Maaf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 4 June 2013

Ku rindu tawa dan candamu saat ini
Yang biasa mengiasi hariku
Warnai hidupku

Lirik lagu itu mengingatkanku pada seseorang yang tak disini lagi. Entah sampai kapan aku harus mengingatnya, yang jelas aku masih mengingatnya dengan sangat jelas. Harusnya aku tak terus-terusan seperti ini. Aku juga tahu dia takkan kembali, tapi hati tak pernah mau pergi darinya.

Aku duduk sendiri di bangku yang biasa ku tempati bersama dia, panggil saja dia Dicky. Dulu aku sering meluangkan waktu bersamanya, tapi itu tak berlaku lagi sekarang. Semua sudah berakhir saat rasa itu semakin dalam dan mengakar di hati. Ku fikir perasaannya sama denganku, nyatanya rasa itu hanya milikku seorang.
“Kau kenapa?” tanyaku padanya.
“Aku tak apa-apa” jawabnya.
Selalu jawaban itu yang dia berikan, tapi aku tetap merasa aneh dengan sikapnya waktu itu. Dia semakin menjauh, dan aku tak tau ada masalah apa sebenarnya. Seolah dia sedang menyembunyikan sesuatu, tapi aku tak pernah tau.
“Sabtu ini kau ada acara?” tanyaku lewat sms.
“Kenapa?” balasnya.
“Kau mau menemaniku jalan-jalan?” tanyaku lagi.
“Maaf, aku ada janji. Biasa hari sabtu kamu kan tahu kegiatanku” jawabnya.
Sejenak aku berfikir
“Apa bagimu kegiatan itu lebih penting? Apa kau sudah bosan denganku? Atau itu
hanya alasanmu untuk menghindariku?”
Aku tak pernah mendapat jawaban atas pertanyaanku itu. Aku berusaha untuk berfikir positif “mungkin tidak sekarang” batinku.
Tapi setelah semua berakhir, aku tahu satu hal “kau sudah tak memiliki rasa itu”. Ya mungkin ini jalannya. Aku masih disini, menunggu sebuah keajaiban itu datang. Biarkan rasa itu tetap ada, meski hanya aku yang merasakannya. Tak apa, fikirku.
Bahkan setiap malam aku masih menunggunya, tapi aku tahu dia takkan akan datang. Biar saja sedih itu tetap ada, biar saja harapan itu tetap ada. Selama aku masih bisa bertahan, ku biarkan semua itu tetap ada untuk menemaniku.
Satu doa yang selalu terucap. Jika dia bukan untukku biarkan rasa ini menghilang, tapi jika dia untukku dekatkanlah dia.
Aku tahu cinta itu tak bisa di paksa, jadi aku pilih untuk melepas cinta itu. Tapi maaf, karena aku masih mengharapkannya kembali.

Cerpen Karangan: Ajeng Eka Pratiwi
Facebook: Ajeng Eka Pratiwi

Cerpen Maaf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Permainan Cinta

Oleh:
Ketika mereka menghabiskan kopi berdua di bawah sinar bulan purnama, mata pun terkunci pada sesama. Namun itu dulu, ya dulu, kini yang bisa Beni lakukan hanyalah mengunci tatapannya pada

Kenapa Kesabaranku Selalu Diuji

Oleh:
Mencoba flashback ke belakang, saat itu kegelapan dan kesedihan aku telah hilang karena seseorang datang yang selalu membuat aku happy kembali. Dia bernama ahmad rajih kerap disebut ncep. Saat

Salahkah Menanti (Part 2)

Oleh:
Setelah pameran lukisan di gedung sekolah waktu itu, gue sama dia makin akrab dan gue lihat dia agak berubah agak perhatian dikit gitu, dia udah mulai nanya-nanya gue lagi

Karma Berlaku

Oleh:
Sebercanda itukah karma menghakimiku?. Berawal dari masa yang menurut orang banyak hal-hal indah yang takkan kita lupa sampai tua nanti, yaa.. Masa itu adalah masa-masa sma, saat itu aku

Melepas Adalah Puncak Mencintai

Oleh:
Hidup adalah gerakan dari sebuah lembaran takdir yang tertulis di lauhul mahfudz jauh sebelum kita dilahirkan. Tak terkecuali takdir tentang cinta, tentang manisnya pertemuan atau pahitnya perpisahan. Jika aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *