Akhirnya Aku Resmi Jadi Mahasiswa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 April 2017

Mataku tampak berbinar-binar saat aku melihat tulisan ‘SELAMAT! ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS JAMBI’ muncul di layar komputerku. Itu membuktikan kalau aku lulus seleksi SBMPTN di UNJA, universitas terbesar di daerahku. Walaupaun jurusan yang menerimaku tidak sesuai dengan yang kuinginkan, aku tetap bersyukur karena aku yakin Allah punya rencana lain untukku.

Tanggal 18 Agustus 2016, ospek hari pertama dimulai. Seluruh calon mahasiswa berkumpul di aula Univeraitas Jambi. Di sana, aku masih terlihat lugu. Ya. Wajar saja aku terlihat begitu karena ini adalah pengalaman pertamaku jadi mahasiswa. Belum mengerti dengan kebiasaan kota.

Setelah dekan memberikan sambutannya, kami disuruh membuat grup berdasarkan jurusan masing-masing. Di sana, aku menemukan teman baru yang tidak membosankan layaknya teman semasa SMA-ku dulu. Setelah grup kami terbentuk, kami bingung sendiri. Kami melihat grup lain telah memiliki seorang pembimbing. Sementara kami masih mencari seorang senior. Tiba-tiba saja mataku langsung tertuju pada seorang gadis di bawah sebuah pohon. Sesegera mungkin aku mengajak teman segrupku menemuinya.

“Kalian dari mana saja, sih?” tanya gadis tersebut setelah kami menemuinya. Kak Mahra. Begitulah nama yang tertera di papan namanya. “Kakak sudah bosan menunggu kalian di sini” sambungnya.
“Maaf, kak. Tadi kami tidak tahu.” jawab Jessica yang akhirnya diutus menjadi ketua grup kami. Dan semua anggota grup kami mengiyakan jawaban Jessica.
“Ya sudah. Mari kita buat papan gugus. Kalian ikuti kakak supaya kalian tahu caranya” pintanya. Kami semua mengikuti perintahnya. Kulihat orang-orang dari grup lain juga melakukan hal yang sama.

Keseruan pada masa ospek terus berlanjut hingga hari ke empat yang ditutup dengan senam bersama di lapangan. Lelah, letih, atau capek seakan tak terasa karena keseruannya.

Sekarang aku beristirahat di rumah menunggu masa kuliah dimulai. Sebulan menjelang masa kuliah terasa lama sekali. Sepertinya aku sudah tak sabar lagi merasakan asyiknya belajar di universitas. Sesekali kebaikan kak Mahra juga membayang dalam benakku. Ingin sekali aku mengucap rasa terima kasihku padanya. Tapi sekarang aku sedang berada di Muara Bulian sedangkan kak Mahra di Jambi.
“Sebaiknya aku buat cerita saja. Mungkin dia suka” pikirku dalan hati

SELESAI

Cerpen Karangan: Linggom Nababan
Facebook: fb.com/linggom.nababan01

Cerpen Akhirnya Aku Resmi Jadi Mahasiswa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Oh Ternyata

Oleh:
Sore yang begitu mengagumkan semburat jingga menghiasi langit, warna ungu dan biru pun tak mau kalah ikut terselip di antara kemerahan awan yang mengepul, sore ini aku sangat bersemangat

Cinta di Ujung Senja

Oleh:
Ia selalu usil dan menggangguku. Membuatku kesal saja. Huft! Tapi kenapa setiap kali ia tak datang ke sekolah, aku merasa ada yang kurang. Anak yang nakal, tapi kenapa bikin

Just Best Friend

Oleh:
Sepulang sekolah, tidak seperti biasanya. Hari ini begitu terik, panas matahari serasa membakar kulit. Keringat bercucuran, mata sudah tidak fokus memperhatikan jalan yang di lewati. Hari ini sepertinya menjadi

Masih Segalanya

Oleh:
Sekolah pun dimulai, aku sekarang berada di kelas 7, aku sekolah siang dan menempati ruangan setelah kelas 8. Suatu hari temanku bertanya padaku. “kamu kenal Kak Heldy?” tanya dia,

Who Is My Choice

Oleh:
“Aku mau kita putus, Dan. Aku sudah nggak tahan lagi sama kamu!” Kezia memandang kesal foto pacarnya. Danny, cowok terpandai nomor dua di sekolah sudah mengisi hari-harinya selama satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *