Aset Bangsa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 9 February 2020

Indah namamu, tak seindah kabarmu di pagi ini..
Pecah tangisku mendengar kabarmu dari temanku, teriakku tak akan membuatmu kembali ke pelukku, di bawah batu nisan tertulis namamu. ka sandarkan kasih sayangmu..

Kabar itu sangat menyengat hatiku dan seluruh negeri ini dari serang sampai madura, karena engkau putra bangsa terbaik.. Engkau pergi untuk selamanya. Tadi malampun engkau masih menyapaku “hallo, apa kabar sayangku” kujawab “baik pabiku” ohhh TUHAN.. Pagi harinya Engkau ambil nyawa pabiku, dia bagian terindah dalam hidupku..

Tangisan dan Jeritan di makammu tak terbendung, kau aset bangsa yang membuat kita menjadi pandai dan memahami akan sistem Pemerintahan. Seumur Hidupku akan selalu kukenang, bangga menjadi bagian dari hidupmu, yang kurasa saat ini kosong hari-hariku tanpamu.. sapamu..

Ohh pabi.. kau pergi untuk selamanya, seandainya waktu bisa berputar kembali, aku tidak akan menyia-nyiakan tulusmu kepadaku, 7 tahun aku mengenalmu. begitu singkat waktu untuk kita, air mata mengalir tanpa kupinta di tidurmu yang terakhir, Tak mampu melihat engkau terbaring di sana.

Bila waktu kemarin kita tidak bertengkar, mungkin aku tak semenyesal ini. Kenapa aku tidak memenuhi keinginannmu yang terakhir untuk bertemu, karena sibukku..
Aku jahattt.. Aku bodohh.. itu yang aku sesalkan sekarang. Doa dan doa yang bisa aku panjatkan kepadamu pabiku, Drs. Sri Bimo Ariotedjo, MSi “11 Nopember 1971 – wafat 4 oktober 2017”
Harus aku iklaskan, agar kau tenang disana.

Aku melangkah tanpa sapamu, tanpa senyummu, tanda candamu.. dan tanpa doamu..

Ya Gustii, ampuni segala dosa pabiku, lapangkan kuburnya, jauhkan dari siksamu..
Aminnn

Cerpen Karangan: Nona Menil
Blog / Facebook: Wadhis Swiriyanti

Cerpen Aset Bangsa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Hari Ini (Part 2)

Oleh:
Hari Jum’at yang menyenangkan. Akhirnya, setelah berminggu-minggu aku bisa berangkat sepagi ini lagi. Huu… senangnya… Saat aku sampai sekolah, aku langsung masuk ruangan kelas kosong di lantai 2, karena

21 Mei

Oleh:
Hari ini tanggal 21 mei, tapi entah kenapa hati ini tak merasa ketenangan yang terjadi 2 tahun lalu saat cinta dan rasa ini begitu mengebu-gebu dalam dada ini. Tanggal

Samun Punya Cerita

Oleh:
Di balik matahari yang mulai mengantuk, di sela-sela jari kaki Gunung Semeru; yang mereka sebut sebagai negeri di atas awan walaupun masih (selalu) di bawah sekotak misteri-Nya. Seorang pemuda

Celengan Ayam

Oleh:
Di musim hujan kala itu sama seperti apa yang ku rasakan sekarang di depan bangunan lapuk di sebuah kota bernama Solo, kota yang ku kenal dengan batiknya yang menusantara.

Keluargaku Semangat Hidupku

Oleh:
Ini bercerita tentang sebuah 1 keluarga yang sangat bahagia dan lengkap. Dan ada 1 anak kecil yang biasa mereka panggil dengan sebutan “CING” (nama sayang yang diberikan ibu dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *