Takdir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 17 July 2021

Percaya dan tidak percaya, begitulah aku terhadap ilmu hitam yang dapat menjadi sebab musabab sakit dan matinya seseorang. Dan, disinilah aku sekarang. Seorang wanita paruh baya duduk di kursi satu orang dengan garam kasar dan dupa di atas meja.

“Ada apa?.” Tanya ibu itu
Aku pun menjelaskan, jika beberapa tahun ini ketika menstruasi, aku mengalami sakit yang teramat sangat selama tiga hari. Dokter bilang bahwa tidak ada masalah dengan rahimku. Meskipun aku mengikuti anjuran dokter dengan pantangannya, aku tetap tidak membaik dan tubuhku merasa semakin ringkih.

“Siapa nama anda?”. Tanya ibu itu. Dinyalakan dupa di depannya dengan menggenggam garam serta membaca doa-doa dan surah pendek. “Pernah kehilangan celana dalam, ya?.” Tanya ibu itu
“Ya!.” Jawabku
Ibu itu kembali bertanya padaku, “Bapak anda bagaimana keadaannya sekarang?.” Aku terkejut dan heran mengapa ibu itu bertanya tentang bapak.
“Bapak sudah meninggal.” Jawabku
Ibu itu kaget dengan jawabanku. Ibu itu pun bertanya apa aku punya saudara. Ibu itu semakin kaget mendengar bahwa tiga bulan setelah bapak meninggal, adikku meninggal.
“Kenapa sampai terlambat, sampai hilang dua orang!.”
Bingung, itulah aku sekarang. Sungguh aku tidak mengerti apa maksud ibu dengan terlambat hingga hilang dua orang.

Melihat wajah kebingunganku, ibu itu menjelaskan “Di rumahmu ada pasangan sihir yang ditujukan untuk membuat sakit dan mati seluruh keluargamu. Alhamdulillahnya, bapak disini kuat menahan dan amalan-amalan bapak menjadi penghalang sihir itu. Sayangnya pelaku ini bukan beli tapi melakukannya sendiri.”
“Ini!.” ibu itu memberiku secangkir air putih, memintaku untuk menghabiskannya. Hanya dalam hitungan detik, perutku terasa mual dan tidak karu-karuan. “Kamar mandinya disana!.” Kata ibu itu

Aku bergegas ke kamar mandi, syor… aku memuntahkan cairan bening dan busa putih. Tidak ada sedikitpun nasi dan ikan yang keluar dari perutku, padahal aku baru 30 menit lalu sarapan. Buang air besar dan kecil pun, aku lakukan.

Tak bisa berkata apa-apa, aku hanya menatap kosong ke ibu itu. Ibu itupun berpesan padaku agar aku tetap istikomah dengan segala ibadah dan amalanku selama ini, karena itu yang membuatku bertahan dan tidak menjadikanku kembang di atas kasur.

Ibu itu, memberiku sebungkus garam kasar untuk disebarkan ke seluruh rumah menjelang maghrib dan subuh dengan membaca Al-Fatehah. Serta, untuk dimakan sedikit ketika tubuhku terasa tidak enak bahkan setelah minum obat.
“Semoga Allah memberikan jodoh dengan ibu. Sehingga anda dan ibu anda bisa selamat dan sehat. Sehingga berhenti di bapak dan adik anda!.” Ucap ibu itu tatkala aku berpamitan
“Amin.”

Cerpen Karangan: Budi Prastiwi
Blog / Facebook: Budi Twx

Cerpen Takdir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Jalan Sahabat

Oleh:
Pagi itu diriku lagi asyik nongkrong di depan tv sambil bbman, tiba-tiba ada pesan masuk di hpku, lalu ku buka pesan itu, ternyata dari sepupuku yang mengabarkan kalau ayah

Untukmu Af

Oleh:
Teng tong teng teng teng tong teng teng… bunyi yang tak asing lagi di telingaku, ya keretaku tercinta tempat dimana aku biasa menuju tujuan terakhirku rumahku setelah aku bertemu

My Ambition and My Little Best Friend

Oleh:
Sekolah, apalagi kuliah. Dulu seolah hanya akan menjadi mimpi untuk selama-lamanya. Karena selain kondisi fisikku yang tak memungkinkan, juga tak ada dukungan kuat dari keluarga. Tapi entah setan atau

10 : 10 : 10

Oleh:
10 oktober 7 tahun yang lalu Ketika gue mengutarakan rasa pada perempuan yang pernah gue sebut takdir. Waktu itu gue masih duduk di bangku kelas 3 sebuah SMA. Pada

Undangan Ayah

Oleh:
Dear langit jingga… Sore itu ku melihat wanita cantik itu tertunduk lesu seolah ingin menyembunyikan wajahnya dari dari dunia. aku tak mengerti ia kenapa? Sesekali tampak ia menatap langit

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *