Namaku Bukan Bolen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 June 2014

Namaku bukan Bolen yah memang namaku bukanlah yang disebutkan di atas, tapi kebanyakan teman-teman SMP – SMA selalu memanggilku dengan sebutan seperti itu, memang nama itu merupakan nama keramat yang selalu menghibur orang, tapi kadang juga menjadi nama keramat bagi cewek yang aku pacari. Untuk itu aku memacari cewek dari sekolah lain, agar dia tidak malu jika ada temanku yang memanggilku dengan sebutan Bolen seperti di atas.

Nama ini bermula saat aku duduk di kelas 2 SMP di mana saat itu aku terjebak di mimpi buruk bagi semua siswa yang rambutnya panjang seperti aku. Waktu itu aku dan beberapa orang temanku diseret masuk ke ruang BP, di sana kami diberi peringatan dan sedikit makian. Maklumlah guru yang melakukan razia itu adalah guru yang terseram dan tersadis kata-katanya yang mampu menyayat hati dan memanaskan telinga jika mendengarnya. “Kalian ini mau jadi apa, hah! Masih kecil sudah warna-warnain rambut. Mau jadi berandalan hah! Ini lagi yang manjang-manjangin rambutnya kamu mau jadi cewek hah!” katanya dengan tatapan pedas yang melotot melihat aku dan beberapa temanku yang diam terpaku. keringat dingin bercucuran di keningku hingga membasahi kerah bajuku. Lalu setelah dimarahi dan diberi peringatan, kami disuruh untuk memotong rambut dan besok harus melapor kembali ke guru yang bersangkutan tadi.

Keesokan harinya aku datang dengan potongan rambut yang baru aku sudah memotong pendek rambut ku dengan potongan mohawk trend masa itu. Tapi setelah aku melapor kepada guru yang bersangkutan tadi. katanya ini masih kurang pendek dan menyuruhku memendekkannya lagi jika tidak maka dia sendiri yang akan memendekkannya. Dengan sedikit kesal dalam hati aku hanya bisa mengiakan saja sambil tertunduk takut melihat dia yang memelototiku seperti orang yang sedang bersemedi di kamar mandi. Selesai pulang sekolah aku langsung pulang dan pergi untuk memotong rambut lagi, kali ini aku akan mengejutkannya biar dia puas.

Keesok paginya aku langsung menuju ruang BP kembali, di sana aku melihat guru itu sedang duduk dengan koran yang dibacanya. dengan sedikit takut aku mendekatinya “Pak” kataku memanggilnya dengan sedikit ragu, aku takut dia memarahiku karena mengganggu waktu membacanya. “Hmmm coba sini Bapak lihat” katanya sambil melihat kepalaku yang aku potong plontos.
“Nah ini baru yang namanya lelaki, lelaki memang harus begitu rambutnya” katanya sambil tersenyum, entah itu senyuman apa aku tak tahu, pokoknya senyuman itu senyuman yang menakutkan dan dapat menyebabkan penyakit jantung bagi yang melihatnya.

Setelah selesai urusan di ruang BP aku segera menuju kelasku, dari awal perjalanan aku sudah merasa berbeda karena tumben banyak orang yang memperhatikan aku, apakah karena aku tampan atau potongan rambutku ini, tapi aku coba untuk selalu positif thinking aja menerimanya.

Sesammpainya di depan kelas aku bertemu dengan temanku Tangguh yang terkenal usil dan lidahnya yang begitu licin hingga banyak kata-kata yang menyakitkan terlontar dari mulut indahnya tentang aku. “Yoh Riyan kenapa gitu mukamu sekarang HAHAHAHA!!! Kau mirip dengan bola” suaranya keras menertawakanku dengan mulut lebarnya ingin ku masukkan sepatuku ke mulutnya waktu itu. Aku hanya terdiam membisu sambil berjalan. Sesampai di kelas wuidih ribut, semua kelas menertawakanku karena kepala ku telanjang tanpa ada sehelai rambut yang menutupinya, sejak kejadian plontos itu aku yang semula bernama Riyan kini berubah menjadi Bulen atau Bolen sebutan yang menyakitkan memang. Tapi sejak panggilan itulah hidupku menjadi lebih berwarna. Karena ada saja cerita di setiap harinya, mulai kisah yang memalukan sampai kisah cintaku yang menyedihkan.

Cerpen Karangan: Wahyu Febriyan Ramadhan
Facebook: https://www.facebook.com/zalabaskartos
NAma saya Wahyu Febriyan Ramadhan panggilan riyan, saya hanya suka menulis saja 🙂
salam kenal semuanya

Cerpen Namaku Bukan Bolen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


12 Tahun Lamanya

Oleh:
“Hoaammm” terdengar suaraku pagi itu terbangun dari tidur pulasku. Kupandangi jam dindingku sudah terlihat menunjuk pukul 06.30 aku bergegas menuju kamar mandi karena tidak mau sampai terlambat sekolah karena

Ini Hidup Gue

Oleh:
Andra memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang terletak di sebuah desa kecil di daerah Bogor rumah yang cukup besar dibandingkan rumah lainnya, malam ini waktu menunjukkan pukul 10.00

Cinta Itu Dekat

Oleh:
Seperti biasanya gue memulai aktifitas seperti orang pada umumnya. Bangun pagi, mandi, sarapan dan pergi ke sekolah. Gue Bob, sekarang gue kelas 11 SMA. Ini kisah tentang hidup gue,

Cinta Di Gedung Seberang

Oleh:
Pada akhir bulan Juli 2016 di LPI Al Azhar, tepatnya pada saat Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dimulai. Ada seorang siswa yang bernama Fachrur, ia duduk di bangku kelas (ANU)

Love in Halte

Oleh:
Seperti biasa sepulang sekolah, gue duduk manis di halte deket sekolah sambil menunggu seseorang bukan pacar gue bukan teman gue tapi Pangeran gue. Gue gak tahu namanya karena kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *