Perpisahan Yang Memberikan Kekuatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 21 June 2015

Tak pernah disangka semua terjadi begitu saja. Impian yang dulu kita bangun, tiba-tiba musnah tak berbekas. Semakin aku mengingat kisah cinta kita semakin terluka hatiku. Sebenarnya dia tak pernah ingin meninggalkanku. Hanya saja keputusannya untuk memutuskan hubungan yang telah dijalin hampir 5 tahun itu tak bisa diganggu gugat.

Sore hari tiba tiba saja ponsel aku bergetar,

hai, lagi apa?
sender: dionisius
sent: 25-januari-2014 15:16:21

lagi nulis nulis aja, tumben sms emang gak belajar kamu…?
sender: 089629674041
sent: 25-jan-2014 18:19:04

Oh. Udah dari tadi sayang, tar lagi jam 7 belajarnya :p, kamu tu yang harusnya belajar :p bukannya belajar malah nulis
sender: dionisius
sent: 25-jan-2014 15:21:29

enak aja… aku mah udah belajar ya :p tapi tar setelah isya aku les di rumah mama ica, jadi gak bisa temenin kamu smsan deh, maaf ya :’(
sender : 08962974041
sent : 25-jan-2014 15:23:09

Hahaha 😀 iya deh iya yang pinter :p eh emang kamu pinter? pinter sih.. tapi masih pinteran aku dong :p , mhom aku telfon kamu ya aku mau ngomong sama kamu
sender: dionisius
sent: 25-jan-2014 15:26:11

iiya phoop telfon aja… :p ngomong apaan emang? kok sedih phoop :’(
sender : 08962974041
sent : 25-jan-2014 15:28:28

tak lama setelah sms tiba tiba “kriiinnngg” bunyi telfon dari ponssel aku tak salah lagi dio yang menelefonku.
“hallo”
“hallo mhoom”
“iiye kenape phoop, katanya mau ngomong, ngomong apaan emang”
“kita putus aja ya”
“apaan? Putus enak banget kamu ngomong gitu”
“tu kan marah, aku jelasin dulu makanya”
“iya deh coba jelasin yang sejelas-jelasnya ”
“jujur sebenernya aku gak mau ngomong gini sama kamu, tapi setelah aku fikir-fikir lebih baik kita putus aja, aku lagi ada masalah yang harus aku selesain, aku sayang banget sama kamu… sayang banget malah, ngertiin aku ya”
“masalah apaan lagi sih? masalah kita bersaudara? Atau masalah perbedaan agama?, dio inget dio, kita udah jalanin semua ini 4 tahun lebih, terus kamu putusin gitu aja di tengah jalan, kamu gak mikir gimana perasaan aku”
“iia masalah yang selama ini, tapi aku janji aku bakal balik sama kamu aku akan setia sama kamu… aku masih pegang janjiku ke kamu, meski aku gak ada kabar aku tetep setia sama kamu, mungkin aku sms pakai nomor dimas”
“iya udah kalo memang ini yang terbaik buat kamu dan aku, aku bakal terima kok meski aku sakit, tapi jangan salahkan aku jika aku mencintai orang lain”
“hahaha… meskipun kamu pacaran sama sepuluh ribu cowok hati kamu masih ke aku, karena aku kan cinta pertamamu dan terakhirmu”
“oo aja ya”
“ya udah.. belajar dulu sana”
“males ah”
“sebenernya juga sama tapi apapun masalah kita tu kita harus belajar, katanya mau masuk smk yang sama, kerja yang sama, makanya ayo kita belajar”
“iya ”
“iya mhoom”

Tiba tiba hujanpun tiba, aku pun Menatap kosong keluar jendela. Hujan menyisakan pelangi sebagai penghias langit. Ah, indah. Tapi tak seindah hatiku kini. Aku masih berjuang untuk menghapus sisa-sisa kenangan dan ingin segera membuang jauh-jauh perasaan ini. Mungkin lebih baik begini, lebih baik sendiri. Ini yang selalu aku takutkan, ditinggalkan, ditinggalkan kenangan. Tiba-tiba aku merasa tak pantas untuknya.. Sungguh, aku tak pernah berharap dia bosan dengan semua rutinitasnya dan kembali padaku. Karena akulah yang menancapkan duri dalam hatinya maka aku pula yang akan mencabutnya kemudian membuangnya.. Biar saja aku yang merasa sakit sendiri, biar saja aku menangis kemudian menyekanya sendiri. Sampai saat ini, tak ada seorang pun yang bisa menggantikan dia. Bahagia pernah menjadi sepotong cerita masa lalunya. Meski menyesal telah mencintainya.

“Jangan Terlalu mengubar kata JANJI, hanya dengan kata itu pula dapat merubah keadaan dan MERUBAH KEPERCAYAAN”

Cerpen Karangan: Yevi Candra
Facebook: Yevi Candra

nama: yevi candrawati
ttl: blitar 28 mei 1999
alamat: jln kesatrian X rt 013/03 bearland kec: matraman kel: kebong manggis jakarta timur
sekolah: SMP Kartika XI-3 Jakarta
Hobby: menulis, membaca, dan bernyanyi
cita2: ingin menjadi … pegawai kantor

Cerpen Perpisahan Yang Memberikan Kekuatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ahh Sudahlah

Oleh:
“krringgg!!! kriiing!!! kriiinggg!!!”. Seperti biasa, itu adalah bunyi alarm handphone Edgar di pagi hari. Kalau semisal kalian sekarang lagi ada di kamarnya Edgar, pasti kalian sudah pada jantungan. Soalnya,

Pelukan Terakhir

Oleh:
Sudah lama kita saling suka tapi kita tak bisa bersama, karena kita sahabat dan mantanku dekat dengannya terlebih mantanku tak bisa menerima bahwa hubungan kita telah berakhir dan aku

Tak Bisakah Kau Menunggu

Oleh:
Aku dan dia. Entah apa sebenarnya kami, jika dibilang pacaran kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tapi dibilang bukan pacaran pun bukan, karena kami tahu saling mencintai satu sama lain.

Cinta Yang Hilang

Oleh:
Pagi ini mentari bersinar cerah menyapa makhluk hidup untuk segera bangun dari tidurnya. Ku lihat jam dinding menunjukkan pukul 06.30. Sudah saatnya berangkat ke sekolah. Setelah berpamitan kepada kedua

Tak Terbalas

Oleh:
Saat aku menginjak kelas 8, aku bertemu dengan orang orang baru yang belum kukenal seluruhnya. Dari berbagai kelas. Hanya beberapa orang yang kukenal, tentu saja orang orang yang berasal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *