Alangkah Hitamnya Hidup Ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 23 May 2020

Mungkin kehidupan seharusnya tidak memandang adanya kepentingan tak menentu. Ini bagaikan semut terkadang dihiraukan dan hal sekecil ini pun malah disia-siakan. Meskipun tidak berguna, mereka yang membuat kehidupan ini penuh makna. Itulah yang pernah dirasakan oleh Rendi, seorang pria yang punya kepintaran diluar kemampuan temannya. Dia sering memperoleh hasil baik tiap ujian.

Akan tetapi, tidak selamanya kepintaran ini bisa menyelamatkan Dia dari temannya. Mereka seperti biasa, memasang muka dua di hadapan dia. Ini terjadi saat mereka sangat ada masalah dan sangat membutuhkannya. Ketika diberi tugas, mereka langsung meminta untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh paksaan. Dia menyadari jika tidak dikerjakan olehnya, temannya pasti akan menjauhinya. Ini terasa seperti terjebak di dalam gua. Jalan kepasraan menghantui hidupnya. Masalah yang mungkin seharusnya tiada, malah dibesar-besarkan.

“Tidak apa-apa, saat ini mereka memanfaatkan saya. Tapi, suatu hari nanti ketika angin petir menghujani mereka, saya akan berbuat seperti pahlawan yang pernah mereka hiraukan. Memang sekarang tidak semestinya akan jatuh ke dalam ketentuan tak menentu mereka. Karena kesabaran yang saya miliki, hidup saya masih bisa berjuang sampai titik darah penghabisan.”. Itulah isi hati dia terhadap temannya.

Terkadang ketika pulang sekolah, tidak ada satupun orang yang menolong dia. Hanya beberapa meter jaraknya, tapi tidak ada yang mau menemaninya pulang. Semuanya mementingkan diri sendiri. Banyak sekali berbagai alasan untuk tidak membantu dia. Penyesalan pasti ada karena dia sudah memberikan keringanan saat mengerjakan tugas. Tapi ini tidak akan dijadikan putus asa, karena pasti ada teman yang rela menolong walaupun tidak kenal daripada temannya yang egois.

Hanya beberapa orang yang mengerti perasaannya terutama Zaenal. Dia selalu mengisi kehampaan hidup yang belum sepenuhnya ada. “Orangnya biasa saja, tapi menurut saya dia punya sesuatu bahkan orang lain pun belum mengetahuinya. Hanya saya yang tahu sosok dibalik kehidupan Zaenal.” Kata hati Rendi

Rendi dan Zaenal sering pulang bersama tanpa kendaraan. Mereka tiap langkah menyusuri jalanan. Berbincang tentang apapun, mereka rasa memang menyenangkan. Sampai tiba ke rumah, mereka sangat gembira. Yang tadinya kelas tempat sunyi dan kini menjadi terang karena cahaya yang meneranginya.

Hanya karena kepentingan tak menentu yang bisa membuat kegelapan. Dan kesombongan seseorang yang bisa menjadi keangkuhan. Itu semua adalah perjalanan Rendi. Rintangan yang malah menjadi keresahan pada hidupnya. Meskipun terasa sakit, itulah awal perjuangan. Semua yang ada adalah kepalsuan hidup yang nyata. Alangkah hitamnya hidup ini.

Cerpen Karangan: Firdaus Zaky Gifary
Facebook: Firdaus Zaky Gifary
Pemula dalam menulis karya sastra

Cerpen Alangkah Hitamnya Hidup Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Pilihanmu Tak Berpihak

Oleh:
Hidup adalah pilihan… Aku mengatakan itu omong kosong. Bagai mana tidak, aku bahkan tak bisa memilih hidup dengan orang yang aku cintai. Aku tak ingin hidup dengan lelaki yang

Perjalanan

Oleh:
Jumat pagi pun tiba, merdunya panggilan Allah pada saat pagi itu. Suara ayam pun terdengar matahari pun muncul tanpa rasa malu memancarkan cahayanya. Perkenalkan namaku Asri navitri, aku gadis

Ichaku…

Oleh:
“ Itu tuh nu itu … anu leutik imut dikerudung !! “..” adeeeuuuyy Mance euy! “ goda temanku itu.. “ Cha,, cari tau ya siapa dia “ pintaku sama

Matahariku

Oleh:
Mungkin aku akan berhenti mengejar matahari yang selalu aku ikuti bayang-bayangnya. Berhenti sebelum aku lelah dan letih mengejarnya, sebelum aku bertemu rasa passionless. Setelah membaca buku Morning Light, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *