Sakit Karena Bintang Kecil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 25 March 2022

Dia membuatku sakit. Tepat pada siang yang melelahkan ini. Padahal aku besok harus kembali melakukan penelitian. Dia bukan sebangsa virus seperti Corona atau Flu Babi. Dia datang sesaat setelah kepergian kawanku yang baru saja memberikan tumpangan padaku. Aku melihat dia duduk di teras sebuah minimarket.

Terpikirkan lagi di otak satu pertanyaan besar. Kapankah dia hadir di sisiku. Sial beberapa pertanyaan lain saat itu juga mengikutiku dan makin membuatku sakit. Aku lantas membeli roti, sebotol air, dan obat flu mengandung parasetamol. Semoga sakit itu akan reda meski sosok sang kasir berjuang dalam mengambuhkan sakitku.

Keringatku makin mengalir deras. Panas semakin terik. Siapa yang tidak merasakan panas yang amat hebat tepat pada jam satu siang jika sedang berada di sekitar batas Kota Surabaya? Sakitku berusaha kuredakan dengan obat tadi. Sesekali aku meliriknya, sesekali pula aku merasakan sesak di dada dan kegelisahan yang nyata.

Bangs*t! Dia ternyata sedang menunggu temannya. Mereka berdua sudah berkolaborasi dengan khayalanku hingga membuatku merasakan sakit di kepala dan mata. Mataku memanas akibat kurang tidur tadi malam. Siapa lagi kalau bukan karena teman mereka dari dimensi lain? Karena mereka pagiku menjadi pusing dan berat untuk meninggalkan tilam.

Entahlah apakah sakit ini bagian dari perjuanganku meraihnya? atau hanya sekadar sakit akibat kebandelanku yang pantang tidur sebelum dini hari akibat makhluk bernyawa dari dimensi lain? atau bahkan sarana penggugur dosa yang melumuri jiwa raga? Sudahlah. Apapun rasa sakit itu, semua jelas berawal dari pemikiran tak berujung tentang, “Kapankah dia hadir dalam hidupku?”

Bahkan ketika aku telah beranjak dari titik awal, mereka tak kunjung pergi. Pandangku sambil bergumam lagu bintang kecil yang diremix. Hanya diriku yang bisa mendengar liriknya. Yap, lagu itu seakan-akan bermakna tentang seorang “Cebol” yang berusaha “Nggayuh Lintang”. Si Cebol itu lantas berimajinasi saat terbang dan menari menuju pada tempat yang jauh nan tinggi dimana sang bintang berada. Seperti aku yang berimajinasi tentang buah kerja kerasku dan masa depanku bersama dia, jodoh yang masih menjadi misteri.

Aku pun dengan modal nekat melakukan sesuatu pada mereka. “Menghilanglah, menghilanglah, pergilah. Aku sudah muak dengan dua dimensimu. Aku meninggalkanmu demi masa depanku, J*ncuk!!!”. Gumam hatiku dikala suhu badanku naik menjadi 36,5°C. Semoga ini yang terakhir aku terbuai dengan pesona para bintang kecil itu. Aku tak mau pikiranku semakin sakit dan menjadi korban hingga menimbulkan ketidakwarasan. Dialah yang paling utama dalam mencuri setiap senyumanku, setiap canda tawaku, dan setiap kebahagiaanku. Pergilah yang jauh, jal*ng!.

Cerpen Karangan: M. Falih Winardi
Blog / Facebook: Falih Winardi

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 25 Maret 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Sakit Karena Bintang Kecil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman… Tolong!

Oleh:
Ketika kamu berhasil, teman-temanmu tau siapa kamu ketika kamu gagal, kamu tau siapa teman-temanmu. Hari itu seperti biasa aku pergi ke TPA untuk mengaji. Disana teman-temanku sudah menunggu di

Ada Tumbuhan Bercahaya, Euy!!!

Oleh:
Pukul 10.22 pagi. Di sebuah kelas tampak seorang guru tengah menguraikan pelajaraan Ilmu Pengetahuan Alam. Suaranya serak menenangkan siswanya yang tak mau diam di bangku pelajaran. Kelompok yang sudah

Kakek Inspirasiku

Oleh:
Kakek adalah sosok yang luar biasa bagiku. Kakek yang selama ini selalu menjadi motivator di dalam hidupku. Kakek yang selalu memberikan semangat dan inspirasi untuk cucu-cucunya. Waktu aku kecil

Pertemuan Yang Berarti

Oleh:
Pagi yang terasa biasa, masih tanpa ayam berkokok seperti suasana di desa, enggan rasanya aku bangun untuk mandi dan bersiap ke kantor, rasa ngantuk masih melanda karena semenjak kembali

Hampir Mencuri Buku

Oleh:
Mulai sekarang, sekolah saya mengadakan sebuah program yang wajib dilaksanakan bagi semua siswa di sekolah saya (SMPN 43 Bandung) setiap hari Selasa sampai Kamis. Program itu terdiri dari olahraga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *