Jomblo Adalah Prinsip

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 January 2015

Menyandang status Jomblo buat gue itu adalah suatu hal yang luar biasa, Sebab gue sudah menjalani masa jomblo selama 19 tahun lamanya. Sampai gue kuliah pun gue masih jomblo. Sampai-sampai gue gak mengenal apa itu pacaran dan bagaimana rasanya pacaran. Ehm… kata-kata itu selalu muncul di benak gue. Parahnya lagi, teman-teman gue selalu berusaha ngemakcomblangin gue sama teman cowok pilihannya. Tapi sayangnya meraka gak berhasil bikin gue jadian sama itu cowok. So! Gue masih pengen sendiri, karena gue sudah janji sama orangtua gue kalau gue gak mau pacaran sebelum selesai sekolah dan gue masih pengen fokus belajar. Mungkin buat teman-teman gue, hal yang kayak gitu sudah gak jaman lagi. Karena sebagian besar semua teman-teman gue sudah pernah pacaran. Sedangkan gue beda dari teman-teman yang lainnya.

Meski gue lebih memilih jadi jomblo dibanding pacaran untuk sekarang ini, bukan berarti gue gak laku atau gak normal. Di jamin gue masih normal 100%. Gue masih bisa ngerasain yang namanya jatuh cinta dengan lawan jenis. Tapi tidak untuk pacaran dengan lawan jenis. Mungkin orang lain punya pendapat yang berbeda dengan gue. Kebanyakan orang lain mengira kalau status jomblo adalah salah satu masalah terbesar di masa mudanya yang tidak bisa merasakan cinta bersama orang yang dicintainya. Namun, bagi gue jomblo adalah sebuah prinsip dan jomblo itu bukan berarti sendiri tapi ini adalah suatu kebebasan.

Selama gue jomblo, gue merasa nyaman-nyaman aja, meski terkadang bosan sih. Ya bosan karena disaat gue lagi sakit, sedih maupun kesepian. Dalam suasana seperti inilah, gue butuh teman curhat dan perhatin lebih dari orang yang gue suka. Tapi apa daya gue merasa malu curhat sama cowok yang gue suka meski kita selama ini sudah akrab, yang ada gue hanya bisa curhat dengan sahabat dan teman yang sering menemani hari-hari gue. Inilah kebahagiaan hidup gue. Meski gue gak punya pacar, mereka masih perhatian sama gue. Gak di sekolah gak di rumah sama aja.

Di sekolah gue punya banyak teman cowok, gak tau kenapa, semasa gue SMA banyak cowok yang suka sama gue, wajahnya lumayan ganteng sih. Bukanya gue sombong dan sok kecantikan tapi ini fakta yang pantas diungkapkan. Sayangnya gue gak punya perasaan lebih dengan mereka. Gue cuma menganggap mereka tidak lebih dari seorang teman. Mereka selalu mengatakan sesuatu sama gue, layaknya pangeran gombal.
“aku suka sama kamu, karena kamu cantik, dan senyummu manis”
“aku suka sama kamu, karena kamu baik, pintar, dan beda dari cewek yang lain”
“aku suka sama kamu, karena aku sayang sama kamu“
Begitulah ungkapan yang sering muncul, baik di sms, di telfon maupun secara langsung. Entah itu memang benar-benar dari lubuk hatinya atau hanya sekedar gombal, yang jelas gue gak tau. Gue hanya bisa menghargai apa yang mereka ucapkan. Bukan berarti gue langsung menerima begitu saja, masih banyak cara lain untuk bisa membuktikan ucapan mereka.
Selain mereka bilang suka ke gue, mereka juga pernah menyatakan cinta ke gue dan ngajakin gue pacaran. Ehm, so sweet deh. Parah nya lagi, mereka ngajakin gue pacaran bukan sekali aja, tapi lebih dari satu kali. Super gak tuh. Sayangnya, mereka gak maco sebab mereka nembak gue lewat sms atau telfon sih, ya walaupun begitu mereka sudah berhasil buat jatung gue dag dig dug dengan sms ini
“aku boleh mengatakan sesuatu gak?”
“iya tentu aja boleh. Emang kamu mau bilang apa sih?”
“Sejujurnya dari dulu aku suka dan sayang sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?”
“Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, aku tidak bermaksud menolak kamu. hanya saja aku gak mau pacaran dulu.”
“Lhoo kok gitu? Emang aku kurang apa sih, sampai kamu tega nolak aku? Apa karena aku gak ganteng?”
“Aku nolak kamu bukan karena kamu gak ganteng. Tetapi aku gak mau pacaran dulu, karena aku masih sekolah dan aku ingin fokus belajar. Lebih baik kita temanan aja. Sekali lagi aku minta maaf”.
“Baiklah, kalau itu emang keputusanmu aku terima”
“iya terima kasih“
Hingga pada akhirnya kami tetap berteman dan tidak ada rasa saling membenci meski gue pernah menolak mereka. Itulah yang namanya sikap saling mengerti antara satu sama lain.

The End

Cerpen Karangan: Luh Mirayani
Facebook: Mira

Nama: Luh Mirayani
Alamat: Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng
Jurusan: Pendidikan Ekonomi
Univesitas: Pendidikan Ganesha
Lulus dari: SMA Negeri 1 Busungbiu

Cerpen Jomblo Adalah Prinsip merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Pintar Versus Si Beruntung (Part 2)

Oleh:
“tok tok tok, bu aku pulang” kataku sedikit berteriak supaya ibuku dengar “ya tunggu sebentar” ibuku membukakan pintu, dan terkaget melihat aku menagis “febri, kamu kenapa menangis?” tanya ibuku

Berawal Dari Kesedihan

Oleh:
Namaku rini, aku berumur 14 tahun. Sekarang aku dududk di bangku sekolah menengah pertama (smp), tepatnya kelas 9. Aku adalah anak yang periang, berani, percaya diri, dan aku mempunyai

Cewek Dari Sosial Media

Oleh:
Kenangan yang gak akan gue lupakan, yang membuat seakan menjadi orang yang bodoh. Waktu itu gue masih duduk di bangku smp kelas 3. Awalnya gini sebelumnya perkenalkan nama gue

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Jomblo Adalah Prinsip”

  1. Lyra says:

    wah, gua bgt neh, haha
    HIDUP JOMBLO !!!

  2. Ramadhana Candra K says:

    Aku suka sama cerpen kakak. Cerpen kakak pemotivasi para jomblo 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *