Untukmu Yang Tak Pernah Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 24 June 2019

Diawal pagi ini kucoba memberanikan diri untuk mulai menggoreskan kisah yang mungkin tidak akan membuatmu tertarik bahkan untuk meliriknya sekalipun.

Tidak terasa sudah hampir 10 tahun kita berpisah. Banyak hal yang aku lalui tanpa dirimu sejak saat kita mengucapkan kata “pisah”. Sungguh berat rasanya melewati hari-hari dengan rasa sepi di hati. Berbagai cara telah aku lakukan untuk bisa sejenak melupakanmu. Aku menyibukkan diri dengan sekolah dan sampai sekarang saat sudah kuliahpun aku masih sempat memikirkanmu. Aku masih sering bertanya apa kabar dirimu, sedang apa dirimu, bahagia atau sedihkah dirimu, masihkah kau bersikap cool seperti biasanya, tanpa tahu apa jawabanmu. Sering aku menyebut namamu saat suasana hati tak menentu.

Menunggu kabar darimu adalah hal yang aku tekuni selama sudah hampir 10 tahun terakhir ini. Namun, semuanya sia-sia karena kau tidak mungkin melakukan hal itu.

Pernah terbersit rasa jenuh di hati. Pernah juga aku mengutuk diri karena selama ini terlanjur bodoh menunggumu. Aku juga tidak pernah menyangka mengapa aku masih selalu mengagumimu dalam anganku tentang masa lalu kita. Banyak hal yang masih aku ingat yang membuatku tidak mudah untuk melupakanmu. Saat di sekolah misalnya, aku melakukan banyak hal gila untuk bisa sekedar menarik perhatianmu. Aku selalu menyanyikan lagu cinta dalam kelas berharap kau mengerti apa yang sedang aku rasakan. Aku menulis banyak puisi tentangmu dan tentang kita. Saat ini pun, aku masih tersenyum malu ketika membayangkan semuanya lagi. Ada rasa bahagia yang menghampiriku saat ini ketika aku membayangkan kisah bahagia kita. Namun, tidak dipungkiri juga disaat yang sama aku pun merasakan kesedihan mendalam karena harus menghadapi kenyataan bahwa semuanya itu kini tinggal kenangan.

Hari ini adalah valentine kesekian kalinya tanpa dirimu, tanpa kado darimu, dan yang paling membuatku kesal adalah tanpa ucapan apapun darimu. Setega itukah dirimu? Sebegitu sibuknyakah kau dengan duniamu sampai-sampai untuk memberikan ucapan untukku saja kau tidak sempat? Mungkin bagimu, aku hanyalah sepenggal kisah masa lalu yang pernah ada, namun bagiku kau bukan hanya sepenggal namun seutuhnya kisah yang pernah aku miliki sampai sekarang.

Aku tidak berharap menemukan orang yang lebih darimu. Tapi di masa depan, aku mengharapkan semoga aku masih bisa diberi kesempatan sekali lagi untuk memilikimu meski hanya sesaat. Karena di hati ini hanya kau yang terindah dan takkan terganti. Aku mungkin kelihatan terlalu memaksa ingin memilikimu, bahkan mungkin rasa cinta ini telah berubah menjadi obsesi semata. Aku sendiripun tidak tahu apa yang aku rasakan. Aku tidak tahu ini cinta atau obsesi. Aku tidak tahu apa yang membuatku berubah.

Dalam tulisan ini aku hanya mengatakan bagaimana aku masih memuja, menjaga, dan yang pasti selalu mendoakan yang terbaik untukmu meski sudah selama itu. Entah kamu peduli ataupun tidak padaku, setidaknya kamu harus tahu betapa menderitanya aku menyimpan kesakitan ini sendiri di hati. Mungkin terlalu dalam aku jatuh ke dalam sebuah perasaan yang semakin lama semakin menenggelamkan emosi hati. Tapi, aku masih akan tetap berkata jujur bahwa “aku masih mencintaimu dan mengharapkanmu kembali.”

Untukmu yang tak pernah kembali, mengertilah aku masih di sini dengan cinta yang sama untukmu SELAMANYA…

THE END

Cerpen Karangan: Gratiana Lada
Blog / Facebook: Gratiana Lada

Cerpen Untukmu Yang Tak Pernah Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumah Tak Berdinding

Oleh:
Malam minggu itu, bulan bersinar terang, cahaya di bawah pohon rimbun tampak remang-remang. Suara jangkrik seakan ikut bernyanyi menikmati suasana malam itu. Di atas bale-bale depan rumah, aku, ayah,

Sebungkus Rindu Untuk Sahabat Wanita

Oleh:
Tadi siang, di sekolah aku memperhatikan seorang wanita berpipi chubby itu. Dia menari di hadapan banyak orang, dia kurang tersenyum dalam setiap langkah yang ia tap, tap, tap kan

Waktu, Aku Dan 8 Tahun

Oleh:
Siapa bilang waktu itu mutlak? tidak!! waktu itu relatif, tergantung apa yang kau bicarakan. Kau bicara rindu maka sehari itu akan sangat lama, kau bicara pertemuan, maka sehari bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *