Mimpi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 8 February 2017

Pernah bermimpi seseorang yang tidak pernah aku kenal tidak tau siapa dia? tentang dia pun tidak tau hanya menampakkan sebuah senyuman. Tiba-tiba orang tersebut datang dalam mimpi sempat dalam mimpi mau kenalan tiba-tiba suara adzan subuh berkumandang, tiba-tiba aku terbangun dan berdoa semoga bisa bertemu sama seseorang tersebut aku terus beregagas mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh.

Tidak pernah berpikiran berharap akan dipertemukan orang tersebut, tetapi 2 hari sesudah mimpi tersebut tiba-tiba orang tersebut datang lagi dalam mimpi hanya membagi senyuman, kemudian aku mau berbicara sama orang tersebut, secara tiba-tiba orang tersebut hilang kemudian aku terbangun dan bertanya “siapa dia YA ALLAH? kenapa dalam mimpi hanya membagikan sebuah senyuman? tidak sempat berbincang? apa arti sebuah mimpi ini YA ALLAH? Tolong pertemukan aku dengan dia YA ALLAH” kemudian beranjak dari tempat tidur mengambil minum segelas air putih, karena melihat jam 3.40 waktu subuh 1 jam lagi saya kembali ke tempat tidur lagi dan tidak lupa saya berdoa kemudian saya tertidur.

Jarak beberapa hari aku tidak tau, aku tidak menghitung hari di waktu mimpi tersebut, kemudian saya dipertemukan bersama seseorang tersebut di suatu tempat yaitu di tempat toilet umum yang banyak orang menunggu antrian untuk masuk, anisa temen saya yang kebelet mau buang air kecil, dia minta tolong temenin sama saya, kemudian saya temenin anisa.
“neng tolong nunggu di luar jagaiin pintu” anisa bilang sambil senyum
“iya” sambil balas senyumannya

Lagi jagaiin pintu Wc tiba-tiba ada cowok ke samping saya, saya lihat mukanya, tiba-tiba tu cowok nanya “Heiii ngapain dia di dalam kok lama? Buang air besar ya?”
“enggak, Buang air kecil doang” sambil jagaiin pintu wc nya
“oh kirain dia Buang air besar, biasanya lama-lama di dalam wc tu buang air besar lo, hehehe” sambil senyum-senyum.
“hahaha kau ni basing bilang, dia hanya buang air kecil” kata aku sambil ketawa.

Tiba-tiba tu cowok pergi, dan begitu cepatnya hilang, aku lihat mukanya tadi seperti dalam mimpi aku, aku hanya termenung sambil jagain pintu wc tersebut. Aku teringat kata orang coba cubit di salah satu bagian tubuh jika tidak sakit berarti mimpi, jika sakit berarti sebaliknya tidak mimpi, kemudian aku mencubit tangan aku sendiri berarti ini adalah hal nyata bukan mimpi.
Di dalam hati berkata “YA ALLAH itu orang yang ada dalam mimpi aku YA ALLAH?” sambil termenung di penjaggan pintu wc.

Anisa memanggil “heiii kenapa termenung neng?” sambil menepuk tangan di depan mata aku
Aku kemudian terkejut aku memenggang tangan anisa untuk tidak di tempat wc umum itu

“siapa tadi neng? Kamu kenal sama orang tadi?”
Aku menjawab dengan senyuman “enggak kenal, emang kenapa?”
Deket banget kayak orang udah kenal lama” sambil ketawa kecil
“aku enggak kenal sama sekali sama tu cowok udah ah, enggak usah dibahas tentang tadi” sambil menggandeng tangan anisa dan meninggalkan ruangan tersebut.

Cerpen Karangan: Ainul Ma’rifah
Facebook: Ainul Ma’rifah

Cerpen Mimpi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dua Mahkluk Tuhan

Oleh:
Asap tipis yang mengepul indah dari sebatang rok*k berlogo ‘A’, pada front old English text. Yang kuhimpit di sela jari tengah dan telunjuk yang merunduk. Kuhisap gulungan tembakau itu,

Samun Punya Cerita

Oleh:
Di balik matahari yang mulai mengantuk, di sela-sela jari kaki Gunung Semeru; yang mereka sebut sebagai negeri di atas awan walaupun masih (selalu) di bawah sekotak misteri-Nya. Seorang pemuda

Selamat Jalan Piah

Oleh:
Hari ini tepat satu tahun setelah itu, aku tidak bisa lagi bertemu dengannya. Seorang teman yang baik, ceria, lucu, dan apa adanya. Ya. Dialah Alfiyah, sahabatku. Yang biasa kupanggil

Kamis 19 April 1956

Oleh:
Di lembah ini, tak ada yang hendak menghitung hari detik demi detik. Di celah bebukitan ini, orang tak berpikir untuk berlari mengejar waktu menit demi menit. Alasannya sederhana: waktu

Berani Mengambil Keputusan

Oleh:
Di sebuah gedung pertemuan hotel berbintang di Surabaya, terdengar suara sorak yang meriah dengan musik yang dapat membakar semangat semua orang. Tak lama kemudian, keluarlah seorang laki-laki dari belakang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *