Perkemahan Yang Menyenangkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 15 January 2018

“Eh, ada pengumuman apaan itu, Mul, Zhar?” tunjuk Fretha, sahabatku ke arah manding sekolah. Anak-anak berdesak melihat Manding. “Nggak tau, Tha,” ucap Zharina, sahabatku. “Lihat, yuk!” ajakku. Kami langsung menerobos, sehingga tepat di depan Manding.

“Perkemahan Bangsa Ceria? Wah, diadakan perkemahan!!” teriak Zharina, si petualang. “Iya!” seruku. “Yang putri. Aku, Zharina, Mulan, Yuni, Naya, Diana, Shara, dan Ratna,” baca Fretha. “Asyik!” seruku dan Zharina kompak. Oya! Kita belum kenalan. Namaku Mulan, murid kelas 5 Sd. Kami segera keluar menuju kerumunan. Kebetulan, kerumunan tidak seramai tadi. Aku dan kedua sahabatku, bergabung ke Ratna, Shara, Yuni, Naya, dan Diana.

Tiba-tiba, Bu Helsa, guru Pramuka Putri mendatangi kami. “Kalian, ikut Ibu ke Ruang Pramuka Putri,” ucap Bu Helsa. Kami mengikuti Bu Helsa. “Kalian dipilih untuk mengikuti perkemahan ini, dan ini daftar bawaan yang harus dibawa,” ucap Bu Helsa seraya memberi 3 kertas pada kami masing-masing. Ada kertas daftar yang harus dibawa saat perkemahan, kertas berisi kegiatan-kegiatan, dan kertas dengan daftar lomba beserta waktunya.

Bu Helsa menulis sesuatu di papan tulis. Ternyata anak yang ikut perlombaan. Aku ikut lomba Lempar bola, lomba Pendirian Tenda, Tarik tambang, LBB (Latihan Baris-Berbaris) dan Penjinak bom. Tunggu, Penjinak bom? “Bu! Penjinak bom gimana, bu?” tanyaku. “Nanti kita akan latihan. Lomba ini memang agak rumit,” jawab Bu Helsa. Soal pendirian tenda, harus 5 orang. Huh, untung aku pernah mendirikan tenda.

Lombanya ternyata Jumat lusa. Mulai sekarang, kami tidak pelajaran. Dan, giat berlatih. Fyuh! Penjinak bom sangat rumit, guys! Cara bermainnya cari saja di Youtube atau merekam orang yang sedang bermain. Pokoknya permainan ini membuatku sama teman-teman teriak gak karuan, takut jatuh! Kan, botolnya kalau jatuh, langsung diDis

Hari yang ditunggu pun tiba. Aku siap mengepak barang yang dibutuhkan. Kan berangkatnya, sehabis sholat Jumat-an. Sehabis Jumat-an, aku segera menuju sekolah. Tas ranselku yang besar kugantung di pundak, dan tas selempang besar kubawa ke sekolah. Ternyata, baru 3 orang yang datang, termasuk aku!. Tak lama, semua sudah lengkap. Yang laki-laki juga sudah lengkap. Kami berangkat menggunakan mobil Pak Dion, Kepala sekolahku. Mobilnya besar. Cocok untuk kami berenam belas.

Akhirnya, kami sampai. Kami ternyata berkemah disebuah sekolah SMP yang beesaar dan luuass banget. Kami pun turun dari mobil satu persatu. “Luas banget, ya. Nanti SMP aku di sini aja,” ucap Fretha. “Lulus SD aja belum,” godaku. Kerudungku berkibar tertiup angin sepoi-sepoi. Kami pun menuju tempat pendirian SD kami. Ternyata dibatasi tali rafia. Semua barang sudah diturunkan. Yang laki-laki Sd-ku bersebelahan dengan tenda Sd perempuan kita.

“Baik, waktu pendirian tenda 20 menit. Siap, mulai!!” seru sang panitia. Kami cepat-cepat mendirikan tenda. 15 menit kemudian, tenda kami siap. Kami duduk di depan tenda kami, bersama ketiga anak yang tidak ikut pendirian tenda. Kami diajak bercanda sama salah satu panitia. Oya! Panitianya kakak-kakak SMP ini, lo. Tak lama, tenda kami dinilai. Kekuatannya berdiri juga diperiksa.

Guru-guru datang. Mereka membawa sebagian peralatan dari sekolah. Komporlah, gas, alat penyimpan topi, kotak P3K, meja tamu, dan lainnya. “Hei, kalian ganti baju aja. Biar guru lain yang bereskan,” ucap Bu Helsa. Memang, saat lomba pendirian tenda tadi, gurunya disuruh pergi dari area perkemahan. Kami bergegas berbaris di lapangan, karena diadakan Apel. Usai apel, Kami beristirahat di tenda. Kami bercanda dan mengobrol. Setelah istirahat, kami berberes. Kami menyusun tas-tas kami di dalam. Tak lama waktu ashar datang. Kami yang beragama islam melaksanakan Sholat Ashar. Usai sholat, kami menuju tenda dan melanjutkan beres-beres.

Malam, kami menghias tenda. Tenda kami penuh bunga-bunga. “Cakep, ya! Kesukaanku, bunga!” seru Fretha menghias tenda. “Iya, Tha!” tawa Zharina. “Bunga? kamu suka bunga? berarti suka bunga bangkai?” candaku. Zharina tertawa. “Itu mah, lain!” ucap Fretha tertawa. “Udah, jangan canda terus,” ingat Zharina.

Tak lama, kami disuruh duduk di lapangan. Ternyata, lomba Pensi (Pentas Seni). Wah, penampilan mereka bagus. “Itu yang paling bagus, Grup Anti Galau dari SD Senjaya,” bisikku pada Zharina dan Fretha. “Iya, Mulan,” sahut Zharina dan Fretha kompak. Lomba pensi berlangsung selama 2 jam. Setelah selesai, kami sholat Isya’, sikat gigi, dan tidur.

Paginya, kami sholat Subuh lalu senam pagi. Habis senam, lalu pawai (memang ada pawai, ya..). Habis pawai, kami mandi. Lalu, lomba-lomba pun dimulai. Lomba pertama ialah Meniti Balok. Saat perlombaan, guru-guru tidak boleh di area perkemahan. Lomba pertama adalah, Meniti balok. Oya para guru tidak boleh membantu muridnya, saat lomba. “Nggak adil ah,” seru Yuni. “Ya, kan melatih hidup mandiri,” hiburku dan Shara. Fretha dan Zharina dan ketiga lainnya, mengikuti lomba meniti balok. “Ya, tetep aja,” seru Yuni

Usai meniti balok adalah lempar bola. Giliran kami no. 6. Tak lama, ini giliran kelompok kami. Yes! Kami berhasil memasukkan 54 bola. Lalu, LBB. Duh, degdegan. LBB dilaksanakan di Aula. Aulanya luas lagi pengap. Sampai aku mandi Keringat.

Akhirnya, satu persatu lomba sudah siap. Karena masuk waktu Maghrib, kami mandi dan melaksanakan sholat Maghrib. Usai sholat, kami beristirahat di Tenda. Kami disuruh kelapangan. Ternyata ada acara api unggun. “Eh, selfie yuk!” ajakku seraya mengeluarkan handphone dari jaketku. “Iya Mulan, si Ratu Narsis,” canda Fretha. “Ahay!” seru Zharina tersenyum lebar. “Iya Fretha, si Miss Menor,” balasku. Kami tertawa. Kami pun berselfie ria. Usai itu, kami sholat Isya’, sikat gigi, dan tidur di tenda.

“Hei, Hei, bangun Mul!!!” teriak Fretha, Zharina, dan Ratna membangunkanku. Aku terbangun. “Uh, jam berapa, sih?” tanyaku. “Jam dua,” ucap Fretha. “Hah!!” aku membelalak. “Bangunin kok semalam ini??!!” bentakku. “Iya, kita jurit malam,” jelas Zharina. Aku kaget. Jurit malam, tes nyali banget. Kita disuruh berbaris. “Ayo cepetan,” seru Ratna dan Yuni serta Diana kompak. “Uh, nggak sabar,” ucap Diana. “Nanti di tengah jalan nangis,” godaku. “Ah Mulan, ngomong suka bener,” balasnya ketawa. Kami ikut ketawa.

Aku sungguh merinding. Bagaimana tidak? malam-malam jalan nggak bawa lampu. Kami giliran nomor 2. Akhirnya, giliran barisanku. Untung ada tandanya kita harus berjalan ke mana. Aku berada di depan, karena aku ketua. Ups, kakiku tersandung tali. Sebuah benda putih tergantung. “AAAAKKKHHH!!!” teriak kami. Kami berlari tergesa-gesa. Tanpa kami sadar, ada seorang kuntilanak di belakang kami, mengikuti kami. “Mulan!! Cepat jalannya! Ada kuntilanak di belakang,” teriak kencang Ratna, dia memang paling belakang. Kami berlari kencang, sampai ke luar rute. Waduh, bagaimana ini? Duh.. Aku panik banget. Semakin nyasar, semakin banyak hantunya. Untunglah, kami tiba di tempat tujuan. Syukur kupersembahkan kepada yang di atas.

Ini hari terkahir kemah. Usai senam, aku dan Zharina mandi berdua dalam satu kamar mandi. Usai mandi, kami mengenakan pakaian Pramuka. Lalu upacara penutup. Tapi sebelumnya, kami sarapan. Usai upacara penutupan, pembacaan pengumuman lomba. Sekolahku, juara 3 Lomba LBB Putri, juara 1 Lomba Penilaian tenda Putra dan Putri, juara 2 lomba Penjinak bom Putra dan Putri, dan juara 1 lomba lempar bola Putri. Dan gembiranya, kami diberi piagam satu anak 1 piagam!! Kami sempat berfoto bersama. Sungguh pengalaman yang tak kulupa.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
Hai, seru nggak? Ini kisah nyataku. Tapi baanyak yang kurubah. Sebenarnya, aku ikut perkemahan HW (Hizbul Wathan). Perkemahan khusus sekolah berlembaga Muhammadiyah. Tapi, itu baru tingkat Sd/Mi. Dan, anggota kami cewek semua tanpa cowok, dan anggotanya 12 orang. 2 cadangan. Sudah segitu dulu, sampai jumpa di karyaku berikutnya!!

Cerpen Perkemahan Yang Menyenangkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Choose Your Future!

Oleh:
good morning students… kata miss floey morning, kata murid murid pelajaran apa ya hari ini? tanya miss floey math, IPA, bahasa inggris, dan let’s choose your future! kata murid

Ada Suka Ada Duka

Oleh:
Halo… Namaku jasmine. Aku kelas 6 SD, hobiku adalah penyayi, kedua orangtuaku sangat mendukungku jadi penyanyi. Kalian pasti tau idola cilik kan? Nah, aku mau daftar di sana untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *