Sabar Untuk Memilih

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 6 March 2015

Ada banyak pilihan fasilitas transportasi di Jakarta yang terkadang membuat kita bingung untuk memilih transportasi yang seperti apa, apakah yang menarik mulai dari fasilitas kenyamanan dan tampilannya tapi mahal ongkosnya atau yang biasa-biasa saja tapi murah, kebanyakan masyarakat di Jakarta ingin memilih yang fasilitasnya lebih baik dan memadai tapi murah dan mudah dijangkau.
Hal ini sama dengan kisah cinta para remaja untuk saat ini, kebanyakan remaja masa kini ingin memilih pasangan yang sempurna luar dan dalam (hati). Tapi untuk mencari pasangan biasanya yang membuat kita tertarik pada awalnya dari doi adalah apa yang kita lihat lebih dahulu oleh kedua mata kita, yaitu fisiknya, hatinya terkadang suka tak terlihat seperti apa si doi.

Di suatu kantin kampus gue iseng buat sekedar nongkrong sendirian, ada seorang cewek yang berparas cantik, dia sendirian gitu. Kebetulan gue cowok normal, gue datengin dia dan gue ajak kenalan.
“Hai, sendirian aja? Gue boleh duduk bareng lo?”
“lo liatnya gimana? Gue sendiri atau enggak? Oh ya udah gak papa duduk aja.”
“Iya sendiri sih, tapi gue kira lo lagi sama temen, sahabat, pacar, gebetan, atau mantan gitu.”
“temen gue lagi sibuk sama pacarnya yaitu gebetan gue, sahabat gue lagi selingkuh sama pacar gue, mantan gue lagi sms gue terus ngajak balikan.”
“Kok bisa?”
“Takdir.”
Gue bingung harus jawab apa. Langsung to the point. Gue perkenalin nama gue sambil menjulurkan tangan.
“oh gitu ya? Nama gue Fachri gue anak HI. Nama lo siapa?”
“Nama gue Lisa, gue anak nyokap gue.”
“oh gitu ya?”
“oh gitu ya terus gak ada perkataan lain?”
“ya abis semua yang lo bilang ke gue itu bener dan bikin gue bingung harus bilang apa lagi.”
“oh gitu ya?”
“astaghfirullahal’adzim…..”
“ngapain lo nyebut? Emang gue setan? apa hantu?”
“enggak kok sumpah deh, mana ada setan yang cantiknya kaya lo?”
“basi lo!”
“ya maaf deh maaf, keceplosan, gak lagi deh janji.”

Di tengah-tengah pembicaraan gue dengan Lisa, Lisa dapet telfon dari bokapnya yang mau ngabarin kalo bokapnya sudah sampai di lobby kampus buat jemput Lisa pulang.
“oh iya siapa nama lo tadi?”
“Fachri.”
“oke deh Fachri, gue pulang duluan. Bokap gue udah jemput gue di lobby.”
“mau gue anter ke lobby?”
“gak usah terima kasih, gue bisa sendiri.”
“oke hati-hati.”

Tanpa dia sadari, gue ikutin dia sampe lobby kampus, dan ternyata… bokapnya itu pelatih sepak bola gue yang galaknya gak ketolongan. Setelah gue tahu tentang dia dan bokapnya, gue jarang deketin dia karena takut sama bokapnya, takut gak dipasang waktu tanding.

Sampai sekarang gue baru bisa berfikir kalau untuk nyari pacar itu gak instan kaya lo buat mie instan, kita harus mengenalnya lebih dalam tentang doi, dari apa yang dia sukai dan dia benci. Manusia itu gak ada yang sempurna kecuali Tuhan yang Maha Esa.

Cerpen Karangan: Fachri Alfisyahrin
Blog: fachriabsurd.blogspot.com
Facebook: majenon100

Cerpen Sabar Untuk Memilih merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maaf

Oleh:
Ku rindu tawa dan candamu saat ini Yang biasa mengiasi hariku Warnai hidupku Lirik lagu itu mengingatkanku pada seseorang yang tak disini lagi. Entah sampai kapan aku harus mengingatnya,

Kisah Sedih di Hari Jumat

Oleh:
Hari Jumat. Hari di mana setiap muslim menjalankan ibadah shalat Jumat. Itu juga yang terjadi pada hari Jumat ini. Jumat di bulan Februari tahun 2013. Tak ada yang istimewa

Dua Anak Itu

Oleh:
Kopi ini membuat otakku merangkai semua kejadian yang aku saksikan tadi sore, di pinggir jalan depan masuk gang. Ibu tukang sampah membawa dua anaknya untuk ikut bekerja bersama. Dua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *