Di Balik Sakitku (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 17 June 2021

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan rasa sakitku makin terasa selama aku berada di kampung ibuku, tak aku nikmati indahnya jalan-jalan yang sengaja dilakukan Mas Ilham untuk mengajakku agar tak jenuh yang hanya menghabiskan waktu di dalam kamar, Kemudian aku pun menyetujui ajakan suamiku. Walau badan masih belum sepenuhnya sehat, Melangkah dan bergerak sedikit nafas ngos-ngosan, kelopak mataku nampak putih, wajahku pucat pasi, Lalu aku biarkan suami dan adik-adik menikmati hari liburan mereka hingga akhirnya liburanku kali ini hanya bisa berada di dalam kamar Hotel dan ditemani handphone juga laptop Mas Ilham agar aku tak kesepian namun semua itu pun percuma karena mataku terasa berat menatap ke layar Handphone juga laptop, dulu setahun yang lalu akupun merasakan sakit yang sama hanya saat aku berada di rumah Ibu. Jalan-jalan di waktu liburan tak ada nikmat-nikmatnya saat berada di kampung kelahiranku sendiri.

Hingga pada beberapa malam yang masih di rumah Ibu dan berapa hari juga aku membisu seribu bahasa. Neck collar yang biasa menemani perjalananku kini sampai pada teman tidurku, ia sudah satu-satunya bagian hidupku yang setia berada menggantung di leherku, aku nyaman karenanya. Mas Ilham datang dan pulang dari Gudang Almarhum Bapak yang telah diwariskan adikku, Setiap ke tempat Ibu Mas Ilham kerja bersama adikku membantu di pergudangan.

Karena lelah ia marah padaku yang tak pernah mau menjawab pertanyaannya, aku hanya melamun berhari-hari seorang diri tanpa ada rasa ingin makan, tanpa menghiraukan siapapun, hingga Ibu yang setia di sampingku bingung berbuat apa, aku seperti orang depresi tak bernyawa, Beberapa sahutan tak jua aku hiraukan termasuk Mas Ilham juga anak-anak walau mereka terus memelukku karena mungkin rindu belaian kasih sayang dariku seorang Ibunya. Melihat anak-anak yang terus menangis membuat Mas Ilham tak bisa diam, ia lalu marah dan membanting lemari, baru ini aku melihatnya marah dan menangis di depanku setelah menyuruh siapapun keluar dari kamar kita. Aku hanya gemetar ketakutan melihat Mas Ilham. Aku masih diam tanpa suara.

“Bundaaaaa…” teriaknya membuatku meneteskan air mata. “Ayooookk semangat… lawan sakitmu… bangkit… bangkit… jangan hanya berdiam mematung di tempat tidur, kamu belum lumpuh sayang dan tidak akan kubiarkan kamu lumpuh…. Kita masih punya apapun untuk dijual demi kesembuhanmu.” Teriak Mas Ilham sambil memelukku.
Aku berusaha sekuat tenaga membuka mulut dan bersuara. “Ma maaa ma’af Mas”.

Air mata makin deras terasa, kita seperti tenggelam dalam air mata kita berdua. kita hanyut dalam tangisan penuh cinta. Betapa kejadiannya membuatku, Ia lelakiku yang penuh semangat yang telah enam tahun lamanya menjadi imamku ini adalah orang yang benar-benar tulus menyayangiku. Akupun larut di pelukannya.

Alarm jam weker yang kupasang selalu di jam segini karena jam seginilah waktu yang pas untuk merayu sekalipun mengadu pada Allah atas kegelisahan hatiku. Dan aku putuskan kali ini untuk shalat Taubat yang diawali dengan mandi besar.

Pancuran air dari lubang shower mengguyur tubuhku yang hampir seminggu tak tersentuh air, aku niatkan mandi bersih untuk sholat Taubat kemudian dilanjut dengan shalat Tahajud. Aku menangis sejadi-jadinya memohon ampun atas apa yang aku lakukan pada suamiku hingga aku tak bisa melawan rasa sakitku ini… maafin Aku Ya Rabb… aku merasa dosa besar melihat air mata suamiku mengalir karena aku, istri macam apa aku ini yang telah membuat ia sesakit ini, aku mungkin sedang sakit namun hatinya Mas Ilham pasti lebih sakit, Karena segala upaya ia lakukan namun yang diperjuangkan malah lemah seperti ini. Dan baru ini aku melihat laki-laki menangis di hadapanku hanya karena ingin melihat semangatku lagi. Oh Rabb… Berikanlah hambamu ini kekuatan.

Aku terlelap hingga subuh dan setelah subuh aku berusaha merayu suamiku dan mengajaknya pergi untuk Ruqyah.
Ibu yang sedang sibuk di dapur senang melihat semangatku kembali.
Harusnya mereka adalah obatku yang sesungguhnya karena senyum tulus mereka tak akan pernah aku temui di manapun.

Akupun membangunkan Mas Ilham dengan senyum menawan yang aku punya dan mengajaknya. Iapun terbangun menarikku dan merangkulku erat sekali sebelum akhirnya mereka bersiap pergi. Dan tak lupa seperti biasa setiap ingin bepergian Mas Ilham selalu memakaikan neck collar sesuai saran dokter, kemudian bergegas mencari tempat Ruqyah terdekat dari rumah kita.

Alhamdulillah tempat Ruqyah berhasil kita temukan dan kita disambut hangat di rumah sederhana ini. Alhasil… saat bertemu Ustadz dan Ustadzah disana badanku seketika dingin menggigil kemudian bacaan Ruqyah langsung menghantam raga ini dan menjadikannya bereaksi seperti aku tak sanggup mengendalikan diriku sendiri seakan raga ini telah banyak yang berebut kekuasaan menguasai tubuh ini, yang entah berapa banyak jin yang masuk pada tubuhku hingga badanku terasa berat, Ragakupun mulai menggeliat, mengamuk sekuat-kuatnya ditambah saat Ustadz itu mengatakan ada yang mengirimiku hingga aku sakit bertahun-tahun lamanya begitulah yang ia dengar saat jin-jin kiriman itu merasukiku.

Setelah ditanya Pak Ustadz apa alasan ia mengirimnya ke tubuh ini. Dan jin itu menjawab yang menurut pengakuan jin tersebut adalah bahwa ia yang sebelumnya pernah menjadi teman dekatku telah iri dan dengki padaku hingga ingin menjatuhkanku sejatuh-jatuhnya pada setiap usaha yang aku rintis karena itu badanku pun dibuat sakit agar tak lagi mempunyai semangat berjualan. Karena itu usahaku ingin dimatikan dan dibuat sakit hingga saat ini. Begitulah menurut pengakuan para jin sampai pada menjelaskan ciri-ciri juragannya. Setelah dirasa cukup Ustadzpun membantu para jin keluar dari tubuhku hingga aku memuntahkan sejadi-jadinya.

Setelah lama tak sadarkan diri badanku masih sangat lemah dan sedikit demi sedikit akhirnya aku merasa badan ini kembali normal. Merasa agak enakkan dari sebelumnya. kepala gak berat lagi namun aku masih tetap menjalankan Ruqyah mandiri setiap hari seperti yang telah diajarkan para Ustadz dan Ustadzah tersebut saat kembali ke rumah nanti.

Berikut tahapannya:
1. Solat sunah taubat
2. Sholat Sunnah hajat: sebelum niatnya lafalkan di hati dengan munajat agar Allah tetapkan hati kita pada kekokohan tauhid, minta agar dibersihkan hati dan ruhani, minta diberikan kekuatan jasmani dan ruhani untuk melakukan segala aktivitas kebaikan.
3. Amalan dzikir pagi-petang plus surah al-mulk setiap malam
4. Amalan sunah sebelum tidur (wudhu, kemudian sebelum berbaring baca Al-fatihah, Al-Ikhlas, al-falaq, an-naas, dan ayat kursi lalu tiupkan ke kedua telapak tangan lalu usapkan ke seluruh anggota tubuh). Kemudian baca La ilaaha illallah hingga terlelap. Semoga tidurnya kita dalam penjagaan Allah.
5. Buat air ruqyah (siapkan segelas air lalu bacakan Al-fatihah, Al-ikhlas, al-falaq, an-naas, ayat kursi, 3 ayat terakhir surah Al-Baqarah kemudian tiupkan ke air tersebut. Kemudian minum. Sebelum minum baca alfatihah dan sholawat (allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad sebanyak 7 kali).
6. Ikhtiar ruqyah mandiri dengan membaca:
a. al-fatihah,
b. ayat kursi,
c. tiga kul (al-ikhlas, al-falaq, an-naas).
d. bacakan do’a yang dianjurkan Rasulullah, ” *a’uudzuubi izzatillahi wa qudrotihi, min syarri maa ajidu wa uhaadziru*” artinya “Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaanNya, dari kejelekan yang aku rasakan dan aku khawatirkan.”
e. bicara ke hati sembari menekan perut dengan mengatakan, “bismillahirrahmanirrahim. Wahai jin yang bersembunyi di dalam tubuhku, sesungguhnya aku ikhlas engkau keluar dari dalam tubuhku. Maka atas izin dan kekuasaan Allah, keluarlah melalui muntah, keluarlah dengan mudah. Keluarlah melalui sendawa. Bismillah. Bi’idznillah.”

Terima kasih Ustadz dan Ustadzah ilmunya….semoga saya tak lupa mengamalkannya di rumah..

Kemudian setelah beberapa hari agak enakkan, Allah memimpikanku pada wujud seseorang yang dulu pernah kenal baik terhadapku, bertemu hanya beberapa waktu, namun sudah merasa klop saat itu, namun akhirnya karena sikap terlalu akrabku hingga aku lupa bahwa hati orang berbeda-beda dan kesalahpahaman terjadi di antara kita. Aku pikir semua sudah selesai dari permintaan maafku saat itu walau kita sudah hilang kontak dua tahun lamanya namun wallahualam jika cara yang ia pakai seperti ini untuk menghancurkanku. Siapapun itu semoga Allah segera memberikannya hidayah, di ampunkan segala dosa-dosanya dan segera kembali ke jalan Allah.

Jadi sebenci-bencinya kita sama seseorang jangan sampai menjatuhkan lawan dengan cara syirik seperti ini karena dalam Al-quran Allah menjelaskan
“Dan Fir‘aun berkata (kepada pemuka kaumnya), “Datangkanlah kepadaku semua pesihir yang ulung!”. Maka ketika para pesihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!”. Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, “Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan. Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya. QS. Yunus 79-82. ”

Dalam ayat ini disebutkan bahwa perilaku sihir hanyalah kepalsuan belaka. Dan perbuatan sihir adalah perilaku orang-orang yang berbuat kerusakan. Jadi orang-orang yang bergantung pada sihir adalah orang-orang yang tersesat dan berbuat kerusakan.

Jadi jangan pernah takut, serahkan semuanya kepada Allah SWT. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berusaha dan juga berdoa untuk terlepas dari segala sihir dan godaan setan yang terkutuk. Semoga kita dilindungi dari hal-hal semacam ini, dijauhkan dari penyakit hati seperti iri, dengki dan kita semua menjadi orang yang beruntung di jalan yang Allah ridhoi. Aamiin ya Rabb

Dan jika berteman yang sewajarnya saja jangan terlalu baik berlebihan apalagi jahat berlebihan..

TAMAT

Cerpen Karangan: Endah Karuniasih
Blog / Facebook: Neney Chilla
Endah Karuniasih, Lahir di Samarinda, 17 February 1991. Alumni D3 Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Samarinda, Kalimantan Timur. Menulis adalah berinovasi, berbagi cerita pengalaman sehingga ia akan terus menulis dan menginspirasi. Selain menulis, ia sangat suka dunia Olahraga, Fotografi, juga Wirausaha, terlebih hobbynya yang gemar membaca novel, serta membuat puisi menjadikan ia ingin menjajaki dunia penulis.
Saat ini, penulis berdomisili di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pembaca bisa lebih dekat dengan penulis lewat akun sosial media Instagram, Twitter, dan Wattpad @n.a_karunia.

Cerpen Di Balik Sakitku (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masa Kecil Gue

Oleh:
Gue mau cerita sama kalian semua bro! kalo gua pikir-pikir, cerita yang enak didenger itu adalah cerita masa lalu, terutsama masa lalu gue. Sebenarnya, lebih dari seribu cerita masa

Ada Tumbuhan Bercahaya, Euy!!!

Oleh:
Pukul 10.22 pagi. Di sebuah kelas tampak seorang guru tengah menguraikan pelajaraan Ilmu Pengetahuan Alam. Suaranya serak menenangkan siswanya yang tak mau diam di bangku pelajaran. Kelompok yang sudah

First Love (Memori)

Oleh:
Kusandarkan lenganku pada kusen jendela. Mataku terus menatap hening pada kanvas hitam di hadapanku. Satu pendar cahaya bintang menyeretku kembali pada masa lalu, yang tak pernah aku lupakan. Masa

(Dinda IV) Kenangan

Oleh:
Angin berhembus dengan pelan, udara pegunungan yang sejuk bersama iringan lagu instrument forrest gump theme serasa melengkapi kenyaman suasana ini, suara gemericit burung saling bersahutan dan dibawah pohon yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *