520 (I Love You)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

Marie POV
Angin bergembus lembut menerpa wajahku. Kupincingkan mata untuk menantang angin dan menatap kearah aula musik yang terbuka melalui sisi samping pohon maple yang besar. Ini adalah kegiatanku sehari-hari dan aku tak pernah melewatkannya. Kenapa? Kamu akan segera tau alasannya…

Di tempat dimana pujaan hati rahasiaku berada, alunan suara gesekan biola terdengar begitu merdu, begitu indah. Hahhh… hal yang tak pernah kulupakan dengannya adalah saat dia membuatkanku sebuah origami kupu-kupu untuk menghiburku. Origami itu tertulis angka 520 dan 02825, aku juga tak mengerti apa maksudnya dan origami itu kusimpan dan kujaga dengan baik.

Aku menutup mataku. Permainan biolanya semakin indah dan seolah membawaku ikut dalam ketenangan. Hmmm….
Saking menikmatinya, aku lupa kalau ada ranting besar ada di depanku dan tak sengaja kuinjak.
Prakkk…
Ops… Aigoo!
Matilah aku! Kenapa bisa? Marie, kau memang ceroboh! Dia menghentikan permainan biolanya dan menatap ke… arah persembunyianku! Segera aku berbalik dan kembali bersembunyi di balik pohon maple besar tadi. Kuharap dia tidak melihatku.

Tap tap tap…
Waaa… langkah kakinya nampak terdengar menuju ke sini. Habislah aku jika dia melihatku dan mengetahui kalau aku selalu mengintipnya memainkan biola secara diam-diam.
Dug…
Langkahnya semakin dekat, dekat, sedikit lagi… aku menutup mataku, jantungku berdegup sangat kencang. Ya tuhan, berilah keajaibanmu. Aku janji aku akan makan setelah ini jika engkau menolong hambamu ini. Ha? Janji apa itu? Sudahlah.

“Ada orang di sana?”
Omo? Suaranya… tepat di belakang pohon ini!
Semakin dekat, dekat, dan…
“Mark! Ada seseorang yang mencarimu.”
Hufh, tertolonglah aku…
“Oh? Ne, arraseo!”
Tampaknya Mark sudah pergi. Aku segera mengintipnya lagi melalui sisi samping pohon dan menatap langkah Mark yang entah akan pergi ke mana.
Seseorang ingin bertemu dengannya? Siapa?

Aku keluar dari persembunyianku dan mengikuti Mark dari belakang. Mau ke mana dia?
Langkahnya terhenti di sebuah taman sekolah. Terlihat seorang Yeoja tengah duduk dan dengan arah memunggungi. Siapa dia?
Mark mendekatinya dari belakang. Eomeona! Rasanya sangat sakit saat melihat Mark memegang bahu Yeoja itu dan tersenyum manis lalu… Yeoja itu memeluknya.
Hufhh… aku mengembungkan pipiku dan pergi dari suasana menyedihkan dengan kecewa.
Mark, apa artinya aku hidup… jika kamu seperti ini?
“Marie, harapanmu sirna. Menyedihkannya dirimu Marie. Dasar idiot…”
Mark… Airmataku jatuh bercampur dengan permohonanku. Bahwa aku tak bisa menjadi bagian dari dirimu lagi. Aku tersenyum ketika memikirkanmu, tetapi menjadi sesuatu yang sangat sulit untukku. Aku menangis ketika mengingatmu, dan aku menjadi takut menghadapi semuanya…
Marie POV END

Mark POV
Bersekolah di sini adalah hal terbaik untukku. Termasuk, kelas yang ada di samping kelasku. Di sana ada seorang malaikat yang tersembunyi. Dia selalu melewati kelasku. Dan, hal yang terbaik adalah saat dia menatap ke dalam kelasku. Wajahnya akan tampak lebih cantik saat dia memperlihatkan senyumnya. Hmm…

Aku menarik nafas dalam-dalam dan mulai memainkan biola kesayanganku. Kali ini, aku mencoba mengungkapkan perasaanku melalui setiap gesekan biola yang kumainkan. Tentang aku yang mengagumi seorang Yeoja yang sangat pandai memainkan Piano. Bahkan bukan hanya kagum, tapi… aku juga menyukainya.

Untuk menyatakan cinta aku masih belum bisa. Bukannya karena aku takut ditolak olehnya. Tapi aku takut jika dia pindah sekolah dan menjauh dariku. Karena itu, aku memilih menjadikannya sebagai rahasiaku sendiri. Melihatnya dari jauh saja sudah membuat hariku terasa istimewa. Hahh… entah kapan dia akan menyadarinya.

Prakkk…
Aku menghentikan permainan biolaku saat mendengar sesuatu di balik pohon maple itu. Ada suara seperti ranting yang di injak. Perlahan aku mendekati pohon itu dan bermaksud untuk mencari tahu asal suara itu.
“Ada orang di sana?”
Tak ada sahutan. Aku makin mendekati pohon itu. Namun…
“Mark! Ada seseorang yang mencarimu!”
Mencariku? Apakah dia… aku tersenyum.
“Oh? Ne, arraseo!”

Aku segera mengambil langkah cepat menuju taman sekolah. Kulihat seorang Yeoja tampak duduk memunggungiku. Aku kenal dia. Dia adalah seseorang yang sangat kurindukan. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya dia kembali. Dia tampak semakin cantik dan tinggi. Terakhir kali aku bertemu dengannya, dia sangat… buruk. Wajahnya penuh jerawat dan tubuhnya lumayan pendek untuk seorang gadis di korea. Tapi… sekarang dia berbeda. Wajahnya putih mulus dan tampak tinggi beberapa centi dari sebelumnya.

“Hi!”
Aku memegang bahunya. Dia menoleh ke arahku. Aku tersenyum manis padanya. Lalu, dia langsung memelukku dengan erat.
“Oppa! Aku merindukanmu.”
Aku melepaskan pelukannya dan menyuruhnya duduk kembali bersamaku.
“Ya. Aku juga merindukanmu.”
“Aku kan adik yang paling Oppa sayangi, jadi tak mungkin jika Oppa melupakanku.” Ucapnya.
Aku tersenyum. Ya, dia adalah adiku. See Rin. Adik yang paling kusayangi.
“Jadi,” dia menyenggol bahuku. “Bagaimana? Ada kemajuan? Apa Oppaku ini sudah menyatakan cinta pada Marie? Maksudku, ekhem kakak ipar Marie.”
“Hahhh…” aku menggeleng. “Belum.”
“Payah!”
Aku menunduk. Aku benar-benar payah. Ugh… jadilah laki-laki.
“Oh, ya. Bagaimana pendidikanmu di China?”
“Bagus.” Jawabnya singkat.
“Terimakasih untuk yang… `itu`.” Kataku dengan pengucapa kata `itu` sedikit aku tekan.
“Huh? Oh, Ne, arraseo.”

Hufh… ini sudah satu minggu Marie tak masuk sekolah. Apa dia sakit? Atau dia sudah pindah?
Sekarang aku tak dapat memandang wajah imutnya lagi. Hati ini terasa hampa tanpanya. Marie, aku merindukanmu…
Mark POV END

Marie POV
Sudah satu minggu aku tak masuk sekolah. Aku harus apa? Saat melihatnya bersama Yeoja lain, hati ini terasa sangat tersakiti. Padahal, dia tak pernah seperti ini, bahkan sedekat itu dengan Yeoja lain.

Hufh… aku menatap origami pemberian Mark sambil duduk di meja belajar sambil menahan daguku dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang origami pemberian Mark tadi. Cahaya matahari menerpa wajahku. Aku mengangkat origami itu ke udara sehingga sebagian cahaya yang menerpa wajahku tertutupi.

“Mark, kau jahat! Nan niga shilreoh!”
Tak…
Aku menghempas origami pemberian Mark dan menyalakan televisi. Semua channel sangat membosankan. Aku terus memindah channel hingga aku berhenti pada sebuah berita yang membahas China.
“…saat ini tengah cukup populer di china tentang penggunakan angka dalam teks bukan kata-kata.” Kata salah satu Reporter.
“Ya. Itu sudah cukup lama. Dan setidaknya untuk menyatakan cinta…”
Aku membelalakan mata.
Angka? Cinta? Hm… apakah…
Segera aku mengambil origami pemberian Mark dan mencari tahu arti angka-angka yang ditulisnya. Semoga apa yang kupikirkan ini benar.
“520.” Aku mulai menulis angka-angka itu di ipadku.
Betapa terkejutnya aku saat mengetahuinya. Angka itu artinya… “Aku mencintaimu.”
“02825,”
“Apakah… kamu mencintaiku?”
Marie. Kau memang payah!
“Kenapa? Baru sekarang aku mengetahuinya? Pabo.”
Marie POV END

AUTHOR POV
Di sebuah toko bunga, terlihat Mark tengah membeli sikat bunga. Sedang tari luar tampak Marie mengintai dari balik bunga-bunga yang tersusun rapi.
“Apa aku sudah terlambat?” Gumam Marie sambil terus memendang Mark dari persembunyiannya.
Mark tampak membayar bunga itu dan keluar dari toko. Marie keluar dari persembunyiannya dan menghadang Mark di depan pintu keluar. Mark keluar dan sedikit terkejut saat melihat keberadaan Marie.
“Marie?” sapanya.
Marie terus memandangnya.
Mark mendekatinya.
“Sedang apa kau di sini?” Tanya Mark agak canggung.
“Aku… sudah mengerti semuanya dan kurasa aku terlambat.” Kata Marie.
Mark mengerutkan dahinya karena tidak mengerti.
“Dan kau, untuk siapa bunga itu?” tanya Marie balik.
“Ini? Hahh, ini untuk seseorang.” Jawab Mark sambil menatap bunga yang dibawanya dan tersenyum. “Emm… menurutmu, apa cinta itu harus segera diungkapkan?”
Marie terdiam. Dia tak tahu harus menjawab apa. Yang pasti, rasanya hatinya itu tampak semakin tersakiti oleh pertanyaan Mark barusan.
“Apa… dia bermaksud menyatakan cinta pada Yeoja itu?” pikir Marie
“Marie?!”
“Oh? Hmm… Ya. Sebelum kau terlambat.” jawab Marie ringan dengan tatapan kosong.
Mark mengambil satu langkah mendekati Marie. “Kalau begitu… ini.” Mark menyodorkan bunga yang dibelinya kepada Marie.
“A-apa maksudnya ini?”
“Aku mencintaimu. Dan selalu mencintaimu. Dari awal. Karena aku takut kehilanganmu setelah kamu tiba-tiba tak masuk sekolah tanpa kabar.”
Marie membelalakkan matanya. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mark barusan. Marie tidak menerima bunga itu dan membung wajahnya.
“Tapi… wanita yang bersamamu di taman waktu itu…”
“Sudah kuduga,” Mark tertawa kecil. “Dia adikku. Dia baru datang dari China. Dia memang tidak terlalu sering ke korea.” Jelas Mark.
Marie tersenyum manis. “Benarkah?”
“Ya. Dan dialah yang membuatkan angka-angka yang ada di origami itu untukmu.” Mark terdiam sebentar. “Ng… apa kau sudah tau artinya?”
“Aku mencintaimu. Apakah kau mencintaiku?”
Mark tersenyum dan menggenggam tangan Marie.
“Kau tahu? Aku juga sudah lama mencintaimu. Aku…”
“Kau selalu mengintipku memainkan biola. Iya-kan?” tebak Mark.
“Ho? Kau mengetahuinya?”
“Ya tentu saja.”
“sejak kapan?”
“Sejak kamu melakukan kecerobohan. Menginjak ranting, dan bersembunyi di balik pohon. Itu sangat lucu.” Mark tertawa.
“Huh? Oh, ayolah!”
AUTHOR POV END

Cerpen Karangan: Rahmi Yana
Facebook: Konjiko Byul-Exo
Hallo… ini adalah cerpen keduaku. semoga kalian mnyukainya.

Cerpen 520 (I Love You) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Vegetarian Boy

Oleh:
17 tahun yang lalu (1999), Di Kota Seoul, korea selatan, ada sebuah acara yang menampilkan model-model cantik dengan Busana yang sangat indah di tubuh mereka. Salah seorang Model di

You And Me

Oleh:
“Kenapa kau selalu membahas wajah, wajah dan wajah!!” Bentakku seraya mengepal erat kedua tanganku. Aku benar-benar kacau hingga tak bisa menahan emosi. Bahkan ruangan Studio Nadao Entertainment terpaksa menggemakkan

Step Brother

Oleh:
Mempunyai kakak tiri yang tampan, tinggi, ramah, baik hati dan populer, mungkin menjadi impian semua adik tiri perempuan di dunia ini. Tapi tidak untukku. Aku membenci kakak tiriku. Aku

Detektif

Oleh:
Suatu Hari Zack alias Zackiyah Islamiyah seorang ahli detektif dari agen kepolisian 818 akan membuka kedok rahasia Gubernur Cirebon yaitu Bapak Drs. Sujiwo. Tapi sebelum itu Zack harus menemukan

The Star

Oleh:
Ku pandang langit malam yang kelam menampakkan beribu ribu bintang. Hingga terlihat sejuta titik warna bersinar terang. Aku tahu, bahwa sangat mustahil untuk meraih benda-benda langit itu. “Aku selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “520 (I Love You)”

  1. Syabity Al-adzummah says:

    Wow…
    Pokoknya I like it!!!
    and very good… (y)
    Buat cerpen yg lebih baik dan bagus lagi yyyyyaa!!!
    Semoga banyak yg nge like and nge read nya yaaa!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *