Antara Cinta dan Benci

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 12 June 2019

Sinar cahaya Mentari pagi telah membangunkanku dari mimpi indahku. Dan selamat pagiii saatnya aku mulai dengan aktivitasku yang baru.

Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di kantor baruku, Singkat cerita.
Setelah dua minggu berlalu ada seorang cowok yang telah membantuku dalam presentasi, dia bernama rein.
Dan rein pun langsung chat aku..
“Gimana tadi presentasinya dibantuin Bagus kan?” kata rein.
Aku pun menjawab, “iyah, terimakasih yaa udah mau bantu”.

Sejak saat itu kita pun terus komunikasi, sering teleponan, bahkan sebelum tidur rein vidio call aku dulu. Kita pun juga jalan bareng, bercanda bareng, happy happy bareng..
Dan sejak ada rein aku bahagia karena aku bisa melupakan rasa sakit hati aku kepada mantan aku.

Lalu kedeketan kita pun diketahui temanku, dan temanku bilang kepadaku bahwa rein sudah mau nikah di tahun ini dan aku pun shock aku kaget karena rein yang bilang sendiri sama aku kalau dia pun jomblo dia juga kesepian sendiri.

Lalu aku pun langsung menanyakan hal ini kepada rein.
“Rein kamu mau nikah tahun ini?” tanyaku
“Tidak cantika, kata siapa itu hoaks” jawab rein.
Dan aku pun mempercayai perkataan rein, dan aku tetap menjalankan kisahku kepada rein.. Rein selalu perhatian dia pun ingin mengajakku ke Puncak sampai naik ke atas puncak, dan akhirnya kesampaian juga aku ke puncak sama rein.

Karena sudah terlalu malam banget sampai sana bahkan sudah pagi sekitar jam 3.00 aku milih tidur di mobil tidak keluar mobil, ingin naik ke atas puncak pun jadi malas karena sudah terlalu pagi dan capek karena paginya pun aku harus kerja, sejak saat itu aku merasakan ada hal yang aneh yaa rasa itu, aku telah jatuh Cinta pada rein.

Singkat cerita..
Sejak pulang dari puncak rein berubah entah kenapa aku pun tidak tahu, dia tidak pernah perhatian lagi bahkan telepon dan vidio call aku lagi. Aku pun hanya bisa tenang dan bersikap biasa karena aku sadar aku bukan siapa siapanya dia.

Dan akhirnya tuhan pun menunjukkan kebenarannya lewat sahabatku sendiri. Sahabatku berteman dengan rein di dunia maya dan ternyata benar rein sudah mau menikah karena dia sudah melamar seorang perempuan yang sudah mempunyai anak satu. Saat aku melihat foto foto rein dengan wanita tersebut hatiku sangat kecewa dan aku pun sampai meneteskan air mata. Dan pada saat itu aku sangat benci dengan rein, dia tega membohongi dua orang wanita sekaligus. Dan akhirnya aku pun yang mengalah, aku yang pergi dari kehidupan rein dengan membawa rasa sayangku terhadap rein karena rein telah membuatku sayang terhadap dia tapi dia pun telah membuatku benci kepadanya.

Entah bagaimana nanti jika aku bertemu dengan dia di kantor, aku hanya mengaggap dia laki laki jahat yang kejam dan aku akan melupakannya dan menganggap seperti pertama kali tidak mengenalnya.. Ya Allah cobaanmu sangat berat untuk kulalui tapi aku selalu sabar, aku ikhlas ya allah jika aku harus merasakan ini sendirian aku hanya berdoa kepadamu agar apa yang aku rasa kepada rein bisa segera hilang dari hati dan pikiranku.

Dan akankah suatu hari nanti tuhan akan menyatukan aku dan kamu menjadi kita, atau tuhan akan menjauhkan kita..? Tetapi aku tidak terfokus kepada rein karena aku yakin di suatu saat nanti ada seseorang yang menyayangi dan mencintaiku dengan tulus, seorang laki laki yang tidak akan menyakiti hatiku dan selalu membuatku bahagia, dia adalah tulang rusukku.

Cerpen Karangan: Septi Kartika
Blog / Facebook: Kitty septy

Cerpen Antara Cinta dan Benci merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anakku Yuda Yang Lucu

Oleh:
Ini kejadiannya hari Selasa, tanggal 13 Agustus 2013, tapi sayangnya aku tidak lihat sendiri karena Senin malam aku pergi untuk menjalankan tugas Ronda Malam Selasa di kampung asalku di

Resto Maghoni

Oleh:
Sekali lagi aku membaca papan nama restoran yang ada di depanku. Tak terasa sudah sepuluh tahun aku tak mendatangi restoran ini, restoran yang aku kira akan tutup karena letaknya

Tak Sempat Memiliki

Oleh:
Aku laras asyifaturamah duduk di kelas 11, umurku di bawah 17 tahun tapi ke sekolah sudah berani bawa sepeda motor, sesekali pernah ditilang polisi pas waktu di perjalanan menuju

Sahabat Dunia Maya

Oleh:
Hoamm. Aku menguap pagi-pagi, tandanya aku baru saja bangun dari tidur lelapku. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 05.15 WIB. Aku bergegas turun dari tempat tidur dan keluar menuju kamar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *