menasehati. “Udahlah! Gigih jadi gak nafsu” ujarnya sambil membanting sendok dan garpu.
Hatinya saat ini benar-benar sakit. Hanya masalah sepele? Tapi dianggap serius.

Sepulang sekolah Putri sengaja mampir ke supermarket. Ia membeli coklat untuk Kakaknya sebagai tanda permintaan maaf. Setelah selesai, Ia segera pulang ke rumah.

Di kamar, Putri membungkus coklat itu dengan kertas emas. Lalu ditulisnya sebuah surat yang tak lain dan tak bukan berisi permintaan maaf.

To: Kakakku
Kak.. Putri minta maaf ya? Tolong maafin Putri Kak.. Waktu itu Putri gak sengaja tidur, karena Putri capek banget seharian harus ngurusin majalah sekolah.. Sekali lagi Putri minta maaf ya Kak? Semoga dengan coklat ini Kakak mau maafin Putri..
Sebelum Putri pergi.. dari hidup kakak..
20 Agustus 2011
From: Adikmu (Putri)

Putri melipat kertas itu, dan Ia menyelipkan di antara pita yang terikat di coklatnya. Dan Ia meletakkan coklat itu di atas meja kecilnya. Setelahnya Putri segera tidur siang, karena nanti malam Ia berniat ingin mengerjakan tugas sekolah.
“Put bangun sudah sore nak” Mama membangunkan. Saat itu Putri tak bisa membuka matanya. Lalu Mama mendekatkan tangannya ke jidat Putri. “Ya ampun! Kamu demam nak” ujar Mama dengan nada khawatir. “Papa!! Gigih!!” teriak Mama. “Ada apa sih Ma?”. “Gigih! Adikmu demam, cepat panggil papa”. “Hah? Demam?”. “Iya Gih! Cepat panggil Papa”. “Iya Ma”.
Setelah itu, Putri langsung dibawa mereka ke Rumah Sakit. Saat itu Ia tak bisa menggerakkan organ tubuhnya. Membuka mata pun Putri tak bisa!

Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata Putri bukan demam. Putri menderita penyakit DBD. Suara tangisan pun memecahkan kesunyian itu. Tak terkecuali dengan Gigih, dia selalu memegang tangan adiknya seraya berdoa agar Putri cepat sadar.

Putri koma selama 6 hari. Dan akhirnya Ia bisa melewati masa koma itu walaupun keadaannya saat itu masih kritis dan belum bisa membuka mata dan melihat dunia.
“Gih, kamu mau gak ngambil baju adik kamu? Mama minta tolong ya?” ucap Mama pada Gigih yang masih mendekap tangan adiknya erat-erat. “Baik Ma” balas Gigih lesu. Gigih pun segera pulang ke rumah dan segera masuk ke kamar Putri untuk mengambil baju. Seketika *prakk!* suara benda terjatuh ke lantai. Gigih langsung mencari benda yang jatuh. Bendanya sangat silau dilihat oleh mata. “Apa ini?” ucap Gigih lirih. Gigih menarik kertas yang terselip disitu. Gigih mulai membacanya, dan air matanya mulai jatuh berderai. Gigih tak menyangka, Siput kesayangannya ingin meminta maaf padanya menggunakan sebuah coklat yang dipegangnya saat ini. Kini hidup Gigih hanya dipenuhi dengan penyesalan.

Sesampainya di Rumah Sakit, Gigih langsung memegang erat kembali tangan Putri, dan mengalirkan air mata. “Gigih kenapa?” ucap Papa menepuk pundak Gigih. “Gigih mau Siput bangun Pa” ucapnya menambah volume tangisannya. “Sabar ya, Putri pasti bakal bangun lagi” ujar Papa menenangkan.

Hari demi hari Gigih menunggu kesadaran adik tercintanya. “Maafin Kakak dek, seharusnya Kakak gak bersifat gini sama kamu. Kakak nyesel dek” ucap Gigih dengan air mata berderai. Tak lama dari itu Putri menggerakkan jari jemarinya yang lentik. “Kakaak” ucap Putri lirih. Gigih segera tersadar dari tangisannya itu. “Put? Kamu udah bangun?” balas Gigih gelagapan. “Mamaa, Papaa!! Putri sudah sadar” teriak Gigih. Mama Papanya langsung masuk ke dalam ruangan tempat Putri dirawat. Orang tua Putri langsung memeluk dan mencium Putri. Layaknya seorang yang tidak mau kehilangan barang kesayangannya.

Setelah 3 hari Putri opname di Rumah Sakit, akhirnya hari ini Ia bisa kembali ke rumahnya. Hari ini hanya Mama dan Papanya yang menjemputnya di Rumah Sakit. “Ma, Kakak mana?” ucap Putri menghentikan langkahnya. “Kakak ada jadwal kuliah Put” ucap Mamanya sambil tertawa sedikit. Seperti ada yang disembunyikan dari Putri. Tapi Putri tak mau menanyakan hal itu, Ia takut nanti dibilang KEPO!

Setelah sampai rumah, Putri segera berlari masuk ke dalam karena Ia sangat rindu dengan suasana dalam rumah. *Ceklek* “Woow!” ucapnya tersentak kaget. “Selamat kembali ke rumah, Siput kesayangan” ucap Gigih dari dalam. Tanpa berkata apapun Putri langsung memeluk Kakaknya. “Terimakasih Kak” ucapnya yang masih berada dalam dekapan.
“Put, terimakasih atas coklatnya ya?”. Putri segera melepas pelukannya. “Coklat? Coklat apa?” ucap Putri kebingungan. “Emm? Yang di meja kecil kamarmu?”. “Yang mana?”. “Yang ada pitanya?”. Putri diam dan wajahnya menunjukkan layaknya seorang yang sedang berfikir keras. “Kakak! Kok diambil?” ujar Putri sambil memukul bahu Gigih. “Loh? Itukan untuk Kakak? Ya jadi Kakak ambil” jelasnya. “Hahaha! Kakak udah gak marah kan sama Putri?”. “Em? Masih!” ujar Gigih membuang mukanya. “Hih, Kakak kan sudah makan coklatnya?”. “Beliin coklat lagi, nanti baru kakak maafin” ucap Gigih sambil berjalan meninggalkan Putri. “Ya Kakak… Putri cuma punya permen. Ini juga hadiah dari dokter Kak?” ujar Putri mengejar Gigih. Lalu Gigih membalikkan badannya dan berkata “Siput, Kamu adik Kakak yang paling baik sedunia” ucap Gigih membungkukkan badannya. “Tapi Kakak?”. “Sudah, Kakak udah gak marah lagi kok sama kamu” ucap Gigih membelai rambut adiknya. Putri hanya tersenyum manis padanya. “YOU’RE THE ONLY PRIDE, SISTER!” ujar Gigih memeluk Putri. Kedua orang tuanya langsung menghampiri sepasang Kakak beradik tersebut. Dan selesai~

Cerpen Karangan: Putri Novitasari
Facebook: Putri Novita Sari

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Keluarga Cerpen Penyesalan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply