Hati Yang Kau Sakiti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 7 November 2019

“Kala itu, tanggal 15-11-2012 aku sangat bahagia sekali setelah penantianku yang telah lama akhirnya membuahkan hasil. Karena apa yang selama ini aku impikan telah menjadi kenyataan. Yah, tepatnya dia menerima cintaku setelah aku mengungkapkannya, betapa bahagianya aku saat itu. Karena cinta yang sudah setahun lebih aku pendam dan wanita yang selama ini aku idam-idamkan, telah membalas cintaku.

Sebut saja dia adalah Zizi namanya, wanita yang aku cintai sejak lama saat pertama kali ketemu. Sebenarnya aku sudah mengenalnya dari dulu, namun aku belum berani untuk mengungkapkan perasaanku saat itu. “Ya karena waktu itu dia masih punya cowok dan sepertinya dia sangat menyayanginya. Tapi tak apalah, karena cinta dan sayang itu tak harus memiliki begitu pikirku dulu. Karena aku gak ingin menjadi perusak hubungan orang lain, jadi niatanku cukup aku mencintai dan mengaguminya dalam hati saja. Setelah sekian lamanya menunggu, barulah dia putus dengan pacarnya dan kami dipertemukan kembali.

Aku menjalin hubungan dengan Zizi saat masih menjalankan studi kuliahku dulu semester awal tepatnya, yang aku sedihkan pada saat sudah pacaran dan pertemukan, kenapa kami terpisahkan oleh jarak, karena Zizi kuliah di Kota yang berbeda, jadi ya terpaksa aku dan dia menjalin hubungan jarak jauh atau LDR. Tak apalah yang penting aku masih bisa berkomunikasi dengan baik dan yang penting saling percaya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan sampai berganti tahun, kami jalani dengan bahagia hubungan ini, mungkin hampir tak ada masalah yang sangat krusial, karena komunikasi kami yang terjalin sangat baik, terkadang pas hari libur aku sempatkan untuk main ke Kota dimana dia kuliah, kami menjalaninya dengan sangat baik.

Tak terasa hubunganku dengan Zizi sudah berjalan selama 4 setengah tahun, kenangan demi kenangan mungkin sudah sulit untuk dilupakan, dari yang sering pergi liburan berdua, kuliner, nonton dan lain-lain, bahkan pernah hal yang tak pernah terlupakan sampai saat ini yaitu ketika uang hanya tinggal 20 ribu kita bagi berdua untuk makan hari esok, karena kita sama-sama kehabisan uang saat itu, bahkan dia sempat menitikan air matanya ketika aku tak memintanya, “ini buat kamu semua aja, aku gampang”. Sungguh sangat ironis karena hidup merantau di Kota. Tepatnya saat hubungan kita baru 2 tahun berjalan, semuanya kita abadikan bersama momen-momen indah, sedih, susah, senang dan bahagia itu tanpa terlewat.

Tapi Semakin kedepan dari hubunganku yang lumayan lama itu, semakin lama semakin ada kejanggalan, begitu yang aku rasakan. Bukannya lebih dewasa menghadapi persoalan atau masalah yang datang, tapi malah semakin sepele dia menghadapinnya.
Aku jadi bingung? Kenapa dia berubah, berbeda dengan awal-awal waktu dulu, selalu ada kabar, jujur kalau sedang pergi dengan siapa, aku selalu mempercayainya, begitu sebaliknya.
Tapi sekarang seperti berubah haluan 80 derajat.
Kucoba buang pikiran negatif ku saat itu, aku mencoba mengerti mungkin karena bosan, dengan keadaan yang selama ini selalu LDR atau kurang selalu ada, aku sudah selalu berusaha agar dia tak merasakan hal itu, tapi yang namanya LDR seberusaha apapun pasti ada kekurangannya. Dan ternyata benar dugaanku, dia berubah bukan karena bosan akan LDR yang kita jalani selama ini, tapi ada orang ketiga yang masuk di kehidupan dia. Itu aku ketahui saat aku niatkan main ke Kota dimana dia kuliah, awal kedatanganku dia hanya biasa-biasa saja, ya mungkin karena aku sering pulang pergi main ke Kota dia kuliah, tapi saat itu dia terlihat sangat berbeda seperti tak mengharapkan kedatanganku.

Dan benar, waktu aku akan pamit untuk pulang ke Kota dimana aku kuliah, dia menyambutnya dengan sepele hanya biasa-biasa saja, tak seperti dulu kalau mau pulang dia selalu sedih karena aku tinggal lagi. Kali ini hanya ucapan sekata dua kata yang keluar dari mulutnya. “Hati-hati di jalan, maaf aku gak bisa nganter ke Terminal, kepalaku sakit mau istirahat dulu”. Kata-kata itu yang dia ucapkan. “Ya otomatis aku tau diri, aku suruh istirahat saja dia di kosnya, alhasil teman satu kosnya yang mengantarkanku ke Terminal. Karena seringnya aku main jadi banyak teman-temannya yang sudah akrab denganku.

Saat perjalanan ke Terminal aku curhat semua perubahan sifatnya Zizi akhir-akhir ini, dan tanpa sengaja atau tidak teman satu kosnya Zizi cerita apa saja yang dilakukan Zizi akhir-akhir ini, bahwa dia telah dekat dengan seorang cowok.
Teman satu kosnya bercerita semua itu karena nggak tega melihatku selalu dibohongi, karena mereka tahu hubunganku sudah cukup lama.

Dirasa ada kejanggalan yang aku rasakan saat itu, langsung naluriku ingin kembali lagi ke kosnya untuk melihat keadaanya, ternyata benar di kosnya dia tidak ada dan ternyata Zizi sedang bertemu dengan cowok yang selama ini dekat dengannya di tempat kos temannya.

Betapa tidak sakit, hancur hati ini, entah apa yang aku rasa saat itu, ketika melihat dengan mata kepala sendiri orang yang benar-benar aku sayangi sedang berduaan dengan orang lain.
Dia bilang sakit kepala, istirahat, ternyata bukan itu yang dia rasakan tapi hati berbunga-bunga akan bertemu lagi dengan barang baru, dan aku barang lama yang akan siap dibuang.

Dan sejak saat itulah dia mengakui semuanya, bahwa selama ini dia telah dekat dan hampir sangat nyaman dengan cowok idamannya itu, ternyata sudah lama mereka dengan diam-diam menjalaninya.
Ternyata aku sudah selalu dibohongi, apa yang harus aku lakukan, disamping aku benar-benar menyayanginya, tapi disisi lain dia sudah menghancurkan kepercayaan dan kesetiaanku yang selama ini kujaga.

“Tapi, ya sudahlah, mungkin semua ini sudah jalannya dia, dan nasib takdirku yang sudah terjadi, aku hanya bisa belajar ikhlas merelakan, ikhlas menerima keadaan harus kehilangan orang yang dimana selalu ada disetiap hari-hariku hampir sampai 5 tahun lamanya. Tapi dengan beberapa bulan saja dia mendapatkan penggantiku dengan mudah dan lebih memilihnya tanpa melihat perjuangan dan pengorbanan yang begitu lamanya.

Kutegarkan perasaan ini, bagiku tak ada hal yang sia-sia dan waktu yang terbuang percuma saat masa-masa berdua denganmu walaupun pada akhirnya seperti ini, aku jadikan semua itu pengalaman dan pelajaran untuk hidupku kedepan.

“Kertas yang utuh tak akan kembali sempurna jika sudah dirobek, walaupun disatukan lagi tetap akan meninggalkan bekas”.
“Yang jauh selalu membuat kangen, akan kalah dengan yang dekat tapi selalu ada”. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu yang sekarang, dan terima kasih sudah mengajariku arti kesabaran yang begitu dalam.

Cerpen Karangan: Misron
Blog / Facebook: M. Mizrond

Cerpen Hati Yang Kau Sakiti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Cinta Yang Salah

Oleh:
Ofii tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Rasa yang selalu sesak, membuatnya kewalahan setiap kali rasa itu datang. Membuatnya hampir menangis ketika rasa itu menyapanya lagi. Tapi rasa itu

Tak Seharusnya Cinta Menyakiti

Oleh:
“Aku benar-benar menyukaimu.” ucapnya membuatku tersipu malu. “Perasaanmu sendiri gimana?” tanyanya lagi menatap tajam mataku. Aku hanya terdiam seakan tak sanggup berkata apa-apa. Aku juga menyukainya, namun bibirku seakan

Love Hurt

Oleh:
Hujan. Air bening itu turun dari awan yang pekat. Membasahi seluruh bumi. Menemani gadis itu yang termenung di dalam kamar. Sebuah headset putih tergantung manis di kedua telinganya. Matanya

K I T A

Oleh:
Cinta itu sederhana, sesederhana aku menatapmu dari kejauhan selama tiga tahun terakhir ini. Awalnya kita hanyalah teman yang sangat dekat, bisa dibilang sahabat, tapi sebenarnya dari awal bertemu aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *