BFF (Best Friend Forever)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 April 2017

Ini adalah sebuah kisah nyata antara GANG OPLOSAN (GO) dan GANG TIGER (GT) yang bersatu menjadi SCP.

“Hey, liat tuh anak GT, Jajanannya itu-itu doang! Kagak bosen kali yah?” Ochi yang merupakan ketua dari GO mulai mencari masalah.
“Lo pasti ngerti lah chi, mereka tuh pada kere!” Sambung Cici teman sekawan GO sambil ngelirik ke arah GT yang berada di meja kantin sebelah kirinya.

Melihat tidak ada respon dari GT, Ochi pun merasa risih. Dia berjalan menuju anak GT dengan segelas minuman, niatnya sih ingin menumpahkan minuman tersebut di meja kantin GT. Tapi “Guubbbrrraakkk!!!” Nung yang merupakan ketua GT berhasil menggagalkan niat buruknya dengan mengulurkan kakinya, sehingga Ochi terjatuh dan minumannya tumpah ke Ochi sendiri.
“Woy, jangan jadi penghalang jalan!” Ochi membelalakkan matanya sembari membersihkan anggota tubuhnya.
“Lo matanya ditaruh di mana sih?” Coleteh Nung.
“Haha, mungkin ditaruh di dengkulnya!” Sambung Shella anggota dari GT.
“Kasian..!!! Cepet gih ke Toilet, malu tuh temen-temen pada ngeliatin lo!” Ejek Wiwin anggota GT juga.
“Diem lo semua!” Ochi pun pergi ke toilet dengan wajah yang memerah dan disusul oleh tiga temannya.
“Haha, senjata makan tuan!” Ucap wiwin puas.
Suasana seperti itu sudah biasa terjadi. Entah itu di kantin, dalam kelas ataupun di luar sekolah.

GO terdiri dari empat orang, yaitu Ochi, Cici, Ela dan Qiena. Sedangkan GT hanya tiga orang, Shella, Nung, dan wiwin. Saat ini mereka duduk di kelas X.
GO dan GT adalah musuh bebuyutan. Mereka tidak pernah bisa diam saat bersama, terutama GO yang lagaknya sok kuasa. Bukan cuma GT yang menjadi sasarannya, bahkan guru-guru pun bisa mereka jadikan sebagai mangsa. GO selalu mencari masalah, tak peduli apa akibatnya, yang penting mereka merasa puas. Tapi sayangnya GT selalu berhasil menggagalkannya.
GO dan GT beda jauh, seperti langit dan bumi. GO adalah anak-anak dari konglomerat, pantas saja mereka selalu menghina GT. Tapi GT tidak begitu menghiraukan hinaannya, karena mereka sudah terbiasa dengan semua itu. GO itu cuma jago dimulut, tapi di otak? Mereka layaknya krupuk!

Suatu hari, saat jam kosong terjadi keributan hebat antara GO dan GT.
“Semurah-murahnya sendal pasti punya pasangan! Iya kagak guys? Eh, ini masak kalah sama sendal?” Sindir Ochi sama anak GT.
“Bener lo, Chi? Ngomong-ngomong siapa yang lo maksud?” Tanya Cici.
“Kapan pekanya sih, lo? Gue bilang sama yang jelek-jelek lah.” Jelas Ochi kegirangan.
“Oh, mereka yah?” Ela ngelirik kearah GT.
“Sssstt, jangan berisik. Kasian sama mereka, hha. Oh ya, lagian mereka kagak sekompak kita! Bener kan?” Oceh Ochi lagi.
“Bisa aja, lo! Emh.. tapi bener juga!” Kata Qiena.
GT sih diam saja, tapi lama-kelamaan cara bicara GO semakin melantur membuat nung tidak bisa menahan emosinya.
“Berdiri lo, Dasar pengecut!” Nung menghampiri GO yang berada dibangku barisan pertama “Kalo lo emang mau bilang sama gue dan temen-temen gue, ngomong aja langsung! Kagak usah pakek sindir-sindiran gitu!” Nung meraih lengan kiri Ochi dan memaksanya untuk berdiri.
“Ihh, ini apaan coba? Lepasin gak?” Ochi membelalakkan matanya.
“Dasar pecundang!” Shella mendorong Ochi.
“Ssssttt, Siapa juga yang bilang sama lo, ello semua! Huuu kampungan banget sih! Lepasin gue gak?” Lagi-lagi Ochi mengalihkan bembicaraannya.
“Pengecut lo!” Nung melepasnya lalu mengajak Wielwin dan Shella pergi meninggalkan kelas. “Gue kagak betah di sini. Ayo ke luar!”
Semenjak itu mereka semakin jauh dan kebencian di antara mereka sudah terlihat jelas.

Kelas XI
Satu tahun kemudian, GO terpecah belah. Ela dan Cici menghina Ochi, dan Qiena menangis berkepanjangan.
“Kenapa tuh GO, Tumben?” Tanya Shella sama teman sekelasnya.
“Ochi diem-diem pacaran sama cowoknya Qiena. Tapi entahlah? Gue gak tau jelas?” Jawabnya.
“Bisa-bisanya sahabat setega gitu?” Wiwin ngelirik kearah Ochi “katanya kompak, tapi di mana kekompakan itu?”
“Tau tuh, gue juga gak ngerti! Punya sahabat aja di ambil. pacaran sih boleh tapi liat-liat dulu dong!” Tegas Wiwin dengan suara lantang sengaja agar Ochi mendengarnya.
Tapi Ochi diem aja, sepertinya dia sangat menyesalinya. Sudah berapa kali Ochi minta maaf sama Qiena, tapi Cici dan Ela tidak mau memaafkannya.
“Menjauh lo, Dasar pengkhianat! Gue gak nyangka lo bisa gini.” Cici mendorong Oci.
“Gue malu punya sahabat kayak lo! Gue benci sifat lo, gue benci. Busuk lo!” Ela menangis dan menyuruh Oci pergi.
GO berantakan cuma gara-gara cowok. Ela, Cici, dan Qiena memutuskan persahabatannya dengan Ochi.

Satu tahun setelah itu, saat mereka sudah menginjak kelas XII keadaan GO tetap saja berantakan! Dan ternyata Cowok yang membuat Oci dan Qiena berantakan, dia selingkuh dengan teman SMP Ochi sendiri, mungkin memang cowoknya juga yang brengsek. Entah apa yang terlintas dalam pikiran GT saat itu.
“Kasian tuh Ochi!” Shella menoleh ke arah Ochi dipojok sana.
“Itulah hukuman buat sahabat pengkhianat!” Cetus Nung.
“Tapi walau bagaimanapun Ochi sudah menjadi korbannya, yang jelas di sini bukan cuma Ochi yang salah.” Jelas Shella.
“Ada benernya juga lo!” Jawab Wiwin.
“Gimana kalo kita bantu GO agar bisa bersatu lagi?” Bisik Shella, minta persetujuan teman-temannya.
“What? Oh tidak, mereka musuh terbesar kita!” Nung menolaknya.
“Sampai kapan kita kayak anak kecil? Kalian tau kan gimana sikap Ela, Qiena dan Cici sama kita? Semenjak GO berantakan, gue udah ngerti yang sok kuasa di sini adalah Ochi! Toh, GO tanpa Ochi mereka biasa-biasa aja. Dan sekarang kita semua sudah menjadi saksi bahwa Ochi bener-bener berubah!” Tegas shela.
“Bener lo, terus gimana?” Wiwin akhirnya menyetujuinya.
“Ikut gue gih!” Tanpa menjelaskannya Shella menarik kedua tangan sahabat tercintanya itu.
Mereka menghampiri Ochi yang berada di pojok belakang.
“Gue tau semua tentang cowok lo itu.” Shella duduk di samping Ochi “Gue tau lo pengen banget kembali sama temen-temen lo itu, kalo lo emang bener-bener mau berubah. gue siap bantu lo!”
Ochi cuma mengangguk. GT yang sudah mendapatkan jawaban darinya segera keluar untuk menghampiri Ela, Qiena dan juga Cici di halaman belakang sekolah. Tanpa sepatah katapun GT langsung mendorong mereka agar segera menemui Ochi.
Dengan air mata penyesalan, Ochi berlutut dan mengakui semua kesalahannya.
“Kita udah lupakan momen terpahit itu, bangun gih!” Ela membangunkannya.
GO bersatu lagi atas bantuan GT, Mereka sudah melupakan semua pengkhianatan yang mereka terima dari Ochi.

Keesokannya Shella, Wiwin, dan Nung Go To The School Together seperti biasa. Saat membuka pintu kelas, mereka melihat GO memegang banner yang bertuliskan “I’AM SORRY AND I LOVE GANG TIGER”
Shella, Nung, dan Wiwin tersenyum dan memeluk GO “Kita juga sayang kalian!”
“Maafin kita! Kita sering ngehina kalian, kita jahat!” Ucap Qiena dengan mata yang berkaca-kaca “Tanpa kalian kita tidak akan bersatu. Kalian memang hebat.”
“Ssstttt, gue dan temen-temen gue udah maafin kalian.” Ungkap Shella dengan senyum keharuan.

Inilah awal kehidupan SCP.
Akhirnya GO dan GT bersatu menjadi Sahabat Selamanya. Mereka menjadi kawan setia, selalu ada dalam keadaan suka maupun duka, dan saling melengkapi.

Cerpen Karangan: Nurus Salamah
Facebook: Shella Kunzal

Cerpen BFF (Best Friend Forever) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu Ingin Bersamanya

Oleh:
Namaku Rian Febryansyah, aku bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Hari itu, hari pertamaku masuk sekolah lagi. Sekarang aku duduk di kelas VIII yaitu VIII D. Aku tak sabaran melihat

Harian Gue

Oleh:
Dengan menjinjing sepatu kets warna hitam itu, aku berlari menuju gerbang rumahku. Sepatu itu lalu aku lempar pelan, dan kuraih kunci motor yang tergeletak di meja teras rumahku itu.

The Bad Day

Oleh:
Kring.. kring.. kring.. Jam weker gue berbunyi dengan keras di samping gue, menarik gue keluar dari petualangan di dunia fantasi. Segera gue matikan jam weker peribut itu dan melompat

Ini Kisahku

Oleh:
Tak! Seorang gadis berambut sebahu menendang kaleng bekas minuman dengan amarah menggebu-gebu. Entah apa yang membuat hatinya panas. Tetapi yang jelas dia benar-benar kesal dengan ucapan anak laki-laki yang

Bukan Petak Umpet

Oleh:
Cit ciit cuitt suara merdu burung Pipit di balik pepohonan membuat pagi hari ini terasa sangat istimewa. Ini hari minggu. Ada sesosok anak remaja sedang asyik melaju bersama motor

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *