Hargai Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 November 2018

Ini kisah cinta pertamaku, kisah yang takkan terlupakan.
Dulu, saat masih SMP aku pernah suka-sukaan sma seorang cowok, dia dulu di kelas C dan aku di kelas A. Menurutku kisah ini singkat, tapi penuh dengan arti di hidupku. Kami hanya saling tatap, kadang juga senyum. Teman-teman sekelasku juga tau kalau aku suka dia. Dan teman sekelasnya juga tau kalau dia suka aku. Dulu, mereka berharap banget kami berdua jadian. Padahal yang suka-sukaan itu aku dan dia. Tapi teman-teman kami yang sibuk. Dan juga kami sama-sama pendiam di kelas.
Dulu begitu semangatnya kami berdua pernah dikunciin di kelas kosong. Teman-temanku sungguh kesal dengan dia yang tidak juga menyatakan cinta padaku. Kan dia cowok harusnya dia yang memulai, itu kata teman-teman.

Kami sering chatan di facebook. Walau hanya chatan biasa. Terkadang aku suka kebawa perasaan dibuat olehnya. dengan kata-kata perhatian yang ia berikan. Dan terkadang aku sering dapat pesan dari dia yang membuatku tambah baper.

“Tik.. mau ga jadi pacar aku?” dan ternyata facebook dia yang dibajak oleh teman-temannya. Karena bukan hanya teman-temanku yang kesal karena sikapnya, bahkan teman-teman dia pun juga sama kesalnya. Padahal kan sudah saling suka tapi dia tak berani buat nyatakan cinta.

Tapi saat pulang sekolah, kubuka facebookku, kulihat obrolan, dan tertera namanya dengan titik hijau yang berarti dia juga on. Aku tidak mempedulikan ataupun ngechat dia. Saat sadang asyik melihat beranda facebook, ada satu pesan yang masuk, aku pun membuka pesan itu ternyata darinya.

“Tika”
“saya”
“aku mau bilang sesuatu?”
“mau bilang apa? Bilang aja”
“mau ga jadi pacar aku tik? Aku sayang sama tika”
Aku sungguh kaget membaca pesannya, aku bertanya-tanya, apakah ini pesan darinya. Aku tidak percaya, dan aku tidak mempedulikan pertanyaanya,

“apa iya ini kamu? aku baru tau kalau kamu bisa mengucapkan itu” kataku dan ia menjawab
“yaudahlah kalau ga mau percaya, yaudah!” katanya
“kamu marah?”
Tak ada jawaban darinya, dan dia pun langsung off, aku merasa bersalah, seharusnya aku tak mengatakan hal seperti itu padanya.

Besoknya aku chat dia, aku sungguh merasa bersalah, seharusnya aku tidak mengatakan hal yang seperti itu.
“aku minta maaf, aku ga bermaksud buat berkata seperti itu, aku tau kamu marah dan tersinggung, aku sungguh menyesal”
Dan ia berkata “tak apa, lupakan apa yang kukatakan semalam, ga usah diingat lagi”
Setelah mengucapkan kata itu dia langsung off, aku benar-benar menyesal. Dia pasti sangat kecewa

Semenjak kejadian itu hari itu aku dan dia ga pernah chatan lagi. Semua telah berubah. Aku dengar dari teman-temanku tentangnya katanya yang dia katakan hari-hari lalu itu sungguh darinya, dia rela pulang cepat-cepat, sampai rumah tanpa ganti baju langsung buka facebook untuk menyatakan perasaanya padaku, aku sungguh ga nyangkah dia melakukan itu, aku sungguh menyesal saat itu, mengatakan hal yang tak seharusnya aku ucapkan. Dan itu telah menyakitinya. aku sama sekali tidak menghargai usaha dan kata-katanya juga keberaniannya. Dan setelah itu ia memutuskan untuk tak lagi mencintai, dan itu karenaku. Aku banyak belajar dari hal ini. Pertama, aku ga akan pernah meremehkan orang lain, seperti apapun dia. Kedua, kita harus belajar menghargai perasaan orang lain. Karena saat kau mengecewakannya mungkin saat itu juga kau bisa kehilangannya.

SELESAI

Kisah ini terinspirasi dari kisah temanku dulu, Real dan Nyata

Cerpen Karangan: Nur Syafni
Blog / Facebook: Nur Syafni

Cerpen Hargai Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Roman Tika Kutu

Oleh:
Tika tak henti-henti menggaruki rambut kepalanya. Rambut Tika bagus, panjang terurai, tebal, warnanya hitam legam. Tapi satu hal yang sangat Tika benci dari rambutnya itu. KUTU, K-U-T-U. Yup, rambut

Fire

Oleh:
”Jatuh”. Atau yang biasa disebut dengan “Gagal”. Pasti semua orang pernah mengalaminya apa pun itu dalam kehidupannya. Manusia, ya kita adalah manusia yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Seperti

Jalan Samping Rumah

Oleh:
Rusman tampak mondar-mandir di sebuah klinik bersalin. Ia dan Mirna, istrinya, sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Wajah Rusman tampak kuyu dan lelah. Tepat saat kentongan di pos ronda bertalu

Takdir Bukan Untuk Kita

Oleh:
“Siapa itu kak, kenapa gak disuruh masuk?” Ibu melihat aku sedang bercakap di depan pintu rumah, dengan dia yang pernah singgah di kehidupanku. “Temenku bu, cuma sebentar kok.” Aku

Never Forget

Oleh:
Hari-hariku menyenangkan saat ini. Hari ini adalah hari pertama aku dan ita jadian. Ita memang tidak cantik, tapi dia baik. Aku bernama azi aku duduk di bangku kelas 11,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Hargai Cinta”

  1. Rut Ade Aulina Butar-Butar says:

    sukaaaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *