Bangsaku Merdeka, Aku Masih Berjuang

Judul Cerpen Bangsaku Merdeka, Aku Masih Berjuang
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 10 December 2016

17 Agustus adalah hari bangsaku bahagia. Merah dan putih serentak dikibarkan oleh barisan indah bak pasukan suci yang sangat terlatih. Lagu ciptaan WR. Supratman, membuatku selalu hanyut akan kenangan pahlawan-pahlawan bangsaku dulu. Darah yang mereka cucurkan dengan penuh ikhlas hanya demi membela bangsa Indonesia tercinta ini. Terima kasih pahlawan-pahlawanku, jasa tak bisa terbayarkan oleh apapun.

Dihari bahagia itu, hatiku merasa runtuh, bagaimana tidak jika yang lain bisa menyaksikan dengan langsung Merah Putih dikibarkan, namun aku hanya bisa terbaring lemas dibantu selang yang tersambung di tanganku di sebuah yang asing bagiku.

Yaaa, KLINIK begitu disini disebutnya. Sudah 2 hari ini aku merasakan tidur di tempat yang asing. Lelah rasanya tangan ini menahan selang cairan.

Kata “cepat sembuh” membuat air mataku serasa deras mengalir. Baru kali ini aku merasakan infus. Dari dulu aku selalu ceria, tak pernah merasakan sakit sampai berhari-hari bahkan terkena infus seperti ini.

Begitu susahnya hidup di pedalaman, hanya mengandalkan cairan yang mengalir melalui selang menyakitkan ini.

Darahku yang rendah inilah penyebabnya. Tak tahu kenapa semenjak seminggu yang lalu hingga sekarang tak pernah ada perubahan, tetap berhenti di 90/60. Membuatku terasa pusing dan lemas.

Berbagai macam vitamin, obat, makanan telah aku jabanin. Namun semua terasa sia-sia. Mungkin ini perjuanganku untuk dibulan merdeka ini.

Untung saja, aku memiliki partner kerja yang selalu membuatku tersenyum. Yaa, aku bangga mengenalnya. Meskipun kita beda keyakinan agama, dia selalu membuat hari-hariku berwarna. Terima kasih kawan telah menemani aku berjuang, doakan aku agar cepat keluar dari sini dan bisa tertawa ceria bersamamu.

Cerpen Karangan: EH Sucipto
Facebook: Ela heni sucipto
EH Sucipto
Kalbar

Cerita Bangsaku Merdeka, Aku Masih Berjuang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mengenang Sebuah Mimpi

Oleh:
Semalam aku bermimpi. Dan kuanggap itu mimpi indah. Mimpi namun terasa nyata. 7 tahun lalu, aku mengenal seorang gadis. Berwajah indo, bertubuh tinggi dan langsing bak model catwalk. Kita

Kenangan Saat Hujan

Oleh:
Saat ini hujan. Padahal tadi pagi cuaca benar-benar cerah. Tapi beberapa saat setelah bel pulang sekolah berbunyi, hujan langsung turun dengan derasnya. Seolah tengah menjebakku untuk tetap tinggal. Menjebakmu

Nada Dering Hape Jadul

Oleh:
Gilaaaa… Semrawut. Aku kira dengan duduk santai di pelataran rumah, sambil menikmati segelas susu akan dapat menenangkan otak ku dari segala macam ingatan yang memporak-porandakan rasa nyaman malam ini.

Malam Minggu Faqih

Oleh:
Halo nama gua Muhammad Abdul Hakim Faqih, tapi lu bisa panggil gua Faqih. Yang harus lu tau gua adalah seorang pelajar SMA yang menjalani kehidupan gua yang luar biasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *