Sekedar Ingin Berfoto Dengannya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 4 March 2017

Crying again crying again. Walau suasana sama sekali tak mendukungku untuk kembali menangis, namun air mata tak bisa dihentikan begitu saja seperti sepeda yang berhenti karena di rem. Hanya sekedar melihat fotonya bersama foto kakak kelasku, tak butuh waktu satu menitpun untuk kembali meneteskan air mata. Walau aku sedang fokus dengan pts, tetap saja itu tak mengurungkan air mataku untuk kembali menetes. Tak bisa dikatakan rasanya seperti apa, dan jika aku mencoba mengatakan pun tak banyak orang yang akan faham dan mengerti, sekalipun ada tak akan sepenuhnya mengerti. Hati menggerutu, kapan aku seperti kak aul? Yang bisa berfoto berdua dengannya.

Beberapa kali sudah, aku kembali menangis. Apalagi jika ada seseorang yang menyebut namanya, seakan rasa kesal kemarin kembali memenuhi hati. Pertandingan yang tak bisa kusaksikan selama seminggu penuh, membuat emosiku naik turun. Kadang senang karena melihat foto tampannya dan kadang juga sedih karena melihat foto pertandingan yang tak bisa kusaksikan. Tak seperti kak aul yang bisa menonton pertandingannya secara langsung, juga berfoto dengannya. Sedangkan aku? Aku hanya bisa menontonnya dari layar televisi di kamarku dengan banyak tisue yang basah karena air mata yang tak henti-hentinya menetes bahkan mengalir. Sebelumnya tak lelah aku mengajak teman-temanku untuk menonton pertandingan itu, padahal aku yang memfasilitasi biaya transpor. Cukup bisa kumengerti, mungkin karena jarak majalengka-cirebon cukup jauh.

Moment yang sudah lama kutunggu, menonton pertandingannya secara langsung. Padahal jarang sekali kesempatan besar seperti ini, bertanding badminton di cirebon dalam perlombaan PON yang diadakan beberapa tahun sekali. Kesempatan emas itu tak lagi menjadi kesempatan emas, karena nyatanya orangtuaku tak mengizinkan aku pergi sendiri tanpa siapapun. Aku meminta pada ayah untuk menemaniku menonton, namun dia tak bisa karena pekerjaan menunggunya.

Seminggu itu akhirnya berlalu. Walau rasa kesal dan sesal kadang-kadang terdampar kembali di hati, namun agaknya sudah memudar bercak kesal yang selama ini terus diam. Jika mengingat seminggu yang lalu, tak henti-hentinya menangis ketika seminggu penuh, hanya sekedar melihat foto pertandingannya, fotonya dengan fansnya yang lain atau melihat dia melike foto yang diupload fansnya yang berkaitan dengan pertandingan badminton PON yang diadakan di cirebon.

Banyak orang yang menganggapnya aneh, mungkin karena mereka belum pernah merasakan hal yang sama. Jika boleh aku berkata padanya, aku akan berkata “i really really like you”. Mengidolakannya sejak kemunculannya sebagai atlet badminton. Semenjak itu aku sangat mengidolakan sosoknya yang sempurna bagiku. Wajah tampannya juga kemahirannya dalam bermain badminton. Sampai aku hafal tanggal lahirnya, tempat tinggalnya di tasik, juga tempat tinggalnya di jakarta. Instagram adalah salah satu fasilitasku untuk melihat foto-foto kerennya.

Kamarku penuh dengan fotonya, begitupun galery dalam handphoneku. Berbeda dengan mereka yang mengupload foto pacar mereka di media sosial, aku justru mengupload fotonya di berbagai media sosial, Walau aku hanya sebatas fans fanatiknya. Tak hanya karena ketampanan dan kemahirannya dalam bermain badminton, aku juga mengidolakannya karena dia itu pria yang shaleh.

Walau itu terlihat tak mungkin, menjadi pacar atau istri seorang ihsan maulana mustofa, namun aku berharap itu terjadi. Jika itu terlalu muluk-muluk, tak banyak mauku walau hanya sekedar foto berdua dengannya, aku akan senang sekali. Salah satu penyebab pada waktu itu aku menangis selama seminggu penuh adalah karena aku tak bisa berfoto dengannya. Terbayang jika aku berfoto berdua dengannya, mungkin aku akan menguploadnya ke berbagai media sosial juga menempel foto berkukuran sangat besar di dinding kamarku. Semoga keinginan kecilku itu, berfoto dengan ihsan maulana mustofa dapat terwujud suatu hari nanti.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Sebenernya ini adalah cerita nyata dari teman sebangkunya yang bernama fuzi rahayu, dia terus menangis ketika aku menyebut nama ihsan. Semoga apa yang dia impikan terwujud suatu hari nanti. jika ingin tahu lebih tentang temanku itu yoo kita follow ignya : fuzirhy_05 dan jika ingin tahu lebih tentang aku Renita Melviany go follow ig : Renitamelviany_17

Cerpen Sekedar Ingin Berfoto Dengannya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Balai Hujan

Oleh:
Hari ini terasa singkat sekali. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua siang. kenapa aku bisa lupa ya kalau jadwal kuliahku di majukan jadi pukul 2 siang sekarang.

Positif Kecanduan

Oleh:
“An, dicari Alwi tuch. Ditungguin di perpustakaan.” “Kok dia engga sms aja, Ly?” “I don’t know..” “Ya udah. Makasih ya, Lely.” Aku mengikuti langkahnya ke perpustakaan. Karena jujur saja

Goobye Ibu

Oleh:
Hai, nama gue Bella. udah satu tahun di tinggal ibu, rasanya sepi banget ini rumah ga ada ibu. biasanya ibu yang ngisi hari-hari gue. kalo inget-inget tentang ibu, gue

Mimpi

Oleh:
Pernah bermimpi seseorang yang tidak pernah aku kenal tidak tau siapa dia? tentang dia pun tidak tau hanya menampakkan sebuah senyuman. Tiba-tiba orang tersebut datang dalam mimpi sempat dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *