Because Your Smile

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Patah Hati, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 June 2015

Biasanya pengalaman kisah cinta seseorang sudah pasti berbeda, ada yang berakhir dengan bahagia ataupun ada yang berakhir menyedihkan bahkan menyakitkan. Dan terkadang kisah cinta seseorang memberikan kesan yang mendalam pada dirinya, ada yang memberikan kesan menyenangkan, menggembirakan, mengharukan, menyedihkan, bahkan menyakitkan.
Masih ingatkah kalian dengan film dari Negeri Gajah Putih yang berjudul A Little Thing Called Love yang dimainkan oleh Mario Maurer sebagai Khun Shone dan Pimchanok Luevisadpaibul sebagai Khun Nam? Pastinya ingat dan takkan pernah dilupakan, bukan? Yup, karena film tersebut memberikan kesan mengharukan bagi teman-teman sekalian yang mengalami First Love di hidupnya. Itulah yang terjadi pada sebagian kehidupanku. Dan asal teman-teman tahu saja, sebagian dari kisah di film itu mengarah pada kehidupan nyataku. Di film itu, ending-nya berakhir bahagia. Tetapi kalau kehidupan cintaku malah berlawanan dari film itu.

Ini semua berawal saat aku beranjak 13 tahun. Pada saat itu aku baru saja memasuki kelas 8 SMP —kelas 8 menggambarkan kelas 2 SMP— di SMP Dharma Bakti. Sekitar beberapa bulan kemudian pada saat aku duduk di kelas itu, aku terkesima oleh satu orang siswa. Namanya Reyhan —s aat itu ia adalah ketua kelas 2-4. Orangnya berkulit putih, pintar, anak dari seorang direktur, dan memiliki wajah yang bisa dibilang keren —walaupun dia lebih pendek beberapa centi dariku. Awal aku menyukainya adalah pada saat dia selalu meminta bantuanku untuk mengerjakan tugas-tugas yang menurut dia sangat sulit. Dia selalu meminta bantuanku dengan senyumannya yang manis. Sejak saat itulah aku mulai menyukainya, mulai dari senyumnya yang begitu manis hingga perkataannya yang begitu lembut tapi terlihat dingin. Yang lebih membuatku tak percaya lagi adalah pada saat ia ditempatkan satu kelompok denganku —pada saat peajaran agama. Itu semakin membuatku kapan saja bisa melihat wajahnya yang bagiku mirip dengan Justin Beiber atau Luhan EXO dari dekat, tapi sayangnya hanya pada saat pelajaran agama. Kalau biasanya, peluang itu sangat kecil. Sebab tempat duduknya sangat jauh dari tempat dudukku berada.

Nah, awal pertama saat aku memasuki kelas itu adalah sangat tragis. Because, aku nggak tahu siapa-siapa saat memasuki kelas tak dikenal itu. Dulu aku adalah tipikal orang yang pendiam, tertutup dan suka menyendiri ketimbang harus bermain dengan teman yang lain. Oh iya, aku hampir lupa mengenalkan namaku pada teman-teman sekalian. Namaku Arisa. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena yang dipindahkan ke kelas itu bukan hanya aku saja. Tapi ada beberapa orang lagi, yaitu Ivanna, Olla dan Seva (teman sekelompokku saat di kelas sebelumnya). Mereka lah yang membantuku untuk bisa dekat dengan cowok yang ku taksir saat masuk ke kelas itu. Di tambah dengan satu teman baru. Namanya Nikita.

Bukan itu saja, ternyata ada Dara yang sebelumnya memang sudah duduk di kelas itu. Dara adalah temanku di rumahku alias tetanggaku. Tapi sayangnya saat aku duduk di kelas 6 SD, dia harus pindah rumah —walaupun letak rumahnya tidak jauh dari rumahku. Alhasil, tidak ada lagi yang menemaniku saat siang hari sepulang sekolah.

Tak ingin rasanya langsung aku lupakan pengalaman-pengalaman baruku semenjak aku duduk di kelas 8 ini, aku pun menuliskan seluruh kegiatanku ini dalam buku diary mungil berwarna merah dengan sampul yang bergambar hati bertuliskan Love di tengahnya. Bahkan seluruh perasaanku pun aku tuangkan di dalamnya. Bahkan pada saat pertama kali aku menyukai ketua kelasku pun aku tuangkan —walaupun ada kata-kata ngawur di dalamnya. Setelah aku menuliskan kegiatan dan perasaanku di dalam buku itu, aku pun menyimpannya di sela-sela buku pelajaranku yang ada di lemari. Tujuannya sudah pasti agar tidak ada yang mengetahui hal ini. Selain sifatku yang pendiam dan tertutup, aku juga sering memendam perasaan dan semua yang terjadi padaku mau itu yang baik atau pun buruk. Memang terkadang biasa-biasa saja, tetapi terkadang bila kita menyimpan sesuatu hal maka hal itu akan sangat mengganggu kita. Rasanya ada yang mengganjal dalam diri kita.

Hari demi hari pun berlalu semakin cepat. Rasanya perasaan ini semakin menjadi-jadi. Aku ingin segera mengatakan hal yang kurasakan ini padanya. Walaupun sudah dibantu oleh keempat temanku, tetapi rasanya hal itu takkan mungkin berhasil. Biarpun aku sudah belajar keras agar bisa membuatnya tercengang, menjadi cantik agar selalu diperhatikannya, dan menjadi pribadi yang lembut agar dia luluh, rasanya semua itu sia-sia. Sebab dia sangat sulit ditebak dan juga sifatnya yang kelewat dingin membuatku sulit untuk bisa mengenalnya lebih jauh lagi.
Pernah satu waktu, saat aku membantunya membuatkan tugas Seni Budaya. Salah satu temanku bilang, “Saat kamu membantunya, aku melihat dia memperhatikanmu.” Spontan hatiku pun merasa berbunga. Aku kira perasaanku tak akan bertepuk sebelah tangan. Tapi kenyataannya…

Beberapa bulan kemudian, aku melihat sendiri satu kejadian yang membuatku hampir tak percaya. Yaitu gosip Reyhan yang berpacaran dengan Dara. Awalnya aku dan temanku Olla hanya meminjam Hp milik Dara. Waktu itu Olla hendak melihat-lihat Hp milik Dara, tetapi pada saat membukanya aku dan Olla sangat terkejut. Terlihat wallpaper Hp-nya yang bertuliskan ‘Dara Love Reyhan.’ Aku sangat tidak percaya dengan kenyataan ini. Awalnya aku memang tidak percaya, tetapi setelah beberapa hari kemudian ternyata hal yang dianggap kabar burung itu benar adanya. Aku sangat sedih, tetapi tak menitikkan air mata. Rasanya hati ini sudah tercabik-cabik oleh cinta yang awalnya menurutku hal bodoh yang pernah kupikirkan. Aku mencoba untuk bersabar dan tegar, walaupun berat rasanya.

Setelah kejadian itu, aku tak pernah berbicara lagi padanya. Mungkin jika aku berdekatan dengannya lagi, aku akan makin sakit hati. Bahkan buku harian mungilku tak pernah ku buka kembali —bahkan pernah satu hari aku ingin membakarnya. Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan lagi. Walaupun tak pernah bicara lagi dengannya, aku tetap berteman baik dengannya —meskipun setelah kejadian itu dia tidak pernah meminta bantuan kepadaku lagi.

Beberapa bulan kemudian, aku mendapat kabar yang mengejutkan. Olla mengatakan bahwa sekarang ini Reyhan sudah mengetahui kalau aku menyukainya. Dia bilang Reyhan mengetahuinya karena sikapku yang selalu aneh dan baik padanya. Setelah mendengar hal itu, rasanya perasaanku sangat lega —walaupun sebenarnya aku malu banget. Tapi rasanya memang benar-benar lega. Di dalam hati aku ingin berjanji untuk tidak menyukai seseorang dulu. Sebab, pendidikan lebih penting ketimbang harus memikirkan status jomblo yang marak di kalangan remaja Indonesia.

Kelas 2 SMP pun berlalu, aku pun beranjak ke kelas 3 SMP. Hari itu sangat membuatku semakin lega 99,99 % . Karena pada saat naik ke kelas 3 SMP aku tidak sekelas lagi dengan Reyhan bahkan dengan Dara. Hal itu semakin memudahkanku untuk semakin melupakannya. Walaupun terkadang aku selalu bertemu dengannya saat jam istirahat maupun pulang sekolah.

Setahun pun berlalu, setelah kelas 3 SMP, aku pun beranjak ke kelas 1 SMA. Hal ini semakin membuatku semakin dan semakin lega. Karena yang ku tahu, dia tak satu sekolah lagi denganku. Rasanya sangat mudah dan semakin mudah untuk menjauhkan bayangan manisnya dari kehidupanku. Aku juga tak pernah bertemu lagi dengannya. Walaupun pernah satu kali aku bertemu dengannya, yaitu di dekat jalan menuju rumahku —kebetulan rumahnya tak begitu jauh dari rumahku. Setelah lulus dari SMP Dharma Bakti, wajahnya memang seperti biasa —tetapi lebih manis— serta hal yang tak kupercaya darinya adalah tinggi badannya. Aku terkejut, kini tinggi badannya lebih tinggi beberapa centi dariku. Sungguh perubahan yang sangat menakjubkan.

Aku lega bisa melihatnya untuk yang terakhir kali. Ternyata dia baik-baik saja walaupun masih seperti dulu. Selanjutnya, aku tak pernah bertemu lagi dengannya. Tetapi aku tetap tidak membencinya. Pernah satu waktu aku berkata di dalam hati, ‘Ya Tuhan, bila dia diciptakan untukku, maka kembalikan dia padaku. Tapi apabila dia diciptakan bukan untukku, maka berikanlah dia orang yang lebih baik daripada aku’. Dialah orang pertama yang memberikan jawaban apa itu artinya cinta? Ternyata cinta itu tak harus memiliki. Dengan kita menjadi orang yang selalu ada untuknya saja, itu sudah memberikan arti yang namanya cinta. Bahkan arti sahabat. Mudah-mudahan kejadian ini terjadi pada teman-teman sekalian dan teman-teman memiliki kisah cinta yang lebih baik daripada aku. Bahkan kalaupun dia jodoh kalian atau bukan, tetaplah mencintainya. Karena mencintai seseorang lebih indah daripada membenci dan memusuhi seseorang.

END

Cerpen Karangan: Armitha Nisa
Facebook: Armitha Nisa

Armitha Nisa lahir pada tanggal 9 Agustus 1998 di Tg. Morawa, Sumatera Utara. Sekarang saya sedang menimba ilmu di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam. Hobinya adalah membaca, menulis, menggambar, mendengarkan dan bermain musik, sport, bermain rubik, main komputer dan game, dan tidur. Saya sangat menyukai karya dari Stephenie Meyer, J.K Rowling, Johann Sebastian Bach, Wolfgang Amedeus Mozart, Bethoveen, dan Monet. Saya juga menyukai hal-hal yang berbau Korea, seperti music, drama, dll. Saya berharap bisa menulis cerita yang lebih menarik dan inspiratif lagi.

Cerpen Because Your Smile merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Serial Niken (Sepatu Kaca Cinderella)

Oleh:
Semalem niken dan angeline ngambek minta dibikinin opor ayam. Alhasil pagi ini mama sinta terpaksa bela belain ke pasar bareng tania. Tapi dari tadi mama ngeluh, secara harga harga

Akhir Dari Penantian (Part 1)

Oleh:
Dia tak pernah peduli dengan amarah ayah, yang penting aku tidak lagi sedih. Dia juga tidak peduli dengan sikapku yang nakal dan selalu menjahilinya, yang penting aku tidak menangis

Luka

Oleh:
Suara burung itu mengagetkanku. Entah sudah berapa lama aku duduk di tempat ini. Saat ku lihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku. Sudah pukul 10 batinku. Cukup lama juga

Hujan, Anime dan Cinta (Part 2)

Oleh:
Malam harinya setelah menonton vcd pemberian haruka, melody berniat mengirim pesan ke haruka. Akan tetapi melody masih merasa canggung. Masa iya cewek yang ngirim pesan duluan?. Dia pun memberi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *