Hati, Bertahanlah!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 26 December 2018

Hati… Mungkin saja bisa berteriak sekencang-kencangnya. Ya, seandainya hati tersebut bisa berbicara. Ia pasti selalu bercerita apa dan bagaimana yang ia rasakan.

Begitu juga dengan diriku. Hati ini begitu lelah.. Begitu sesak… Seakan penuh dengan luka robek yang terasa begitu perih. Hingga kau bisa merasakan sakitnya hati.

Sudah terlalu lama aku mencoba bertahan untukmu selama ini. Bertahan tanpa dirimu. Menerima kenyataan pahit bahwa kau pergi meninggalkanku secepat itu untuk selamanya, tanpa terucap kata maaf dari bibirku untuk dirimu.
Kini aku hanya bisa menyesal dan mendoakan yang terbaik untukmu di alam yang berbeda denganku.

Benar, sudah 7 tahun semenjak kepergiaanmu tak pernah sekali pun aku berziarah ke makammu. Jujur, aku takut.. Sangat takut, namun di lain sisi sangat merindukanmu.

Aku takut tak mampu membendung setiap bulir air mata ini ketika mengunjungi makammu. Terlebih setiap kilatan memori kita bermunculan di otakku, dan aku hanya bisa tersenyum kemudian menangis. Ya, itulah yang terjadi padaku sepeninggalanmu.

Aku rasa, aku sudah cukup kuat bertahan tanpamu. 7 tahun melewati hari tanpamu bukanlah waktu yang sebentar. Dan aku yakin, sampai kapanpun itu bahwa aku mulai bisa menerima keadaan ini dan mulai terbiasa tanpamu.

For you FFN
“Meeting you was the reward of my life”

Cerpen Karangan: Rizka Octariza Lubis
Blog / Facebook: Rizka Octariza Lubis

Cerpen Hati, Bertahanlah! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Sayang Kamu Sandy

Oleh:
Tak lama lagi aku akan melangsungkan pertunangan bersama Sandy, aku sangat menyayangi Sandy memang sudah lama kami berpacaran, sekitar hampir empat tahun lamanya, tapi sebulan sebelum pertunangan itu mulai

Secarik Kertas Putih

Oleh:
5 tahun meninggalkan Indonesia, Randy kembali lagi bersama dengan berita sedih. Kekasihnya Winda berada di rumah sakit terbaring lemah di dinginnya kasur beroda itu. Randy ditemani robby, dengan berat

Saat Terakhir

Oleh:
Duar. Kilat menyambar. Dahyat. Memekakkan telinga. Langit malam meruntuhkan air. Ya! Buncahan hujan deras menghantam bumi. Teramat sangat malah. Membuat jalanan banjir. Angin malam berkesiur kencang. Dingin membeku. Awan

Akhir Sebuah Penantian

Oleh:
Malam kian larut yang hanya ditemani dengan bulan dan bintang, angin sepoi yang merasuk dalam jiwa membuat hati ini semakin perih, hanya dalam keheningan malam ini yang menemani keresahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *