The Angels in McDonald

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 21 August 2013

Aku bertemu malaikat saat merayakan ulang tahunku bersama-sama temanku di McDonald. Sore itu sebelum bertemu dengan malaikat, tidak ada kejadian yang langka selama kami makan di sana. Kami ketawa bersama, berfoto bersama. Bahkan sampai membuat meja yang kami tempati kotor. Seperti yang dikatakan salah satu temanku, zie “pelanggang adalah raja”.
Dan kejadian langka itu dimulai dari saat kami pindah tempat duduk. Waktu itu kami tidak memesan makanan lagi karena sudah kenyang. Sebenarnya karena uangku habis, karena aku yang mentraktirkan mereka. Dan kami melanjutkan acara foto kami.

Waktu itu di sebelah kami ada suami-istri. Tiba-tiba istri itu menghampiri kami sambil membawa makan yang berisi 2 ayam goreng, kentang goreng dan 1 minuman coca-cola super gede
“nih, tante bawa rejeki. Soalnya tante belinya kelebihan”.
Kami semuanya menolak.
“rejeki nggak boleh ditolak” kata istri itu.
Akhirnya kami menerimanya sambil mengucapkan,
“makasih ya tante”.

Setelah tante itu kembali ke tempatnya, kami semua memburu ayam goreng dan kentang goreng itu. Bahkan aku yang nggak laper pas makan kayak lagi laper. Bahkan tidak hanya ayam goreng, tante itu membelikan kami es krim yang kayak magnum classic. Aku dan temanku si zie sempat curiga karena tante itu terlalu baik. Kami kira tante itu ada bermaksud lain.
Tapi soal es krim itu perut kami sudah kenyang banget, 2 teman ku, nica dan are (bacanya ary) sempat terbengong melihat es krim super gede itu sambil melihat perut mereka yang sudah nggak mau menerima makanan apapun.
Maka kami menghabiskan banyak tissue karena es krim kami meleleh. Akhirnya zie telah keluar dari penderitaanya alias makan es krim, lalu disusul meiri, lalu aku, lalu nica, lalu sisca. Barulah are.

Oh iya sebelum mendapatkan es krim tante itu memberitahukan kepada kami bahwa aku mirip seperti anaknya. Dari situ kami semua mendapatkan firasat bahwa tante itu kehilangan anaknya.

Setelah are menghabiskan es krim itu kami pulang. Tapi sebelum pulang kami bersalaman dengan istri dan suaminya seperti seorang orang tua dengan anaknya. Sampai keluar kami dipanggil om, suaminya tante itu. Dan ternyata kami mendapatkan uang rp 60.000,00. Dan kami sempat menolaknya karena tidak enak hati. Tapi seperti yang pernah dibilang tante itu kepada kami, “rejeki nggak boleh ditolak”.
Dan kami menerima pemberian mereka lagi. Lalu kami mengucapkan terima kasih dan memberikan salam perpisahaan.

Sampai di tempat pakiran,
“kayaknya anak mereka diculik” kata meiri.
“hah? Kok kamu tahu?” are kaget.
“tadi sebelum pulang aku lihat mereka lagi hitung uang sebanyak Rp 1.000.000,- 2.000.000,- sambil ngomong lebih baik nyawa daripada harta” jelas meiri.
“aduh mereka baik banget ya” puji nica.
“mereka seperti malaikiat” puji aku.
“dia orang katolik loh soalnya aku lihat mereka pakai kalung salib yang ada tuhan” kata sisca.
“tuhan berikanlah mereka rejeki yang berlimpah” ucapku pada tuhan. Lalu kami berkoor mengucapkan amien.
Mereka memang berhati malaikat.

The end

Cerpen Karangan: Margareth Anjani Mawarsari

Cerpen The Angels in McDonald merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumah Kenangan

Oleh:
Aku memasuki sebuah rumah yang sudah sangat kotor dan jelek. Rumah itu pun sudah pudar warnanya, sangat tidak memuaskan. Entah mengapa, Mama mengajakku ke sini. Sebenarnya, ini adalah rumahku

Hantu Rumah Baruku

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku janissa bisa panggil nisa, oke. Langsung aja ke cerita. Waktu itu aku lagi liburan ke jakarta dan selepas kami pulang dari liburan rumah kami berantakan. Yah,

Miggy

Oleh:
Suatu hari, Miza, Ayah, Ibu pergi ke warung. Setelah selesai makan, mereka nongkrong di warung sebentar. Kebetulan hari itu hujan. “Meong.. Meong..” terdengar suara kucing mengaungkecil. Tampaknya ia kedinginan.

Teman Jadi Musuh

Oleh:
Hari ini, aku dan Dea pergi bersama ke sekolah. Mobil yang seharusnya dipakai papa ke kantor, terpaksa kupakai untuk pergi bersama Dea. Kami sudah bersahabat sejak kelas satu. Akhirnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *