Bury, The True Story of My Life

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 March 2014

Sebenarnya, udah hampir dua tahun aku suka sama seorang cowok, namanya Farel (nama disamarkan). Farel ini satu tahun lebih muda dari aku, tapi kepribadiannya lumayan dewasa. Dia sosok yang dingin, lebih banyak diamnya, punya paras manis dan nggak pernah mati gaya. Aku kenal Farel itu juga nggak jelas awalnya gimana, pokoknya tiba-tiba udah saling tau nama gitu. Kita juga nggak langsung deket, ngobrol, main bareng atau sejenisnya. Masih saling jaga jarak. Tapi, aku yakin dari pertama kenal aku udah suka sama Farel.

Masih inget Reno kan? Nah, aku juga nggak main-main sama ini orang, aku beneran suka. Tapi, Renonya sendiri yang php. Nggak ada kepastian sama sekali yang bikin aku bingung mau ‘maju atau mundur’ konteks suka sama dianya. Jadi wajar-wajar aja dong kalau aku masih suka sama Farel? Coba ngaku deh kalian, pasti pernah kan suka sama lebih dari satu orang? I know, tiap orang punya daya tarik tersendiri yang bikin kita nggak bisa ngasih alasan kenapa tiba-tiba punya rasa.

Oke kembali ke masalah Farel, setahun pertama aku sama Farel masih sangat biasa aja. Nggak ada perkembangan yang bisa diceritain. Tiap ketemu itu pasti karena nggak sengaja, selebih itu kita cuma sesekali ngobrol lewat chatting. Kemudian di tahun kedua aku kenal sama Farel problem mulai datang.
Farel, yang nggak tau kenapa tiba-tiba saja waktu itu nemuin aku dan bilang gini, “Kakakku suka sama kamu loh, Kak”. Nah lo! Harus nanggepin gimana coba? Musti bilang, hey yang aku suka tu kamu bukan kakakmu! Gitu? Never!
Aku sih cuma yang gini ini, “Ohya? Kok bisa?”. Farel cuma ngangguk kalem, “Iya, dia sering curhat tentang kamu ke aku. Katanya sih kamu udah dideketin kak, tapi kamunya nggak peka..” Aku cuma nyengir nggak enak, ini si Farel ngomongin itu nadanya datar banget. Tapi terus obrolan itu nggak dilanjutin lagi, beruntung banget dia nggak sampai nanya, “Kamu juga suka sama kakakku nggak kak?” Berabe deh urusannya.

Kemudian kira-kira sebulan setelah percakapan itu, aku didatengin sama temannya Farel, namanya Gilang (nama disamarkan). Gilang ini udah lumayan deket sama aku, dia anaknya easy going banget, jadi cocok temenan sama siapa aja. Sukanya aku temenan sama Gilang ini, dia orangnya jujur. Kalau ngomong apa adanya banget, nggak pernah ditambah-tambahin apalagi dikurangin. Nah, kali ini Gilang nemuin aku dia bilang kalau ada yang mau disampein ke aku. “Tapi ini rahasia lho, jangan sampe orangnya tau kamu tau ini dari aku” kata Gilang suaranya merendah. “Iya iya, mau ngomong apa sih?” . Gilang, yang aku nggak inget persis gimana dia kata-katanya, bilang gini ke aku “Farel suka sama kamu. Udah lamaaa banget, beneran. Dari pertama dia tau kamu tuh loh, terus sering banget nanyain kamu ke aku. Pas itu udah aku suruh deketin kamu, tapi dia bilang belum siap. Nah nggak lama ini, pas dia udah siap bener mau deketin kamu, eh malah kakaknya curhat ke dia kalau kakaknya naksir kamu. Dia ngalah! Keren nggak tuh”

Aku nggak tau lagi mau ngomong apa, lagi-lagi cerita cintaku tu kayak ftv. Alay dan nggak penting, tapi nyata! Semenjak itu, aku baru ngerasa kalau kakaknya Farel, namanya Igfar (nama disamarkan), ternyata ngedeketin aku ada maksudnya. Aku cuma nggak mau nimbulin harapan ke Igfar, karena itu aku mulai ngejauh. Bagian inilah yang bikin aku jadi lebih dekat sama Farel. Farel ngepoin aku kenapa ngejauh dari kakaknya. Aku jadi sering ngobrol sama Farel, dan jujur ke Farel kalau aku nggak ada rasa sama sekali ke kakaknya. Tapi Farel nggak bener-bener bantuin aku buat ngomong itu ke kakaknya, dia bilang “Aku nggak mungkin nyampe ngomongin itu ke kakakku, Kak. Aku takut aja bikin dia kecewa, apalagi kamu ngomongnya sama aku”. Aku ngerti sih maksud Farel, karena itu aku lebih milih ngebiarin ini semua berjalan gimana jadinya.

Farel sama aku udah mulai lebih deket dibanding kemarin-kemarin. Tapi aku tetap jaga jarak biar nggak ada orang yang tau kalau ternyata aku suka sama Farel. Sejauh ini, nggak ada satupun orang yang tau kalau aku suka sama Farel. Termasuk Gilang, Gilang yang hampir tiap ketemu aku selalu bilang “Udah terima aja Farel, beneran naksir kamu tuh”. Gimana aku mau bilang terima? Farel aja nggak nyatain apa-apa ke aku. Tapi aku tau sih, pasti karena faktor kakaknya. Dia adik yang bijak, aku yakin.

Dua minggu akhir-akhir ini, aku dapetin problem lagi. Temanku, walaupun dia bukan sahabat dekatku, tapi dia lumayan sering curhat ke aku. Namanya Nisa (nama disamarkan). Aku masih ingat banget, Nisa curhat gini ke aku. “Kamu kenal Farel kan? Yang masih kelas 2 itu? Nah, cowok yang lagi aku taksir tu dia. Orangnya cool banget, gimana menurutmu?”. Lagi-lagi ftv!! Coba bayangin aja kamu jadi aku, yang udah pernah, tau kan rasanya gimana? Nano-nano! Antara seneng karena temen lagi falling in love dan kesel abis karena gebetannya cowok yang aku taksir.

Buat nutupin kejealousan ku, aku nghela nafas pendek dan ngejawab “Farel? Gilaaa, cocok abis kamu sama dia. Udah jadian aja, aku bantuin deh!” Dan bla.. bla.. bla.. Aku nggak mau tau tentang perkembangan mereka gimana, tapi yang aku denger mereka masih belum jadian.

Cerpen Karangan: Jasmine A
Blog: nabilajasmine.blogspot.com

Cerpen Bury, The True Story of My Life merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karena Sahabat Akan Selalu Ada

Oleh:
Sore itu kulihat seorang perempuan duduk di bangku taman sekolah, Namanya Rina dia adalah salah satu sahabatku yang bisa dibilang paling cantik dan banyak laki-laki yang suka padanya. Aku

Sedikit Nyesek dan Baper

Oleh:
Senangnya hari ini bisa nyantai nonton TV sambil chattingan sama gebetan. Yeah, dia masih gebetan bukan pacar karena aku itu sulit banget untuk mengutarakan perasaan. Sore nanti ada acara

Ku Ingin Namaku di Hatimu

Oleh:
Awalnya kita dipertemukan dalam suatu keadaan yang tak memungkinkan kita bertegur sapa, hanya melihat dan mendengar sentakan kaki mu saat engkau lewat di hadapan ku. Senyumanmu membuat hatiku hilang

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Namaku Elvira Aghizah Arana sering dipanggil vira, ara, atau gizeh. Tapi kalian cukup panggil aku vira. Aku bersekolah di SMA Tanujimasa Cerdas. Aku memiliki dua orangtua sebut saja mereka

Wa’alaikusalam Akshay Kumar

Oleh:
Aku, siswi kelas XI IPS 1 di SMAN Aek Natas, Labuhanbatu Utara. Aku mengambil jurusan itu karena aku tidak suka sains. Bukan berarti juga aku menyukai ilmu sosial. Beberapa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *